Persetujuan Hibah Kolaborasi Penelitian antara Universitas Raharja dan KICT

Pada 31 Oktober 2024, Universitas Raharja (UR) dan Kulliyyah of Information and Communication Technology (KICT) dari International Islamic University Malaysia (IIUM) resmi menyetujui kolaborasi penelitian hibah yang bertujuan untuk memperkuat hubungan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memajukan penelitian di sektor teknologi kesehatan, yang memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ini adalah langkah besar yang menunjukkan komitmen kedua universitas untuk berkontribusi pada pengembangan penelitian inovatif yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia.

Inisiatif kolaborasi ini bertujuan untuk mendalami dan mengembangkan teknologi kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup, dengan fokus pada dua area penelitian utama. Proyek pertama yang menerima dana hibah adalah “Enhanced Mental Health Intervention Using EEG-Based Emotion Detection.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan intervensi kesehatan mental berbasis teknologi EEG (Electroencephalography), yang memungkinkan pemantauan kondisi emosional seseorang dengan lebih presisi, sehingga intervensi yang diberikan bisa lebih tepat dan efektif. Kesehatan mental merupakan isu yang semakin mendapat perhatian global, dan teknologi seperti EEG dapat memberikan solusi yang lebih tepat dalam pemantauan dan penanganannya.

Proyek kedua yang juga didanai adalah “Nonlinear Time Series Analysis of Brain’s Spatiotemporal Dynamics and Its Application to Neurofeedback.” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika spasio-temporal otak menggunakan pendekatan time series nonlinier, yang kemudian diterapkan pada teknologi neurofeedback. Dengan menggunakan teknologi ini, diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan proses pemulihan bagi pasien yang mengalami gangguan saraf atau otak, termasuk pasien dengan gangguan kecemasan, stres, dan masalah kesehatan mental lainnya. Teknologi neurofeedback dapat memberikan pelatihan otak yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi otak secara lebih alami dan non-invasif.

Masing-masing universitas berkontribusi sebesar RM10,000 untuk setiap proyek yang telah disetujui, dengan total dana yang disediakan mencapai RM40,000. Dana ini akan dibagi secara merata antara kedua tim peneliti untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek. Transfer dana hibah akan dilakukan melalui rekening bank Universitas Raharja, yang telah disepakati sebelumnya dengan KICT agar proses transfer dapat berjalan lancar dan tepat waktu. Dalam mengelola dana hibah ini, kedua universitas memastikan bahwa dana yang diberikan digunakan untuk tujuan yang sesuai dengan rencana penelitian yang telah disetujui.

Pengelolaan dana hibah ini akan diawasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Raharja, yang akan memantau dan memastikan bahwa dana hibah digunakan secara efisien dan sesuai dengan rencana penelitian yang telah disusun. LPPM juga akan mengawasi perkembangan penelitian dan menyediakan laporan kemajuan secara berkala, yang akan dikirimkan kepada kedua universitas sebagai bagian dari transparansi dalam penggunaan dana hibah. Hal ini bertujuan agar proyek berjalan dengan efisien dan dapat memenuhi target-target yang telah ditetapkan.

Kolaborasi penelitian ini diharapkan dapat mendorong inovasi baru yang bermanfaat tidak hanya untuk kedua universitas, tetapi juga untuk masyarakat secara luas. Hasil penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi besar dalam bidang kesehatan mental, terutama dalam mendukung terapi berbasis teknologi yang lebih terjangkau dan dapat diakses oleh banyak orang. Penggunaan teknologi EEG dan analisis otak dalam konteks neurofeedback diharapkan dapat membawa solusi baru dalam penanganan gangguan mental, yang semakin penting mengingat tren meningkatnya masalah kesehatan mental di seluruh dunia.

Selain itu, kolaborasi ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini sejalan dengan SDG-3 yang bertujuan untuk memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia. Dengan menggunakan teknologi canggih, diharapkan akan tercipta solusi yang tidak hanya efisien dan inovatif, tetapi juga berdampak luas pada masyarakat. Sehingga, tidak hanya bagi mereka yang membutuhkan, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

Pada akhir proyek, kedua universitas akan mengeluarkan surat penyelesaian yang menandai berakhirnya kolaborasi ini. Surat penyelesaian tersebut juga akan menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi masing-masing pihak dalam menjamin keberhasilan proyek penelitian yang dilaksanakan. Hasil dari penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi perkembangan riset teknologi kesehatan di masa depan, yang akan memberikan manfaat lebih lanjut bagi pengembangan solusi kesehatan yang lebih baik. Keberhasilan proyek ini akan menjadi langkah awal untuk lebih banyak kolaborasi di bidang teknologi kesehatan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga membuka peluang bagi kedua universitas untuk terus memperkuat jaringan penelitian internasional dan menciptakan lebih banyak inovasi dalam bidang teknologi. Ini merupakan langkah besar bagi Universitas Raharja (UR) dan KICT IIUM untuk turut serta dalam mengembangkan penelitian yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi masa depan. Ke depannya, diharapkan lebih banyak penelitian serupa yang dapat menghasilkan solusi berbasis teknologi untuk masalah kesehatan yang dihadapi oleh banyak negara di dunia.

Diharapkan kolaborasi penelitian hibah ini tidak hanya bermanfaat untuk kedua universitas, tetapi juga memberikan dampak yang positif bagi industri, masyarakat, dan perkembangan teknologi di era digital. Inovasi yang lahir dari kolaborasi ini berpotensi untuk menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesehatan mental, serta memajukan riset di bidang prostesis dan ortesis. Keberhasilan proyek ini akan menjadi langkah awal untuk lebih banyak kolaborasi di bidang teknologi kesehatan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment