Hari terakhir di IIUM
Hari keenam dimulai dengan sarapan yang tak biasa di kantin kampus. Aku mencoba menu yang disebut “sarang burung” roti tipis berlapis dengan telur setengah matang di atasnya. Rasanya gurih, unik, dan pas untuk mengawali hari. Terima kasih pada abang Ahmad, mahasiswa IIUM yang merekomendasikannya!
Perjalanan hari ini berlanjut ke KICT (Kulliyyah of Information and Communication Technology), fakultas unggulan IIUM. Di sini, kami melihat berbagai proyek inovatif karya mahasiswa. Ada sistem pendeteksi kualitas air menggunakan sensor di akuarium, hingga teknologi face recognition untuk akses ruangan tanpa kartu atau password. Rasanya keren sekali melihat ide-ide kreatif yang tidak hanya canggih, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat.
Setelah itu, kami mengikuti penyerahan sertifikat secara simbolis dari profesor KICT. Momen ini spesial, tanda penghargaan atas partisipasi kami dalam program pertukaran. Sambutan singkat dari pihak kampus menekankan pentingnya kolaborasi internasional—mengingatkan kami bahwa ilmu pengetahuan akan lebih berarti jika dibagikan lintas negara.

Kunjungan berikutnya adalah IIUM Gallery, galeri sejarah yang menceritakan perjalanan kampus dari awal berdiri hingga menjadi universitas Islam internasional terkemuka. Melihat arsip, foto, dan artefak di sana membuat kami memahami filosofi IIUM: memadukan ilmu modern dengan nilai-nilai Islam.
Tak berhenti di situ, kami juga mengikuti sesi pembelajaran tentang gaming. Mahasiswa IT memperlihatkan proyek game edukasi dan hiburan. Aku bahkan mencoba salah satu game buatan mereka—seru sekaligus bermanfaat. Kreativitas mereka benar-benar menginspirasi.

Menjelang siang, kami kembali ke kantin kampus untuk makan nasi ayam kuah khas Arab. Nasinya panjang dan harum, ayamnya lembut, kuahnya kaya rempah lezat dan mengenyangkan.
Sore hari ditutup dengan belanja oleh-oleh di market sekitar kampus. Suasananya ramai dan penuh pilihan: makanan ringan, baju, gantungan kunci, hingga pernak-pernik khas Malaysia. Rasanya puas bisa membawa pulang sesuatu untuk keluarga dan teman.
Hari ini memberi lebih dari sekadar pengalaman akademis. Ia menghadirkan rasa, cerita, dan pelajaran: bahwa teknologi, budaya, dan persahabatan bisa berpadu menjadi kenangan yang tak terlupakan.
