Pulang Ke indonesia dengan sejuta kenangan
Hari terakhir di Malaysia dimulai dengan sarapan sederhana di asrama. Tak ada menu istimewa, tapi rasanya tetap hangat karena menjadi santapan terakhir sebelum perjalanan pulang. Setelah memastikan semua barang rapi dan koper tertata, kami berangkat bersama menuju Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

Perjalanan menuju bandara dipenuhi perasaan campur aduk. Ada lelah setelah seminggu menjalani jadwal padat, namun juga haru karena program pertukaran pelajar ini harus berakhir. Dalam hati, aku merasa tak rela meninggalkan semua momen berharga yang baru saja dilewati.
Setibanya di bandara, kami melakukan proses check-in dan bagasi. Selesai semua urusan, kami duduk bersama di ruang tunggu. Suasana di sana penuh tawa dan cerita. Kami saling berbagi pengalaman favorit selama seminggu—mulai dari serunya city tour, lezatnya kuliner Malaysia, kunjungan kampus, hingga pengalaman belajar lintas budaya. Rasanya setiap cerita menjadi pengingat betapa berharganya kesempatan ini.
Namun, perjalanan pulang tidak berjalan sepenuhnya mulus. Penerbangan kami mengalami delay, membuat waktu tunggu lebih lama dari rencana. Anehnya, tak ada yang mengeluh. Justru kami memanfaatkan waktu itu untuk bercanda, berfoto, dan menikmati kebersamaan terakhir sebelum kembali ke rutinitas masing-masing di tanah air.
Akhirnya, pesawat yang kami nanti lepas landas. Melihat lampu-lampu kota Kuala Lumpur dari udara untuk terakhir kalinya membuatku sedikit emosional. Begitu roda pesawat menyentuh landasan Indonesia, rasa syukur membuncah. Perjalanan ini telah selesai dengan lancar, aman, dan penuh kenangan indah.
Bagi kami, ini bukan sekadar perjalanan. Ini adalah cerita tentang belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama. Selamat tinggal Malaysia, terima kasih atas semua pelajaran dan pengalaman. Dan untuk teman-teman dari IIUM yang kini tiba di Indonesia—selamat datang dan selamat berpetualang di negeri kami

