Inovasi Penelitian dalam Pendidikan di Universitas Raharja dengan Hibah Non Ditlitabmas Blockchain

Inovasi Penelitian dalam Pendidikan di Universitas Raharja dengan Hibah Non Ditlitabmas Blockchain

Universitas Raharja melalui penelitian yang didanai oleh Hibah Non Ditlitabmas mengembangkan sebuah inovasi dalam bidang pendidikan dengan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam kursus online terbuka atau Massive Open Online Courses (MOOC). Penelitian ini berjudul Blockchain Education Smart Courses of Massive Online Open Course Using Business Model Canvas yang dilakukan oleh tim peneliti yang terdiri dari Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si. sebagai Ketua Peneliti, serta mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah dalam pendidikan online terkait kredibilitas sertifikasi, privasi siswa, dan masalah validasi ijazah.

Persiapan Hibah Non Ditlitabmas Blockchain

Penelitian ini mendapat pendanaan sebesar Rp. 19.900.000,- dan berlokasi di Universitas Raharja, Tangerang. Hibah ini sangat relevan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), yang mengharuskan setiap perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Implementasi blockchain dalam MOOC sesuai dengan beberapa ketentuan dalam SN Dikti terkait dengan standar pembelajaran, pengelolaan pendidikan, dan penjaminan mutu. Dengan memanfaatkan teknologi terkini, penelitian ini juga mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui teknologi digital yang aman dan transparan.

Penelitian ini berhubungan dengan SDG 4 (Quality Education) karena bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dengan menyediakan platform pendidikan yang dapat diakses secara adil dan transparan bagi semua kalangan. Selain itu, penelitian ini juga mendukung SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan memperkenalkan inovasi dalam infrastruktur pendidikan menggunakan teknologi blockchain.

Melalui penelitian ini, Universitas Raharja tidak hanya memperkuat relevansi dengan standar SN Dikti, tetapi juga memenuhi tujuan akreditasi prodi Bisnis Digital dengan menerapkan teknologi canggih yang memperbaiki proses pembelajaran, verifikasi sertifikat, dan pengelolaan data pendidikan. Hal ini dapat membantu Program Studi Bisnis Digital dalam melampaui penilaian dari Unit Pengelola Program Studi (UPPS) untuk akreditasi karena keberhasilannya dalam mengintegrasikan solusi berbasis teknologi yang memenuhi standar internasional.

Penelitian ini juga sejalan dengan visi Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja, yang mengedepankan pendidikan berkelanjutan yang menghasilkan Startupreneur ahli di bidang Bisnis Digital. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya diajarkan tentang teori bisnis digital, tetapi juga diberikan keterampilan praktis dalam pengembangan dan pengelolaan bisnis digital berbasis teknologi inovatif seperti blockchain. Program ini juga mendukung misi Universitas Raharja dalam mengimplementasikan Learning Factory , iLearning, dan Startupreneur Community Service, yang semuanya bertujuan untuk melahirkan startupreneur yang siap menghadapi tantangan industri digital.

Dengan implementasi Learning Factory dan Raharja Enrichment Program (REP) yang juga mendukung mahasiswa dalam pengembangan kewirausahaan digital, Universitas Raharja terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang siap berinovasi di industri digital. Penelitian ini menjadi bukti nyata bagaimana perguruan tinggi berperan dalam mendorong transformasi digital dalam pendidikan dan membentuk startupreneurs yang berdaya saing tinggi di pasar global.

Penelitian Hibah Non Ditlitabmas Universitas Raharja ini memberikan kontribusi yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan digital di Indonesia, khususnya dalam penggunaan teknologi blockchain untuk mendukung pendidikan online. Dengan penerapan sistem yang lebih transparan, kredibel, dan efisien, penelitian ini diharapkan dapat membuka jalan bagi inovasi pendidikan digital di tingkat global, serta berperan dalam mencapai tujuan SDGs dan memenuhi standar SN Dikti untuk akreditasi prodi Bisnis Digital.

Data Dukung: Laporan Akhir Hibah Non Ditlitabmas Blockchain

Baca Artikel Lainnya……

https://bisnisdigital.raharja.ac.id/skup-dokumen-aps-re-akreditasi-bisnis-digital/
https://bisnisdigital.raharja.ac.id/kriteria-7-penelitian-prodi-bisnis-digital/

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment