Muhammad Farhan Kamil – Assignment 1 – FE209 – 2381476461

PERTANYAAN :

1. Carilah Contoh Laporan Tahunan Perusahaan yang telah tentukan di bawah ini
a. Antam, kelompok pk2 #1
b. Bukit Asam, kelompok 4
c. Telkom, kelompok 9
d. BCA, kelompok 7
e. Mandiri, kelompok 8
f. BNI, kelompok 6
g. Gas Negara, kelompok pk2 #2
h. Bank Syariah Indonesia
i. Toko Pedia, kelompok 1
j. Jasa Marga, kelompok 2
k. Astra Internasional, Kelompok 5
l. Unilever, kelompok 3

2. Analisis Strategic Position Analysis, Value Chain Analysic, dan Cost Driver Analysis Laporan KeuanganTersebut
3. Dapatkan minimal 3 BBC dari teman

Dont forget to create ticker after the class ^^

STATUS :

100% TELAH TERCAPAI

KETERANGAN :

saya telah mengerjakan assignment ini dengan baik dan benar

BUKTI :

f. BNI, kelompok 6

  1. Carilah Contoh Laporan Tahunan Perusahaan yang telah tentukan di bawah ini PTBA

( Bank BNI )

  1. Analisis Strategic Position Analysis, Value Chain Analysic, dan Cost Driver Analysis Laporan KeuanganTersebut
  2. Dapatkan minimal 3 BBC dari teman

 

  1. Carilah Contoh Laporan Tahunan Perusahaan yang telah tentukan di bawah ini PTBA

( Bank BNI )

https://www.bni.co.id/Portals/1/BNI/Perusahaan/HubunganInvestor/Docs/2022/Laporan-Keuangan-Audited-2022.pdf

 

  1. Analisis Strategic Position Analysis, Value Chain Analysic, dan Cost Driver Analysis Laporan KeuanganTersebut

 

Strategic Position Analysis

Strategic Position Analysis (Analisis Posisi Strategis) adalah proses evaluasi yang digunakan dalam perencanaan strategis bisnis. Ini melibatkan penilaian posisi relatif suatu organisasi di pasar atau industri tertentu. Dalam analisis ini, perusahaan memeriksa faktor-faktor seperti kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (analisis SWOT) serta faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal lainnya. Hasil analisis ini membantu perusahaan mengidentifikasi strategi yang paling cocok untuk memanfaatkan kekuatan mereka dan mengatasi kelemahan mereka agar mendapatkan posisi yang lebih kuat di pasar.

 

  • Keunggulan Kompetitif BNI“Sejak tahun 1946, BNI terus mengalami pertumbuhandan menjadi korporasi perbankan yang berkomitmen berkembang bersama masyarakat Indonesia

 

  • Meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap strategi jangka Panjang BNI mendukung peningkatan kinerja saham

 

  • “Obligasi Berwawasan Lingkungan (Green Bond) I BNI 2022.Pada tanggal 21 Juni 2022, BNI kembali memperkuat komitmen terhadap pembiayaan hijau dengan menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi korporasi berwawasan lingkungan (Green Bond) dalam denominasi Rupiah dengan nilai penerbitan sebanyak-banyaknya Rp5 triliun. Green Bondtersebut terdiri dari 2 (dua) seri, Seri A tenor 3 tahun dengan nilai Rp4 triliun dan bunga sebesar 6,35%; dan Seri B tenor 5 tahun dengan nilai Rp1 triliun dan bunga sebesar 6,85%.Penerbitan ini tentunya dengan memerhatikan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond)

 

  • BNI berhasil menutup 2022 dengan mencetak kinerja impresif dan berhasil melampaui konsensus pasar. Hal ini tercermin dari laba bersih konsolidasi yang tercatat Rp18,3 triliun, tumbuh signifikan 68% year-on-year (YoY), dan merupakan perolehan laba bersih tertinggi yang melampaui pencapaian sebelum pandemi. Kinerja yang prima ini terwujud di tengah lingkungan bisnis yang dinamis sepanjang tahun 2022 serta upaya memastikan agenda transformasi perusahaan terus berjalan sesuai dengan blueprint.

 

Value Chain Analysic

Value Chain Analysis adalah proses di mana sebuah perusahaan mengidentifikasi kegiatan utama dan bantuan yang menambah nilai produk,

 

Ronny menjelaskan sinergi yang dilakukan pada hari ini merupakan bentuk keseriusan BNI dalam menggarap value chain yang berada di dalam ekosistem jaringan supply Semen Indonesia. Terlebih, BNI mampu memberikan solusi digital value chain terintegrasi untuk pemberdayaan dan peningkatan kapasitas distributor yang merupakan layer pertama dari korporat melalui Supply Chain Financing (SCF) yang berbasis digital.

Kami mengapresiasi kesempatan yang diberikan ini. Kami berharap kerja sama ini akan memperkuat pemberdayaan para pelaku usaha yang berada pada ekosistem jaringan supply SIG, baik para distributor maupun retailer toko bahan bangunan sehingga terbentuk closed loop ecosystem,” katanya.

 

Ronny juga menegaskan pengelolaan value chain secara optimal sangat penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan dengan meningkatkan efisiensi dan profit melalui reduce cost dan optimalisasi modal kerja. Optimalisasi modal kerja saat ini dilakukan melalui pengaturan cash flow dan mempercepat cash-convertion-cycle baik disisi korporat, mitra korporatnya (distributor), serta retailer yang merupakan mitra turunan distributor.

Pada kesempatan yang sama, Donny Arsal mengatakan kondisi ekonomi yang masih menantang pasca-pandemi membuat optimalisasi modal kerja melalui pengelolaan kas dengan mempercepat cash convertion cycle manjadi keharusan. Dia meyakini kerja sama antara SIG dengan mitra institusi finansial dan teknologi diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masing-masing pihak, serta mendukung kelangsungan bisnis retailer yang berada dalam jaringan SIG.

 

”Kami pun mengapresiasi langkah strategis BNI yang proaktif dengan peluang kerja sama ini. Kami yakin Mitra SIG juga dapat mengoptimalkan tools BNI yang sejalan dengan tren teknologi terkini seperti EDC, BNI Direct, Mobile Banking, hingga QRIS sebagai payment collection. BNI juga memiliki Agen46 sebagai program inklusi keuangan BNI tanpa kantor cabang dalam rangka peningkatan literasi keuangan masyarakat,” imbuhnya.

 

Cost Driver Analysis

Analisis cost driver (pengemudi biaya) adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengkaji faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap biaya dalam suatu bisnis atau proses. Ini membantu organisasi memahami bagaimana biaya-biaya tertentu berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam bisnis mereka. Dengan mengetahui cost driver yang paling signifikan, perusahaan dapat fokus pada pengelolaan biaya dengan lebih efisien.

 

  •  Diatur dalam Kode Etik yang harus dipatuhi oleh segenap auditor;
  •  Tidak diperkenankan terlibat/melakukan kegiatan bisnis/operasional, meliputi:
  •  Mempunyai wewenang dan tanggung jawab atau terlibat/melakukan kegiatan operasional BNI atau Perusahaan Anak/afiliasi/Lembaga Jasa Keuangan yang dimiliki BNI;
  •  Merangkap tugas dan jabatan dengan pelaksanaan kegiatan operasional termasuk Perusahaan Anak/afiliasi/Lembaga Jasa Keuangan yang dimiliki BNI; dan
  •  Terlibat dalam pengambilan keputusan atas suatu kegiatan operasional BNI.
  •  Tidak memiliki hubungan yang menimbulkan potensi benturan kepentingan, seperti:
  •  Memiliki hubungan keluarga dengan pegawai di unit auditee sampai dengan derajat kedua baik hubungan horizontal maupun vertikal;
  •  Auditor pernah menjadi pegawai di unit auditee, baik sebagai pimpinan maupun nonpimpinan;
  •  Melakukan audit terhadap suatu objek audit di mana auditor intern tersebut sebelumnya terlibat dalam memberikan jasa konsultasi/tugas lain atas objek tersebut.
  •  Tidak menerima apapun yang berdampak atau diduga akan berdampak terhadap professional judgement;
  •  Diatur dalam kebijakan masa tunggu (coolingoff period), yaitu:
  •  Penugasan kembali auditor pada unit/auditee yang memiliki potensi benturan kepentingan dapat diberikan minimal setelah dilakukan audit terhadap unit auditee dimaksud sebanyak 1 (satu) kali dan/atau setelahmelewati periode 1 (satu) tahun; dan
  •  Tidak diperkenankan melakukan audit terhadap suatu auditee 2 (dua) kali berturutturut sebagai ketua tim

 

  1. Dapatkan minimal 3 BBC dari teman
Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment