PERTANYAAN
1) Pikirkan aksi dari setiap tokoh yang disebutkan dalam perie ini. Apakah kebiasaan yang sering ditemukan?
2) Jika nama Anda juga tertulis dalam Ibrani 11, menurut anda, apa yang akan dituliskan oleh si penulis
3) Mengapa “nenek moyang” (iman dari Perjanjian Lama) patut dihormati ?Bagaimana Anda menjelaskan keimanan orang yang dihormati?
4) Terkadang kita menyamakan iman dengan perasaan terten tu (contohnya: percaya diri, berani, yakin, tidak ragu). Apa yang menunjukkan bahwa kebiasaan orang-orang tersebut bukan berdasarkan perasaan emosional Apakah Anda biasanya harus sungguh-sungguh beriman terlebih dulu sebelum taat pada Allah? Berikan beberapa contoh.
5) Dalam hal apa iman orang-orang ini tidak memenuhi janjinya?
STATUS : 100%
KETERANGAN : Sudah Mengerjakan Dengan Baik
BUKTI
1.Aksi dari setiap tokoh dalam Ibrani 11 :
- Tokoh-tokoh seperti Abraham, Musa, Nuh, dan lainnya dalam Ibrani 11 bertindak berdasarkan iman kepada Allah, meskipun apa yang dijanjikan belum terlihat. Misalnya, Nuh membangun bahtera meski belum ada hujan, Abraham meninggalkan kampung halamannya tanpa mengetahui tujuan akhir, dan Musa memilih menderita bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan sesaat di istana Firaun.
Kebiasaan yang sering ditemukan : Setiap tokoh menunjukkan ketaatan yang melampaui logika manusia dan situasi yang terlihat di depan mata. Mereka sering menantikan sesuatu yang lebih besar dari apa yang dapat mereka lihat atau capai saat itu, menunjukkan kesabaran, pengorbanan, dan kepercayaan penuh kepada Allah.
2.Jika nama saya tertulis dalam Ibrani 11 :
Jika nama saya tertulis dalam pasal ini, maka saya yakin bahwa saya ditulis sebagai perempuan yang sangat takut akan masa depan namun Iman saya selalu menyelamatkan saya karna jujur dalam kehidupan saya sudah beberapa kali Tuhan Yesus melepaskan saya dari tipu muslihat dunia, kekasaran dunia, kecelakaan bahkan pkesesakan. Saya juga akan ditulis sebagai wanita yang memang selalu menanti janji Tuhan walaupun belum pasti kapan waktunya tapi saya percaya prosesnya.
3.Mengapa nenek moyang iman patut dihormati? :
“Nenek nenek moyang” iman (seperti Abraham, Ishak, Yakub, Musa) patut dihormati karena mereka adalah teladan ketaatan yang radikal kepada Allah. Keimanan mereka tampak dalam tindakan, di mana mereka taat meskipun janji-janji Allah belum terpenuhi dalam hidup mereka sendiri. Mereka hidup dengan harapan yang melampaui dunia ini, karena mereka percaya pada janji Allah untuk masa depan.
Keimanan yang dihormati : Keimanan mereka adalah keyakinan akan hal-hal yang belum mereka lihat. Mereka mendasarkan hidup mereka pada janji Allah, meskipun tidak semua janji tersebut mereka lihat langsung terpenuhi. Keimanan seperti ini tidak hanya bersifat intelektual, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.
4.Iman dan perasaan :
- Sering kali, iman berbeda dari perasaan emosional. Iman tokoh-tokoh dalam Ibrani 11 tidak didorong oleh perasaan nyaman, percaya diri, atau yakin secara emosional. Mereka melakukan tindakan iman bahkan ketika menghadapi ketakutan, intimidasi, atau bahaya.
Contoh iman sebelum taat :
- Nuh membangun bahtera sebelum ada tanda-tanda bahaya yang nyata.
- Abraham siap mengorbankan Ishak sebelum ada penjelasan dari Allah.
- Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir meskipun ancaman dari Firaun Besar.
Dalam contoh ini, mereka tidak menunggu perasaan atau situasi mereka untuk nyaman atau yakin secara emosional, tetapi mereka bertindak berdasarkan perintah Allah dan janji-Nya.
5.Iman orang-orang ini tidak memenuhi janjinya dalam hal apa? :
- Banyak tokoh dalam Ibrani 11 tidak melihat janji-janji Allah terwujud sepenuhnya dalam hidup mereka. Misalnya, Abraham tidak melihat keturunannya menjadi bangsa besar seperti yang menjanjikan; Musa tidak masuk ke Tanah Perjanjian; dan banyak tokoh lainnya meninggal dunia tanpa melihat janji Allah digenapi sepenuhnya.
Namun, mereka tetap percaya bahwa janji itu akan digenapi, bahkan jika tidak terjadi dalam hidup mereka. Mereka melihat dari jauh janji-janji itu dan percaya bahwa Allah setia
