Cermi 2-BD206W-Rendhika Adyatama-2481416795

image
image
image

 

 

 

 

Tanggal 24 Oktober 2024 jadi salah satu hari yang cukup seru buat saya, Rendhika, dan teman-teman Bisnis Digital. Kami menghadiri sidang seminar proposal di ruang GMT. Vibes-nya sebenarnya formal, tapi suasananya nggak yang tegang banget. Lebih ke serius tapi santai.

Peserta pertama yang presentasi adalah Wahyu Nur Wahid dengan judul tentang optimasi metode Six Sigma untuk meningkatkan Know Your Customer di Startupreneur CNC. Topiknya cukup berat, tapi cara penyampaiannya enak banget diikuti. Intinya, beliau bahas gimana startup digital itu berkembang cepat, tapi masih sering terkendala efisiensi dan biaya operasional yang lumayan tinggi. Solusinya? Pakai metode Six Sigma biar prosesnya lebih efektif dan nggak buang-buang resource. Yang bikin makin keren, beliau sudah punya publikasi jurnal Sinta dan Scopus, plus pengalaman jadi asisten dosen dan ikut program hibah. Jadi pas presentasi tuh keliatan pede banget, vibes-nya chill tapi tetap profesional.

Lanjut ke Fikri Arsla Ramadhan dengan judul tentang pemodelan IMF untuk penguatan branding jurnal ilmiah di Open Journal System. Topiknya relate banget sama dunia akademik. Dia bahas soal timeline publikasi yang kadang nggak terstruktur, manajemen jurnal yang kurang rapi, sampai sistem OJS yang belum optimal. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan metode tertentu buat ngerapihin sistem sekaligus ningkatin branding jurnal. Pas presentasi sebenarnya lancar, cuma keliatan agak nervous pas masuk sesi tanya jawab. Tapi masih aman dan bisa jawab pertanyaan dosen dengan cukup baik.

Terakhir ada Muhammad Aditya Al Hafiz dengan judul optimalisasi strategi desain grafis promosi digital pakai model AIDA. Nah, ini topik yang menurut saya paling relate sama dunia digital marketing sekarang. Dia bahas gimana banyak desain promosi itu monoton, pesannya kurang ngena, dan nggak bikin orang pengen take action. Dengan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), dia coba bikin strategi desain yang lebih impactful. Penyampaiannya runtut dan cukup smooth, walaupun di beberapa momen sempat grogi. Tapi overall tetap terkendali.

Secara keseluruhan, sidangnya tuh nggak seseram yang dibayangin. Memang ada momen deg-degan, tapi suasananya tetap kondusif dan suportif. Dari situ saya sadar kalau persiapan itu penting banget, bukan cuma soal materi tapi juga mental. Penguasaan topik + cara penyampaian yang tenang itu kunci banget biar sidang bisa berjalan lancar.

Pengalaman ini jadi reminder buat saya supaya lebih siap lagi nanti pas giliran sidang sendiri. Deg-degan pasti ada, tapi kalau persiapan matang, insyaAllah aman.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment