BD202 REY – Week 10 – Get to know the batteries in the PLTS system

WELCOME CERMI WEEK 10

Alhamdulillah, Today. Rabu, 22 Mei 2024 terdapat perkuliahan melalui Luring dan Daring yaitu, BD202 Bisnis Digital dari pukul 08.00 s/d selesai dihadiri dengan total 63 Mahasiswa, diantaranya 36 Mahasiswa hadir secara luring dan 27 hadir melalui daring.

Untuk Kegiatan hari ini sangat seru karna Mahasiswa Bisdi sangat antusias dalam materi Get to know the batteries in the PLTS system yah🤗🙏🏻

Resume dari materi Get to know the batteries in the PLTS system :

  1. Peran Baterai dalam Sistem PLTS: Baterai merupakan komponen kunci dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berfungsi menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Energi ini kemudian dapat digunakan saat kebutuhan listrik tinggi atau ketika sinar matahari tidak tersedia (malam hari atau cuaca mendung).
  2. Jenis-Jenis Baterai: Beberapa jenis baterai yang umum digunakan dalam sistem PLTS meliputi:
    • Baterai Asam Timbal (Lead-Acid): Merupakan jenis baterai yang paling banyak digunakan karena harganya yang relatif murah. Tersedia dalam dua tipe utama: Flooded Lead-Acid (FLA) dan Sealed Lead-Acid (SLA) yang termasuk Gel dan Absorbent Glass Mat (AGM).
    • Baterai Lithium-Ion: Meskipun lebih mahal, baterai ini menawarkan keunggulan dalam hal efisiensi, densitas energi yang lebih tinggi, umur panjang, dan perawatan yang minim. Jenis yang paling populer adalah Lithium Iron Phosphate (LiFePO4).
    • Baterai Nickel-Cadmium (NiCd): Dikenal tahan lama dan memiliki kemampuan pengisian cepat, tetapi kurang populer karena masalah lingkungan terkait cadmium.
  3. Karakteristik Baterai:
    • Kapasitas: Diukur dalam ampere-hour (Ah) atau kilowatt-hour (kWh), menunjukkan jumlah energi yang dapat disimpan.
    • Daya Tahan (Cycle Life): Jumlah siklus pengisian-pengosongan yang bisa dilakukan sebelum kapasitas baterai berkurang secara signifikan.
    • Efisiensi: Persentase energi yang dapat disimpan dan kemudian digunakan kembali. Baterai lithium-ion biasanya memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan baterai asam timbal.
    • Depth of Discharge (DoD): Persentase dari total kapasitas baterai yang bisa digunakan sebelum pengisian ulang.
  4. Pemilihan Baterai: Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih baterai untuk sistem PLTS meliputi:
    • Kebutuhan Energi: Jumlah energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan harian.
    • Biaya: Termasuk biaya awal dan biaya operasional jangka panjang.
    • Keandalan dan Umur Pakai: Berapa lama baterai dapat bertahan dalam penggunaan rutin.
    • Pemeliharaan: Tingkat perawatan yang dibutuhkan untuk menjaga performa baterai.
  5. Instalasi dan Pemeliharaan:
    • Instalasi yang Tepat: Baterai harus diinstal dengan benar untuk menghindari risiko seperti kebakaran atau kerusakan. Sistem ventilasi yang baik juga diperlukan untuk baterai asam timbal jenis FLA.
    • Pemeliharaan Rutin: Memastikan kondisi fisik baterai, mengontrol level elektrolit (untuk baterai FLA), dan menjaga baterai tetap dalam kondisi pengisian yang optimal.
  6. Keuntungan dan Tantangan:
    • Keuntungan: Menggunakan baterai dalam sistem PLTS dapat meningkatkan ketahanan energi, mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik, dan memungkinkan penggunaan energi terbarukan secara lebih efisien.
    • Tantangan: Tantangan utama meliputi biaya awal yang tinggi, kebutuhan pemeliharaan, dan pengelolaan daur ulang baterai bekas untuk mengurangi dampak lingkungan.

Dengan pemahaman yang baik tentang jenis, karakteristik, dan pemilihan baterai, serta strategi instalasi dan pemeliharaan yang tepat, sistem PLTS dapat dioptimalkan untuk memberikan sumber energi yang andal dan berkelanjutan.

BD202

Link SKuP

bit.ly/SkuPBD202

Link Zoom

s.id/BD202-Week10

Link Materi Perkuliahan

s.id/materiBD202

Link Resume Week 10

bit.ly/ResumeBD202

Hwaiting Sobat BISDI
Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment