
Hall00 gais balik lagi sama cermi Mutia. Di cermi kali ini Mutia mau cerita pengalaman ikut Teach Talk Session ke-49 yang diadakan oleh ADI (Asosiasi Dosen Indonesia) . Topik utamanya adalah Kewirausahaan Global dan Bagaimana Indonesia bisa menangkap peluang di tengah bonus Demografi dan Perkembangan Teknologi.
Narasumbernya adalah Dr. Rachmadian Wulandana dan Bapak Ray Rizaldi (alumni Babson College), yang berbagi banyak insight relevan. Salah satu yang disoroti adalah potensi bonus demografi Indonesia sampai 2040, di mana 64% penduduknya berada di usia produktif. Potensi ini akan berdampak positif kalau diiringi reskilling dan upskilling, terutama menghadapi Industri 4.0 yang menuntut kreativitas berbasis teknologi.
Tren menarik yang dibahas yaitu Entrepreneurship Through Acquisition (ETA), membangun bisnis dengan mengakuisisi usaha yang sudah ada. Pendekatan ini dianggap lebih minim risiko daripada memulai dari nol. Selain itu, pengalaman belajar di Babson College juga dibahas, di mana pendidikan kewirausahaan di sana fokus pada praktik langsung, storytelling emosional, dan komunikasi efektif, berbeda dengan pendekatan teoritis di Indonesia.
Topik lain adalah pemanfaatan AI dalam bisnis, mulai dari ide hingga validasi pasar. Tapi penggunaannya perlu bijak agar tidak berdampak negatif. Tantangan UMKM juga dibahas, seperti regulasi dan pajak yang rumit, tidak seperti sistem di AS yang lebih mendukung usaha kecil.
Terakhir, dibahas soal budaya gagal. Di AS, kegagalan dianggap proses belajar, sementara di Indonesia masih sering dianggap aib. Untuk membangun ekosistem wirausaha yang kuat dan global, dibutuhkan SDM siap, pemanfaatan teknologi, dan reformasi pendidikan yang mendorong kreativitas dan inovasi.
okee sekian cermi mutia kali iniii, see u di next cermii
