Annyeong yeoreobun!
Welcome to the story of KKP Bloomery’s journeyyyyy~

Setiap mahasiswa tentu memiliki pengalaman yang paling berkesan selama menjalani perkuliahan. Bagi Audi, salah satu pengalaman tersebut adalah Kuliah Kerja Praktek (KKP). KKP bukan hanya menjadi syarat akademik untuk menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di kelas dapat diterapkan dalam dunia nyata.
Di Alphabet Incubator Audi memulai perjalanan KKP, tepatnya pada tim Casindo yang mengembangkan produk Salted Egg Milea. Produk ini merupakan salah satu inovasi yang lahir dari mahasiswa Bisnis Digital Universitas Raharja. Selama beberapa tahun terakhir, Salted Egg Milea telah mengikuti berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional, seperti Trade Expo Indonesia, China Homelife, Pangan Nusa, sampai mengikuti UMKM Award, serta berbagai pameran dan program pengembangan UMKM lainnya.
Selama berada di lingkungan Alphabet Incubator, Audi tidak hanya belajar mengenai proses bisnis sebuah UMKM, tetapi juga memahami bahwa membangun sebuah produk memerlukan kerja sama, konsistensi, dan kemauan untuk terus beradaptasi. Setiap diskusi, evaluasi, hingga proses pengembangan produk memberikan pengalaman baru yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.
Berbeda dengan pelaksanaan KKP pada umumnya yang berfokus pada penyusunan laporan hasil kegiatan di perusahaan, KKP yang Audi jalani menggunakan skema publikasi ilmiah. Dalam proses tersebut, Audi berkesempatan menyusun artikel ilmiah berjudul “Cross-cultural Adoption of Gamified Attendance Systems in Multinational Work Environments.” Artikel tersebut berhasil dipresentasikan pada International Conference on Creative Communication and Innovative Technology (ICCIT) dan diterbitkan melalui IEEE Xplore. Bagi Audi, pengalaman ini menjadi salah satu pembelajaran yang paling berharga karena memberikan kesempatan untuk memahami bagaimana sebuah penelitian disusun, dievaluasi, hingga dipublikasikan di forum akademik internasional.
Di sisi lain, Audi juga menyusun laporan KKP dengan judul “Peran Social Proof Strategy dalam Membangun Kepercayaan Konsumen terhadap Inovasi Produk Olahan Lokal pada Bisnis Digital.“ Penelitian ini berangkat dari pengalaman selama mendampingi pengembangan Salted Egg Milea. Audi melihat bahwa keberhasilan sebuah produk lokal tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi juga oleh bagaimana produk tersebut mampu membangun kepercayaan konsumen melalui testimoni, ulasan pelanggan, partisipasi dalam berbagai pameran, serta pengakuan dari berbagai pihak. Seluruh pengalaman tersebut menjadi dasar dalam mengangkat tema Social Proof Strategy pada laporan KKP.
Selama penyusunan laporan, Audi mendapatkan bimbingan langsung dari Prof. Dr. Ir. Untung Rahardja, M.T.I., M.M. dan Shofiyul Millah, S.Kom., S.Bns. Proses penyelesaian laporan dilakukan melalui 38 kali sesi bimbingan. Setiap pertemuan memberikan banyak masukan, mulai dari penyempurnaan struktur penulisan, penguatan landasan teori, hingga cara menyajikan hasil penelitian secara lebih sistematis. Dari proses tersebut, Audi menyadari bahwa sebuah karya ilmiah yang baik lahir melalui proses diskusi, revisi, dan penyempurnaan yang dilakukan secara berulang.
KKP juga mengajarkan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika perkuliahan selesai di ruang kelas. Pengalaman mendampingi pengembangan UMKM, menyusun penelitian, berdiskusi dengan dosen pembimbing, hingga mengikuti proses publikasi internasional memberikan sudut pandang baru mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan terus belajar mengikuti perkembangan teknologi.
Bagi Audi, pengalaman di Alphabet Incubator memberikan gambaran nyata bahwa transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana sebuah inovasi dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melihat perjalanan Salted Egg Milea yang mampu berkembang dan tampil di berbagai ajang pameran membuat Audi semakin memahami bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk terus tumbuh apabila didukung dengan strategi yang tepat dan inovasi yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, KKP menjadi salah satu pengalaman yang mempertemukan berbagai hal yang telah Audi pelajari selama menjadi mahasiswa Bisnis Digital. Mulai dari pembelajaran di kelas, pengalaman mengembangkan UMKM, hingga proses penelitian dan publikasi ilmiah, semuanya saling melengkapi dan membentuk pemahaman baru mengenai dunia profesional.
Perjalanan ini tentu bukan akhir, melainkan langkah awal untuk terus belajar dan berkembang. Masih banyak tantangan yang akan dihadapi dan pengalaman yang ingin dicapai. Namun melalui KKP, Audi belajar bahwa setiap proses memiliki maknanya sendiri. Setiap pengalaman memberikan pelajaran baru, setiap revisi membantu menjadi lebih baik, dan setiap kesempatan yang dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh dapat membuka jalan menuju pencapaian berikutnya.
Bagi Audi, KKP bukan sekadar menyelesaikan kewajiban akademik. KKP menjadi pengalaman yang menunjukkan bahwa ilmu, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar dapat berjalan berdampingan. Dari sinilah Audi semakin yakin bahwa perjalanan sebagai mahasiswa bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi yang lebih besar di masa depan.
