
Pagi itu, 27 September 2025, udara masih segar ketika Dwi Andayani duduk di depan layar komputernya. Mengenakan jas almamater biru dan kerudung rapi, ia siap menjadi host untuk TeachTalk 54, webinar bergengsi yang digelar oleh Asosiasi Dosen Indonesia dan IDNU.
Tema hari ini sangat relevan: “Workforce Development for Engineering and Digital Industries”. Di tengah gelombang revolusi industri digital, acara ini adalah jembatan antara dunia akademik dan industri nyata.
Acara dibuka dengan pidato inspiratif dari Prof. DSc (HC) Ir. Mohammed Ali Berawi, Ketua Umum ADI. Dengan suara tenang namun penuh visi, ia berbicara tentang pentingnya kesiapan sumber daya manusia menghadapi masa depan yang semakin digital dan kompetitif.
Kemudian Caesar Wiratama, CEO muda dari PT Tensor Karya Nusantara, tampil sebagai pembicara utama. Lulusan NYU jurusan Teknik Mesin ini membagikan pengalamannya membangun startup teknologi dari nol, hingga akhirnya bisa menggandeng klien internasional. “Yang kita butuhkan bukan hanya keterampilan teknis,” katanya. “Tapi juga keberanian untuk gagal, dan belajar cepat dari kegagalan itu.”
Acara dipandu dengan apik oleh Dr. Rachmadian Wulandana, profesor dari New York, yang memperdalam diskusi ke arah kolaborasi global dan pentingnya pendidikan berbasis proyek nyata di bidang teknik dan digital.
Peserta dari seluruh penjuru Indonesia—dosen, mahasiswa, bahkan profesional muda—terhubung lewat Zoom. Antusiasme terasa lewat kolom chat yang terus mengalir dengan pertanyaan, komentar, dan semangat berbagi.
Di akhir acara, semua peserta mendapatkan e-sertifikat. Tapi lebih dari itu, mereka membawa pulang sesuatu yang jauh lebih berharga: harapan dan motivasi untuk membentuk masa depan industri digital Indonesia.
