PERTANYAAN:
1) Pikirkan aksi dari setiap tokoh yang disebutkan dalam perie ini.
Apakah kebiasaan yang sering ditemukan?
2) Jika nama Anda juga tertulis dalam Ibrani 11, menurut anda, apa
yang akan dituliskan oleh si penulis
3) Mengapa “nenek moyang” (iman dari Perjanjian Lama) patut
dihormati ?Bagaimana Anda menjelaskan keimanan orang yang
dihormati?
4) Terkadang kita menyamakan iman dengan perasaan terten tu
(contohnya: percaya diri, berani, yakin, tidak ragu). Apa yang
menunjukkan bahwa kebiasaan orang-orang tersebut bukan
berdasarkan perasaan emosional Apakah Anda biasanya harus
sungguh-sungguh beriman terlebih dulu sebelum taat pada
Allah? Berikan beberapa contoh.
5) Dalam hal apa iman orang-orang ini tidak memenuhi janjinya?
STATUS:100%
KETERANGAN: Saya sudah mengerjakan tugas ini dengan baik dan benar
BUKTI:
1) Aksi dari Tokoh-Tokoh dalam Ibrani 11 dan Kebiasaan yang Ditemukan
Setiap tokoh dalam Ibrani 11 memiliki aksi yang menunjukkan keimanan mereka. Contohnya:
- Nuh: Membangun bahtera saat belum ada hujan, menunjukkan ketaatan dan kepercayaan penuh pada perintah Allah meskipun tampak tidak masuk akal (Kejadian 6:13-22).
- Abraham: Rela meninggalkan tanah kelahirannya untuk pergi ke tempat yang tidak diketahuinya, serta bersedia mempersembahkan Ishak, anak perjanjian (Kejadian 12:1-4, 22:1-19).
- Sara: Menerima janji Tuhan meskipun secara alami mustahil untuk memiliki anak di usia tuanya (Kejadian 18:10-14, 21:1-3).
- Musa: Menolak disebut anak putri Firaun dan memilih menderita bersama umat Allah, serta memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir (Keluaran 2:11-15, Ibrani 11:24-27).
2) Jika Nama Anda Tertulis dalam Ibrani 11, Apa yang Akan Dituliskan?
Jika nama saya tertulis dalam Ibrani 11, penulis mungkin akan mencatat contoh-contoh tindakan di mana saya menunjukkan kepercayaan kepada Allah meskipun dalam situasi sulit. Misalnya, ketika saya bertindak dengan keberanian untuk mengambil keputusan besar yang mengandalkan petunjuk Tuhan, meskipun tidak tahu hasil akhirnya.
3) Mengapa “Nenek Moyang” (Iman dari Perjanjian Lama) Patut Dihormati?
Nenek moyang iman dalam Perjanjian Lama patut dihormati karena mereka menunjukkan kepercayaan yang luar biasa kepada Allah, bahkan sebelum janji-janji sepenuhnya terpenuhi. Mereka percaya kepada Allah dalam situasi yang menantang dan tanpa jaminan segera, tetapi tetap setia karena keyakinan mereka pada kesetiaan dan kekuasaan Allah. Keimanan mereka adalah bukti ketekunan dan pengharapan yang tidak goyah, meskipun seringkali mereka tidak melihat hasil akhir dari janji tersebut dalam hidup mereka (Ibrani 11:13-16).
4) Apakah Iman Didasarkan pada Perasaan Emosional?
Iman tokoh-tokoh tersebut tidak didasarkan pada perasaan emosional seperti percaya diri, berani, atau keyakinan sesaat. Iman mereka ditunjukkan melalui tindakan nyata meskipun menghadapi ketidakpastian dan kesulitan. Contohnya:
- Abraham memutuskan untuk pergi ke tanah yang dijanjikan dan mempersembahkan Ishak bukan karena perasaan berani, tetapi karena iman kepada janji Allah.
- Nuh membangun bahtera bukan karena rasa percaya diri, tetapi karena kepercayaan pada peringatan Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa keimanan sejati muncul sebelum tindakan ketaatan, bahkan jika perasaan manusiawi meragukan atau takut. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: seseorang mungkin memutuskan untuk melayani di tempat yang penuh risiko karena percaya akan panggilan Tuhan, meskipun secara emosional merasa takut atau ragu.
5) Dalam Hal Apa Iman Orang-Orang Ini Tidak Memenuhi Janjinya?
Meskipun mereka beriman, banyak tokoh dalam Ibrani 11 tidak menerima janji sepenuhnya dalam hidup mereka. Contohnya, Abraham tidak melihat keturunannya sebanyak bintang di langit selama hidupnya, dan Musa tidak masuk ke Tanah Perjanjian. Mereka tetap setia meskipun penggenapan sepenuhnya terjadi setelah mereka meninggal. Iman mereka mengajarkan bahwa kepercayaan kepada Allah melampaui hidup di dunia ini dan memiliki pengharapan pada janji-janji yang kekal dan tidak terbatas pada pengalaman fisik.
