Pernyataan
1. Apa yang dimaksud dengan “Immoral Manajemen” dalam konteks etika bisnis?
2. Apa perbedaan antara “Amoral Manajemen” dan “Moral Manajemen”?
3. Apa saja langkah-langkah yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan etis menurut model sistem etika optimal?
4. Apa yang dimaksud dengan “Walk the Talk” dalam konteks etika bisnis?
5. Bagaimana cara mengidentifikasi dan menilai dampak dari tindakan yang diusulkan dalam keputusan etis?
6. Apa yang dimaksud dengan “Psychological Leadership” dalam konteks bisnis startup?
7. Sebutkan tiga karakteristik penting dari kepemimpinan psikologis yang mendukung inovasi dalam bisnis startup!
8. Apa saja kompetensi yang harus dimiliki seorang pemimpin psikologis untuk mendorong inovasi dalam bisnis rintisan?
9. Bagaimana peran mentor dalam pengembangan bisnis startup menurut presentasi ini?
10. Mengapa startup bisnis membutuhkan “Trust” dan “Inovation” sebagai bagian dari kesuksesannya?
Status
100% sudah tercapai
Keterangan
Saya sudah mengerjakan assignment 2 ini dengan baik dan benar
Bukti
1. Tingkatan terendah dari model manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis.
2. – Amoral Manajemen : konsep manajemen modern yang menghindari penerapan pengambilan keputusan etis dalam suatu organisas.
– Moral Manajemen : Tindakan manajemen untuk melakukan hal yang benar dan tidak berkaitan dengan keuntungan atau nilai.
3. – Identifikasi Masalah Etis
– Kumpulkan Fakta yang Relevan
– Identifikasi Pemangku Kepentingan
– Analisis Alternatif Keputusan
– Evaluasi Alternatif Berdasarkan Prinsip Etis
– Ambil Keputusan
– Implementasi Keputusan
– Evaluasi dan Tinjau Dampak Keputusan
4. “Walk the Talk” dalam konteks etika bisnis berarti bahwa tindakan perusahaan dan para pemimpinnya harus sesuai dengan nilai, prinsip, dan pernyataan etis yang mereka komunikasikan. Dengan kata lain, perusahaan tidak hanya berbicara atau mengklaim bahwa mereka beroperasi secara etis, tetapi mereka juga harus menerapkan nilai-nilai tersebut dalam praktik sehari-hari.
5. – Identifikasi Semua Pemangku Kepentingan
– Evaluasi Dampak Positif dan Negatif
– Gunakan Prinsip-Prinsip Etis dalam Evaluasi
– Pertimbangkan Alternatif dan Dampaknya
– Gunakan Model Pengambilan Keputusan Etis
6. “Psychological Leadership” dalam konteks bisnis startup merujuk pada pendekatan kepemimpinan yang fokus pada aspek psikologis dari interaksi antara pemimpin dan anggota tim. Konsep ini melibatkan pemahaman mendalam tentang motivasi, emosi, dan perilaku individu dalam organisasi, serta bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi kinerja dan dinamika tim.
7. -Kemampuan untuk membangun kepercayaan
– Empati dan Dukungan Emosional
– Fleksibilitas dan Adaptabilitas
8. – Kemampuan Berkomunikasi yang Efektif
– Keterampilan Empati
– Kemampuan Memfasilitasi Kolaborasi
– Fleksibilitas dan Adaptabilitas
– Keterampilan Manajemen Stres
– Keterampilan Pengambilan Keputusan
– Visi Strategis
– Kemampuan untuk Mendorong Pembelajaran dan Pengembangan
9. – Pembimbingan dan Pengalaman
– Networking dan Koneksi
– Dukungan Moral dan Motivasi
– Pengembangan Keterampilan
10. **Kepercayaan (Trust)**
– Membangun Hubungan dengan Pelanggan : Kepercayaan adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, yang penting untuk pertumbuhan jangka panjang.
– Mendapatkan Dukungan dari Investor : Investor lebih bersedia berinvestasi dalam startup yang menunjukkan transparansi dan integritas, serta percaya pada visi dan kemampuan tim manajemen.
– Menarik Talenta Terbaik : Startup yang menunjukkan nilai-nilai etika dan kepercayaan dalam manajemen dapat menarik dan mempertahankan talenta berkualitas.
– Menghadapi Ketidakpastian : Kepercayaan membantu mengurangi kecemasan dalam lingkungan yang tidak pasti dan meningkatkan kolaborasi di antara tim.
*Inovasi (Innovation)**
– Keunggulan Kompetitif : Inovasi memungkinkan startup untuk menciptakan produk atau layanan unik yang membedakan mereka dari pesaing dan menjaga relevansi.
– Adaptasi terhadap Perubahan Pasar : Inovasi membantu startup beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan permintaan pasar dan teknologi.
– Menciptakan Nilai Tambah : Melalui inovasi, startup dapat memberikan solusi yang lebih baik dan menarik lebih banyak pelanggan.
– Menggugah Semangat dan Kreativitas Tim : Lingkungan yang mendorong inovasi menciptakan suasana kerja yang dinamis dan menarik, meningkatkan kontribusi ide-ide kreatif dari karyawan.
Karena Kepercayaan dan inovasi adalah dua pilar penting dalam kesuksesan startup, dengan kepercayaan membangun dasar hubungan yang kuat dan inovasi memungkinkan adaptasi, daya saing, dan penciptaan nilai. Kombinasi keduanya dapat menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan kesuksesan jangka panjang.
