Hallo semua nya balik lagi sama aku Lukita, Sesuai judul yang ada di atas, disini Luki akan membahas tentang seputar Garam Himalaya. Sebelum masuk tentang materi garam himalaya, kalian tau ga sih kalau UMKM Universitas raharja Yaitu SM (Salted Egg Milea) dalam proses pengasinan telurnya munggunakan garam himalaya, lebih lanjutnya tentang SM kalian bisa nih kepoin Instagramnya salteg.eggmil Okey lanjut tentang pengertian Garam Himalaya, kalian tau ga si garam himalaya itu berasal dari mana dan apa saja kandungan yang ada di dalamnya? dan apa perbedaannya dengan garam biasa? disini Luki akan menjawab rasa penasaran kalian semua…
Garam Himalaya
Garam Himalaya adalah jenis garam yang berasal dari wilayah Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia yang terletak di Asia Selatan. Garam ini terkenal karena keunikannya yang berasal dari proses alamiah pembentukannya, serta warnanya yang khas, yaitu merah muda atau merah jambu warna ini terbentuk karena garam himalaya memiliki kandungan zat besi. Garam Himalaya dikenal karena kandungan mineralnya yang kaya, yang memberikan rasa gurih dan khas pada makanan.
Garam Himalaya terbentuk jutaan tahun yang lalu sebagai hasil kristalisasi garam laut prasejarah yang terperangkap dalam lapisan batuan garam di wilayah Himalaya. Proses alami ini, yang melibatkan tekanan geologis, panas, dan perubahan lingkungan alam selama berabad-abad, menghasilkan struktur kristal garam yang unik dan mengandung lebih dari 80 jenis mineral, termasuk magnesium, kalsium, kalium, dan zat besi.
Garam Himalaya sering digunakan sebagai garam bumbu dalam memasak dan menghadirkan rasa gurih dan nuansa mineral yang kaya pada hidangan. Selain digunakan dalam makanan, garam ini juga memiliki popularitas sebagai bahan dalam produk-produk spa, lampu garam Himalaya (lampu garam yang terbuat dari potongan garam Himalaya), dan produk kesehatan alternatif. Beberapa orang percaya bahwa garam Himalaya memiliki manfaat kesehatan tertentu, meskipun klaim ini masih dalam perdebatan dan perlu didukung oleh penelitian lebih lanjut.
Kandungan Garam Himalaya
Garam Himalaya dikenal memiliki kandungan mineral yang kaya, yang memberikan rasa gurih dan khas pada garam ini. Berikut adalah beberapa mineral yang dapat ditemukan dalam Garam Himalaya:
- Natrium (Na): Seperti garam pada umumnya, Garam Himalaya terutama terdiri dari natrium. Natrium penting untuk keseimbangan cairan dalam tubuh, tekanan darah, dan fungsi otot dan saraf.
- Kalsium (Ca): Kalsium adalah mineral yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi, serta berperan dalam berbagai reaksi biokimia dalam tubuh.
- Kalium (K): Kalium adalah elektrolit yang diperlukan untuk kontraksi otot, keseimbangan air, dan fungsi jantung yang sehat.
- Magnesium (Mg): Magnesium diperlukan untuk sejumlah fungsi tubuh, termasuk kontraksi otot, metabolisme energi, dan keseimbangan mineral dalam tubuh.
- Besi (Fe): Besi adalah mineral yang penting untuk produksi sel darah merah dan transportasi oksigen dalam darah.
- Mangan (Mn): Mangan adalah mineral jejak yang diperlukan untuk berbagai reaksi enzimatik dalam tubuh.
- Seng (Zn): Seng adalah mineral penting yang mendukung fungsi kekebalan tubuh, metabolisme, dan kesehatan kulit.
- Tembaga (Cu): Tembaga juga merupakan mineral jejak yang penting untuk sejumlah reaksi biokimia, termasuk pembentukan kolagen dan pengaturan sistem kekebalan tubuh.
- Selenyum (Se): Selenyum adalah mineral penting yang berperan dalam menjaga kesehatan sel dan fungsi tiroid.
Manfaat Garam Himalaya
- Kandungan Mineral: Garam Himalaya mengandung lebih dari 80 jenis mineral, termasuk kalsium, kalium, magnesium, dan besi. Beberapa orang percaya bahwa konsumsi garam ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral tubuh.
- Rasa yang Khas: Garam Himalaya memiliki rasa yang khas dan gurih yang disebabkan oleh kandungan mineralnya. Ini dapat memberikan sentuhan berbeda pada hidangan dan digunakan oleh beberapa koki untuk meningkatkan rasa makanan.
- Keseimbangan Elektrolit: Kandungan kalium dalam Garam Himalaya dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang penting untuk fungsi otot, jantung, dan sistem saraf.
- Keseimbangan pH: Garam Himalaya diklaim membantu menjaga keseimbangan pH tubuh yang sehat. Beberapa orang percaya bahwa mengonsumsi garam ini dapat membantu mengurangi keasaman dalam tubuh.
- Mendukung Kesehatan Kulit: Garam Himalaya sering digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit, seperti scrub garam, dan diklaim dapat membantu eksfoliasi kulit dan memberikan manfaat untuk kulit.
Perbedaan Garam Himalaya Dengan Garam Biasa
- Karna garam Himalaya mempunyai kelebihan dari garam biasa dalam menjaga tekanan darah, karna garam biasa mengandung sodium yang berlebihan sehingga memicu tekanan darah tinggi, oleh karena itu kita menggunakan garam Himalaya karena mengandung lebih sedikit sodium, tetapi tetap bisa memberikan cita rasa asin pada makanan
- Terletak pada perbedaan warnanya, garam Himalaya memiliki banyak kandungan salah satu nya yaitu zat besi sehingga menghasilkan warna pink cerah, sedangkan garam biasa berwarna putih karena mengandung natrium klorida
- Diantara garam himalaya yg didapat dari gunung, itu lebih baik, karena masih alami dengan kandungan mineral nya.
Sebaliknya, garam biasa yg didapat dari laut, itu kurang baik, dari segala konsumsi untuk manusia, karena pencemaran laut sdh sangat banyak, Sehingga garam dapur yang biasa nya kita makan, itu kandungan plastik nya sdh banyak, dan itu beracun utk tubuh kita.
Maka dari itu garam himalaya lebih baik, lebih sehat untuk konsumsi kita.
Itu adalah penjelasan singkat tentang Garam Himalaya.
Sesekali kalo mau pake garam Himalaya nggak ada salahnya kok, gais. Aku juga penasaran soalnya, beda nggak ya telur ceplokku kalo digareminnya pake garem mahal? hihihihi. Menarik kan, bahasan kita kali ini? Semoga dengan kalian membaca artikel ini, bisa menambah wawasan kalian tentang Garam Himalaya yah….
Jalan-jalan Ke Bekasi
Jangan Lupa Membeli Nasi
Cukup Sekian Artikel ini
Sekian Terimakasih



