Universitas Raharja (UR) terus menunjukkan keunggulannya di dunia pendidikan tinggi dengan hadirnya Kampus Learning Factory, sebuah konsep pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik secara nyata. Dengan adanya kampus berbasis Learning Factory, mahasiswa Universitas Raharja tak hanya mendapatkan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga terjun langsung ke dunia industri melalui kolaborasi dengan mitra-mitra maupun DUDI. Hal ini menjadikan Universitas Raharja sebagai pionir dalam penerapan konsep pendidikan yang inovatif, relevan dengan tuntutan dunia kerja saat ini. Tentunya dalam hal mengembangkan hard skill yang relevan dengan tuntutan industri, seperti keterampilan teknis, serta soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, dan berkolaborasi secara efektif.

Kampus Learning Factory yang dicetuskan oleh Prof. Dr. Ir. Untung Rahardja, M.TI., MM merupakan model pembelajaran yang mengintegrasikan pengalaman praktik langsung di industri ke dalam kurikulum pendidikan. Dalam konsep ini, mahasiswa dilibatkan dalam proyek-proyek nyata yang melibatkan mitra industri, sehingga mendapatkan keterampilan praktis hingga menciptakan peluang kerja berbasis startupreneur. Learning Factory di Universitas Raharja juga menjadi salah satu ujung tombak dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar secara mandiri, kreatif, dan inovatif.

Rektor Universitas Raharja juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan industri dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan konsep pembelajaran Gen-Z dalam menjawab tantangan DUDI. “Kampus Learning Factory membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para profesional, sehingga tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman dan mencipatakan lapangan kerja berbasis startupreneur. Diharapkan lulusan Universitas Raharja dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian. Serta mampu berperan aktif dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global, mendukung visi Indonesia Emas 2045, di mana sumber daya manusia unggul menjadi motor penggerak kemajuan bangsa dan terciptanya kesejahteraan berkelanjutan.” ujar Rektor UR.
Dengan optimisme tinggi, Prof. Untung Rahardja juga menegaskan bahwa pengembangan Learning Factory akan terus didorong dan ditingkatkan kualitasnya, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak, baik mahasiswa, mitra industri, maupun masyarakat luas.
Konsep Kampus Learning Factory juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Dengan mendekatkan mahasiswa pada industri sejak dini, Universitas Raharja membantu meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan DUDI. Selain itu, Kampus Learning Factory mendukung menciptakan lapangan kerja yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi creativepreneur.
Harapannya, penerapan Kampus Learning Factory yang signifikan ini dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan DUDI, sekaligus menjadi agen perubahan yang mampu mendorong inovasi dalam industri dalam menciptakan startupreneur. Universitas Raharja berkomitmen untuk terus mengembangkan pendekatan ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
