haloooo semuanyaaa😖😖😖
jadi di cermi kali ini aku mau ceritain nih kegiatan aku saat mengikuti Sharing SANTAII #213 di “KPR Real Talk: Kita Usahakan Rumah Itu.” pada tanggal 9 Oktober 2025 di OCBC Space, Bsd
Hari itu, udara BSD terasa berbeda. Mungkin karena ada sesuatu yang lebih dari sekadar acara ada makna, ada cerita, dan ada langkah kecil menuju masa depan. Aku dan teman-temanku dari jurusan Bisnis Digital berangkat menuju Hall B, Lt. 3, OCBC Space, BSD untuk menghadiri acara bertajuk “KPR Real Talk: Kita Usahakan Rumah Itu.”
Gerbang dibuka pukul 13.30, dan suasana langsung terasa hangat. Orang-orang berdatangan, membawa rasa ingin tahu yang sama: seperti apa rasanya membicarakan rumah bukan hanya sebagai bangunan, tapi sebagai impian yang ingin diwujudkan.
Acara dibuka dengan sesuatu yang tidak biasa nobar film pendek “Kita Usahakan Rumah Itu”, hasil kolaborasi antara OCBC x Sal Priadi, disutradarai oleh Yandi Laurens, sutradara yang juga dikenal lewat Film “Sore”.
Filmnya pendek, tapi dalam. Tentang rumah, perjuangan, dan hal-hal kecil yang membuat seseorang ingin menetap. Aku terdiam sejenak setelah film selesai bukan karena bingung, tapi karena film itu berhasil menyentuh sesuatu yang lebih pribadi: rasa ingin punya tempat pulang yang benar-benar milik sendiri.
Setelahnya, sesi talk dimulai. Narasumber membahas KPR dari sisi nyata, bukan sekadar teori. Tentang bagaimana bank melihat calon nasabah, tentang rencana keuangan, dan tentang realita generasi muda yang sedang berjuang di tengah biaya hidup yang naik tanpa kompromi.
Ada momen ketika pembicara berkata,
“Rumah itu bukan hanya soal punya, tapi soal berani memulai.”
Kalimat itu seperti mengetuk. Karena di usia kami mahasiswa bisnis digital yang terbiasa berpikir tentang ide, inovasi, dan strategi, ternyata belajar tentang keberanian finansial juga sama pentingnya.
Dari acara ini, aku belajar bahwa membangun rumah bukan cuma soal uang, tapi juga soal visi. Tentang bagaimana kita menyiapkan diri sejak dini, tentang tanggung jawab, dan tentang mimpi yang harus diperjuangkan satu langkah demi satu langkah.
Ketika acara berakhir, kami semua keluar dari ruangan dengan perasaan yang sama ringan, tapi penuh semangat.
Mungkin belum saatnya kami punya rumah sendiri, tapi hari itu kami belajar sesuatu yang tak kalah penting: bagaimana “mengusahakan” masa depan dengan cara yang lebih bijak.
Kegiatan ini membuka pikiranku tentang arti “usaha” yang sesungguhnya. Bukan hanya usaha membangun karier atau bisnis, tapi juga usaha membangun kehidupan. Karena rumah, pada akhirnya, adalah tempat di mana semua mimpi itu kembali untuk beristirahat, bertumbuh, dan dimulai lagi esok hari.
Nahh itu cermi aku, Saat mengikuti Sharing SANTAII #213 di “KPR Real Talk: Kita Usahakan Rumah Itu.” yang keren dan seru banget, jadi segitu aja cermi dari aku sampai ketemu di cermi selanjutnya
dadahh 👋🏻
See u on top guys!! ^^
