
2 Rekognisi Nyata Dosen BisDi Muhamad Yusup
Bukti Kuat Capaian Tridharma Tingkat Nasional
Menjadi sorotan utama dalam bukti nyata implementasi Tridharma. Kali ini, Dosen BisDi UR, Muhamad Yusup, mendapatkan pengakuan nasional melalui keterlibatannya dalam dua organisasi prestisius: sebagai pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan pengurus pusat APTIKOM.
Dua rekognisi ini bukan hanya pencapaian individu, melainkan cerminan dari komitmen UPPS (Unit Pengelola Program Studi) dalam memastikan bahwa luaran tridharma dosen dapat terukur, tervalidasi, dan berdampak nyata di tingkat nasional. Hal ini sangat penting dalam memenuhi kriteria Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) serta mendukung akreditasi unggul Program Studi BisDi.
ISEI sebagai Wadah Ekonomi Intelektual
ISEI dikenal sebagai organisasi bergengsi yang menaungi akademisi dan praktisi ekonomi di Indonesia. Dengan bergabungnya Muhamad Yusup dalam struktur pengurus masa bhakti 2023-2026, artinya BisDi UR telah menempatkan perwakilannya dalam pusat strategi pembangunan ekonomi nasional.
Partisipasi ini sekaligus menjadi jalur diseminasi hasil penelitian tridharma, baik dalam bentuk kajian ekonomi digital, publikasi ilmiah, maupun forum diskusi nasional. Inilah bukti pertama dari 2 rekognisi nyata dosen BisDi yang menunjukkan keterlibatan aktif dalam ekosistem keilmuan yang luas.
APTIKOM dan Kontribusi Teknologi Digital
APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) menjadi ruang kolaborasi dosen-dosen teknologi dan bisnis digital se-Indonesia. Terpilihnya Muhamad Yusup dalam struktur pengurus pusat APTIKOM Periode 2018-2022 menandakan bahwa kompetensi dosen BisDi tidak hanya diakui secara akademik, tetapi juga strategis dalam dunia digital dan pendidikan tinggi.
Rekognisi ini memberikan akses luas bagi BisDi UR untuk berkontribusi dalam pengembangan kurikulum, kebijakan nasional, serta riset-riset kolaboratif dalam bidang bisnis digital dan teknologi informasi. Ini merupakan bagian integral dari luaran tridharma yang terstandar dan terdokumentasi sebagaimana disyaratkan oleh SN Dikti.
Evaluasi Berkelanjutan sebagai Pilar Kualitas
Kedua rekognisi tersebut tidak terjadi secara instan. Unit Pengelola Program Studi BisDi telah menerapkan proses evaluasi sistematik terhadap kinerja tridharma dosen. Setiap kontribusi intelektual dicatat, dianalisis, dan disempurnakan dalam sistem pelaporan terintegrasi — mulai dari penggunaan iMe, iDuHelp!, hingga platform internal lainnya.
Melalui pendekatan ini, setiap luaran tridharma yang dicapai dosen tidak hanya berorientasi pada output, tetapi juga outcome yang berdampak pada masyarakat luas. Termasuk dalam hal ini adalah pengakuan resmi melalui keanggotaan organisasi nasional, seperti yang diperoleh oleh Muhamad Yusup.
Kiprah dosen dalam organisasi eksternal juga sejalan dengan lima pilar utama VMTS Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja, yaitu:
-
iLearning – Kegiatan organisasi memberikan ruang aktualisasi pembelajaran berbasis inovasi dan teknologi.
-
Pelaksanaan Learning Factory – Praktik di dunia nyata menjadi laboratorium pengalaman dosen untuk membimbing mahasiswa.
-
Raharja Enrichment Program (REP)-MBKM – Koneksi dengan organisasi nasional membuka peluang kolaborasi untuk program Merdeka Belajar.
-
Discovery and Mastery (Damar) Research – Melalui jaringan organisasi, penelitian dosen dapat dikembangkan secara multidisipliner.
-
Startupreneur Community Service – APTIKOM dan ISEI menjadi wahana memperluas layanan masyarakat berbasis bisnis digital.
Prodi BisDi sebagai Model Inovasi Pendidikan
Dengan fondasi tridharma yang kuat dan evaluasi capaian yang berkelanjutan, Program Studi BisDi UR menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dapat menghasilkan dosen yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi profesional nasional.
2 rekognisi nyata dosen BisDi Muhamad Yusup membuka peluang kerja sama nasional dan internasional, memperluas jejaring prodi, dan mengangkat citra institusi dalam proses akreditasi. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara visi institusi, kinerja dosen, dan dukungan sistemik dapat melahirkan legacy akademik yang membanggakan.
Akhirnya, pengakuan atas kiprah dosen BisDi UR bukan hanya simbolis. 2 rekognisi nyata dosen BisDi Muhamad Yusup menunjukkan bahwa universitas mampu mendorong dosennya untuk menghasilkan luaran tridharma yang berkelas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan terus menjaga kualitas, melakukan evaluasi berkala, serta mendukung dosen dan mahasiswa dalam pengembangan tridharma, Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja siap melangkah menuju akreditasi unggul, membawa semangat iLearning dan startupreneur ke tingkat yang lebih tinggi.
