Lebih dari sekadar mengajar Dosen BisDiUR torehkan prestasi melalui praktik profesional yang menjadi indikator penting atas keberhasilan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Lebih dari sekadar menjalankan kegiatan akademik rutin, dosen Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja (BisDiUR) kini menorehkan jejak kuat di tingkat nasional melalui kiprah profesional yang diakui publik dan industri.
Dr. Ir. Mochamad Heru Riza Chakim, M.M., dosen sekaligus praktisi dalam bidang manajemen dan digitalisasi bisnis, menjadi salah satu contoh nyata bagaimana visi kampus dapat bersinergi dengan dunia nyata. Berbagai kegiatan profesional yang dilakukan beliau bukan hanya memperkuat kapabilitas individu, tetapi juga menjadi luaran konkret dari capaian Tridharma, khususnya dalam bidang pengabdian dan rekognisi keilmuan.
-
Retirement Development Program (RDP) – hasil kolaborasi antara FISIP Universitas Padjajaran dan PT KAI. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari keterlibatan dosen dalam program pensiun berbasis manajemen sumber daya manusia, yang berkontribusi langsung terhadap keberlanjutan organisasi.
-
Pelatihan Dasar Superintending HJS bersama PT Sucofindo Advisory Utama – program pelatihan yang memperkuat standar operasional di bidang industri jasa inspeksi dan pengawasan.
-
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Perkumpulan Gerakan OK OCE – mendukung pemberdayaan wirausaha digital di tingkat masyarakat.
-
DPL Program Wirausaha Merdeka UMN – keterlibatan langsung dalam program pemerintah yang memfasilitasi kolaborasi kampus dan dunia usaha, selaras dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Semua kegiatan ini bukan sekadar pelengkap CV, melainkan telah diakui secara nasional dengan bukti formal dan terhubung langsung dengan ekosistem bisnis digital dan startuppreneur.
Sebagai pengganti Permendikbud No. 3 Tahun 2020, regulasi terbaru Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 ini menekankan pentingnya rekognisi terhadap praktik profesional dosen sebagai bentuk pelaksanaan Tridharma. Aktivitas seperti menjadi narasumber profesional, pelatih, maupun pendamping lapangan kini diakui sebagai luaran resmi tridharma, selama relevan dengan kompetensi dan capaian pembelajaran dosen.
Dalam hal ini, kegiatan Dr. Heru melampaui standar minimal. Tidak hanya memenuhi kewajiban tridharma, tetapi juga memperluas jejaring kampus dengan dunia usaha dan industri. Rekognisi ini menjadi validasi nyata bahwa Prodi BisDiUR aktif berkontribusi secara langsung ke masyarakat dan sektor profesional.
- iLearning: Menjadikan dosen sebagai sumber pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
- Learning Factory: Praktik profesional memberi insight dunia nyata ke dalam proses pembelajaran mahasiswa.
- Raharja Enrichment Program (REP-MBKM): Kegiatan dosen di luar kampus membuka ruang MBKM yang lebih luas bagi mahasiswa.
- Damar Research: Aktivitas ini menjadi basis eksplorasi riset kolaboratif antara akademisi dan profesional.
- Startupreneur Community Service: Pengabdian dosen kepada masyarakat berbasis wirausaha digital.
Dengan demikian, rekognisi ini tidak hanya mendukung, tetapi melampaui capaian standar dalam SN Dikti karena melibatkan peran lintas sektoral dan dampak riil.
Dosen Prodi BisDiUR didorong untuk terus menjalin kemitraan dengan institusi, industri, dan komunitas. Pendekatan ini menjadikan kampus bukan hanya sebagai pusat teori, tapi juga sebagai tempat transfer pengetahuan praktis yang berdampak langsung. Konsep ini sejalan dengan semangat Startupreneur University yang mengedepankan kolaborasi dan inovasi.
Rekognisi terhadap praktik profesional dosen bukan sekadar prestasi individu, tetapi cerminan budaya akademik progresif yang dijunjung tinggi oleh Universitas Raharja.
Apa yang dilakukan oleh Dr. Heru bukan hanya menjadi prestasi, tetapi juga benchmark baru dalam pelaksanaan Tridharma yang relevan, berdampak, dan selaras dengan perkembangan dunia industri digital. Dosen BisDiUR bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga aktor penting dalam pembangunan ekosistem bisnis dan masyarakat digital.
