FE201 assigment 9 #2 -EllaSamariaSimorangkir

Pertanyaan :

1. Bagaimana langkah-langkah perhitungan yang
dilakukan dalam pengujian hipotesis untuk mean?
2. Apa yang menjadi nilai kritis dalam perhitungan
uji hipotesis untuk menentukan apakah hipotesis
nol diterima atau ditolak

Status :

100%

Keterangan :

Saya sudah mengerjakan assignment 9 #2 FE201 dengan baik.

Bukti :

1. Bagaimana langkah-langkah perhitungan yang
dilakukan dalam pengujian hipotesis untuk mean?

Jawab :

1. Merumuskan Hipotesis
Tentukan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1).

H0 (Hipotesis Nol): Biasanya menyatakan bahwa tidak ada perbedaan atau efek, atau mean populasi sama dengan nilai tertentu (misalnya, μ = μ0).
H1 (Hipotesis Alternatif): Menyatakan bahwa ada perbedaan atau efek, atau mean populasi tidak sama dengan nilai tertentu (misalnya, μ ≠ μ0).

2. Memilih Tingkat Signifikansi (α)
Tentukan tingkat signifikansi (α), yang merupakan probabilitas membuat kesalahan tipe I (menolak H0 padahal H0 benar). Umumnya, α dipilih sebesar 0,05 atau 5%.

3. Menentukan Statistik Uji
Pilih statistik uji yang sesuai berdasarkan jenis data dan informasi yang diketahui tentang populasi. Untuk mean, statistik uji yang sering digunakan adalah z-test atau t-test.

Z-test: Digunakan jika ukuran sampel besar (n > 30) atau varians populasi diketahui.
T-test: Digunakan jika ukuran sampel kecil (n ≤ 30) dan varians populasi tidak diketahui.

4. Menentukan Daerah Penolakan
Tentukan daerah penolakan (critical region) berdasarkan nilai kritis yang sesuai dengan tingkat signifikansi (α). Nilai kritis dapat diperoleh dari tabel distribusi z atau t.

5. Menghitung Statistik Uji
Hitung nilai statistik uji (z atau t) menggunakan data sampel dan rumus yang sesuai.

6. Membuat Keputusan
Bandingkan statistik uji dengan nilai kritis:

Jika statistik uji jatuh dalam daerah penolakan, tolak H0.
Jika statistik uji tidak jatuh dalam daerah penolakan, gagal untuk menolak H0.

7. Menyimpulkan
Buat kesimpulan berdasarkan keputusan:

Jika H0 ditolak, berarti ada bukti yang cukup untuk mendukung H1.
Jika gagal menolak H0, berarti tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung H1.

2. Apa yang menjadi nilai kritis dalam perhitungan
uji hipotesis untuk menentukan apakah hipotesis
nol diterima atau ditolak?

Jawab 

Nilai kritis dalam perhitungan uji hipotesis adalah nilai batas yang digunakan untuk menentukan daerah penolakan hipotesis nol (H0). Nilai kritis tergantung pada tingkat signifikansi (α) dan jenis uji yang dilakukan (satu sisi atau dua sisi).

Menentukan Nilai Kritis
Tingkat Signifikansi (α):

Tingkat signifikansi α adalah probabilitas membuat kesalahan tipe I (menolak H0 padahal H0 benar). Nilai α yang umum digunakan adalah 0,05 (5%).
Distribusi Statistik Uji:

Z-test: Nilai kritis untuk distribusi normal standar.
T-test: Nilai kritis untuk distribusi t-Student, yang tergantung pada derajat kebebasan (df = n – 1).

Uji Dua Sisi:
Tolak H0 jika |statistik uji| > nilai kritis.
Gagal menolak H0 jika |statistik uji| ≤ nilai kritis.
Uji Satu Sisi:
Tolak H0 jika statistik uji > nilai kritis (untuk H1: μ > μ0).
Tolak H0 jika statistik uji < nilai kritis (untuk H1: μ < μ0).
Gagal menolak H0 jika statistik uji tidak jatuh dalam daerah penolakan.

contoh :

Dengan demikian, nilai kritis berfungsi sebagai acuan untuk menentukan apakah statistik uji cukup ekstrem untuk menolak hipotesis nol, berdasarkan tingkat signifikansi yang telah ditetapkan.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post