Pertanyaan:
Tugas Praktek
Tujuan: Memperkenalkan konsep energi surya dan PLTS, mengenal komponen utama, serta memahami dasar instalasi dan keselamatan dalam pemasangan sistem PLTS sederhana,
Durasi Tugas: 1 Minggu
Instruksi:
1. Pengenalan Energi Surya:
Buatlah sebuah poster atau infografis sederhana yang menjelaskan apa itu energi surya, manfaatnya, serta fungsinya dalam PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).
* Poster/infografis harus mencakup penjelasan singkat tentang cara kerja PLTS dan mengapa energi surya ramah lingkungan.
2. Identifikasi Komponen Dasar PLTS:
* Kenali dan jelaskan komponen utama dari sistem PLTS, yaitu panel surya, inverter, dan baterai.
* Buat sketsa atau gambar yang menunjukkan bentuk dan fungsi dari masing-masing komponen. Jelaskan juga fungsi dasar setiap komponen dalam sistem.
3. Keselamatan dalam Instalasi:
* Gunakan peralatan keselamatan seperti sarung tangan dan kacamata
pelindung selama proses instalasi. • Buat catatan langkah-langkah keselamatan yang harus diikuti selama instalasi dasar ini.
4. Dokumentasi Proses Instalasi:
* Ambil foto atau buat video pendek (1-2 menit) yang mendokumentasikan
proses pemasangan kabel DC dan AC, serta penggunaan alat keselamatan. • Tulis laporan singkat yang menjelaskan langkah-langkah instalasi yang telah dilakukan, disertai dengan foto atau link video sebagai bukti.
Pengumpulan:
Poster/infografis dalam bentuk digital (PDF/JPEG).
Laporan singkat (2-3 halaman) dalam bentuk Cermi yang berisi: Sketsa komponen PLTS beserta fungsi setiap komponen.
Penjelasan langkah-langkah instalasi kabel DC dan AC.
* Langkah-langkah keselamatan yang diterapkan selama instalasi. Foto atau link ke video dokumentasi proses instalasi.
Status:
100% selesai
Keterangan:
Saya telah mengerjakan tugas dengan baik dan benar
Bukti:
1. Poster
2. -Sketsa Komponen PLTS beserta fungsi setiap komponen
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terdiri dari komponen utama berikut:
1. Panel Surya : Mengubah sinar matahari menjadi listrik arus searah (DC).
2. Inverter : Mengubah listrik DC menjadi arus bolak-balik (AC) untuk digunakan oleh perangkat listrik.
3. Baterai (opsional): Menyimpan energi untuk digunakan saat matahari tidak bersinar.
4. Charge Controller : Mengatur pengisian daya ke baterai agar tidak berlebih.
5. Rangkaian Pemutus : Melindungi sistem dari arus berlebih.
6. Meteran Energi : Mengukur energi yang dihasilkan dan digunakan.
7. Mounting System : Menopang panel untuk menerima sinar matahari optimal.
8. Jaringan Listrik (Grid) : Cadangan listrik dan tempat menyalurkan kelebihan energi (untuk sistem on-grid).
Ini adalah skema dasar sistem PLTS.
-Instalasi kabel DC dan AC.
-
Berikut langkah singkat instalasi kabel DC dan AC pada PLTS:
1.Instalasi Kabel DC :
-Hubungkan Panel Surya ke Charge Controller: Sambungkan kutub positif dan negatif.
-Hubungkan Charge Controller ke Baterai: Jika ada baterai, pastikan sambungan aman.
-Hubungkan Baterai ke Inverter: Sambungkan output baterai ke input inverter.
-Grounding: Pasang kabel grounding untuk keamanan.
-Pemeriksaan: Pastikan sambungan benar dan aman.
2. Instalasi Kabel AC:
– Hubungkan Inverter ke Panel Distribusi: Sambungkan output inverter ke panel listrik.
– Hubungkan ke Beban Listrik: Sambungkan panel ke perangkat listrik.
– Jika On-Grid, Hubungkan ke Jaringan Listrik (Grid): Gunakan meteran dua arah.
-Grounding: Pastikan pemasangan Grounding pada kabel AC.
– Pemeriksaan: Cek koneksi dan proteksi MCB.
Ini memastikan instalasi aman dan berfungsi dengan baik.
-Langkah-langkah keselamatan singkat selama instalasi sistem PLTS
Berikut adalah langkah-langkah keselamatan singkat selama instalasi sistem PLTS:
1.Matikan Semua Peralatan: Pastikan seluruh perangkat (panel surya, inverter, baterai) dalam keadaan mati sebelum memulai instalasi.
2.Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Kenakan sarung tangan isolasi, kacamata pelindung, dan sepatu anti-listrik.
3.Periksa Kabel dan Komponen: Pastikan kabel dan komponen dalam kondisi baik, tidak rusak atau cacat.
4.Grounding yang Baik: Pasang sistem Grounding dengan benar untuk mencegah sengatan listrik.
5.Hindari Instalasi di Cuaca Buruk: Jangan bekerja saat hujan atau kondisi basah untuk menghindari risiko tersengat listrik.
6.Gunakan Alat Pengukur: Periksa tegangan dan arus listrik sebelum dan sesudah pemasangan untuk memastikan kondisi aman.
7.Pasang Proteksi: Gunakan MCB atau sekering untuk mencegah arus berlebih atau korsleting.
Dengan langkah ini, instalasi dapat dilakukan dengan aman.
3.video dokumentasi proses instalasi
