Pertanyaan
Sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran dan pengalaman industri di OCBC, kalian diminta untuk menyusun dan membagikan refleksi kegiatan sebagai berikut:
1. CERMI (Cerita Mini) Kegiatan di OCBC
Tuliskan refleksi pribadi mengenai pengalaman kalian selama mengikuti kegiatan di OCBC. Seperti:
Deskripsi singkat kegiatan yang dilakukan.
Hal-hal baru yang dipelajari atau pengalaman menarik yang didapat.
Nilai atau pelajaran yang bisa diambil untuk pengembangan diri dan karier.
Kesimpulan/refleksi pribadi: bagaimana kegiatan ini berpengaruh terhadap cara pandang atau pemahaman kalian tentang dunia kerja dan bisnis digital.
Wajib ada foto maupun video
2. Story Instagram (Video Kegiatan Singkat)
Buat video dokumentasi singkat (maksimal 1 menit) yang menampilkan momen kegiatan kalian di OCBC.
Video bisa berupa:
Cuplikan aktivitas kalian selama kegiatan.
Keseruan bersama tim atau rekan kerja.
Pesan singkat atau kesan kalian tentang kegiatan tersebut.
Wajib tag akun: @universitasraharja , @alphabet.incubator , @bisdiur
Pastikan video terlihat menarik, informatif, dan tetap sopan.
3. Q&A (Pertanyaan dan Jawaban)
Buat minimal 1 pertanyaan dan jawabannya yang berkaitan dengan pengalaman kegiatan kalian ke narasumber.
Status:100%
Keterangan: Saya telah mengerjakan dengan baik dan benar
Bukti:
- Pada Kamis, 9 Oktober 2025, mahasiswa Universitas Raharja mengikuti kegiatan Sharing Santai #213
Dalam seminar OCBC Ruang Menyala yang membahas KPR, saya ikut menyimak materi mengenai mekanisme pengajuan KPR, suku bunga, tenor, persyaratan kelayakan, simulasi cicilan serta risiko dan manfaat memiliki rumah melalui pembiayaan bank. Dari kegiatan itu saya belajar prinsip-prinsip penting seperti bagaimana menghitung beban cicilan agar tidak memberatkan keuangan pribadi, bagaimana memilih jenis KPR (fixed rate vs floating), serta bagaimana mempersiapkan dokumen dan syarat agar aplikasi disetujui. Nilai penting yang saya petik adalah pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, disiplin dalam pembayaran cicilan, dan kehati-hatian dalam memilih skema pinjaman agar tidak terjebak utang yang membebani. Pengalaman ini sangat relevan untuk pengembangan karier di sektor keuangan atau perbankan, karena memberi wawasan konkrit tentang produk kredit dan manajemen risiko. Secara pribadi, seminar ini memperluas cara pandang saya bahwa bisnis properti & pembiayaan tidak hanya soal nilai rumah, tetapi juga soal struktur keuangan, kredibilitas nasabah, dan digitalisasi proses aplikasi KPR dan membuat saya lebih menyadari bahwa dunia kerja/finansial kini menuntut pemahaman produk keuangan secara mendalam agar bisa memberi solusi optimal bagi masyarakat - Dokumentasi Vidio

- Saya bersyuku masih bisa di beri ke sempatan untuk bertanya berikut pertanyaan yang saya tanya kanBanyak orang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) secara tiba-tiba, sementara mereka masih memiliki tanggungan cicilan rumah atau KPR. Dalam kondisi seperti itu, tentu muncul tekanan finansial dan psikologis yang cukup besar Menurut Bapak/Ibu, apa langkah pertama yang sebaiknya dilakukan seseorang ketika terkena PHK tetapi masih memiliki kewajiban membayar cicilan rumah?
Apakah lebih baik langsung bernegosiasi dengan pihak bank, mencari sumber penghasilan baru, atau ada strategi lain yang lebih tepat untuk menjaga agar cicilan tetap berjalan tanpa menambah beban utang?”point yang saya tangkep yaitu mempersiapkan uang darurat sebelum mengambil KPR jangan kali kali ngambil KPR tanpa mempertimbang kan terlebih dahulu
Dari kegiatan ini, saya memperoleh insight bahwa kepemilikan rumah bukan sekadar tanggung jawab finansial semata, melainkan sebuah perjalanan hidup yang memerlukan strategi dan pemahaman keuangan yang matang. Memang, kesenjangan antara harga properti dan kenaikan pendapatan pribadi bisa jadi tantangan, tetapi dengan perencanaan yang baik, pengelolaan keuangan yang disiplin, serta dukungan dari skema perbankan yang tepat, cita-cita memiliki rumah tetap bisa diwujudkan.
