1) Rumus sederhana untuk baseline harga provinsi
Kita gunakan formula linear agar mudah dipahami:
BaselineHargat=α+β⋅tBaselineHarga_t = \alpha + \beta \cdot t
-
tt = jumlah bulan sejak Jan 2020 (Jan 2020 = 0, Feb 2020 = 1, dst; Juli 2025 ≈ bulan ke-66).
-
α\alpha = indeks harga headline pada awal periode (misalnya Jan 2020).
-
β\beta = kenaikan rata-rata indeks per bulan (slope).
Contoh (angka ilustrasi):
-
Indeks Jan 2020 = 100.
-
Indeks Juli 2025 = 125.
-
Selisih waktu = 66 bulan → rata-rata kenaikan per bulan = (125−100)/66≈0,38(125-100)/66 ≈ 0,38.
Sehingga:
BaselineHargat=100+0,38⋅tBaselineHarga_t = 100 + 0,38 \cdot t
Proyeksi 12 bulan (Ags 2025 – Jul 2026):
Tambah ±0,38 tiap bulan.
Pada Jul 2026 → indeks ≈ 129,6 (kenaikan ±3,7% per tahun).
Pesan untuk manajer toko: “Rata-rata harga bergerak sekitar 0,4% per bulan; gunakan ini sebagai acuan markup umum.”
2) Dua kategori yang dikecualikan dari markup seragam (kuartal depan)
-
Makanan & minuman non-alkohol
-
Alasan: Kenaikan harganya musiman (musim panen, lebaran, gangguan suplai). Kalau markup langsung diterapkan saat periode festival, konsumen akan langsung merasakan dan bisa pindah merek atau mengurangi belanja.
-
Pertimbangan operasional: Ada kalender promo & siklus diskon supplier. Markup sebaiknya dilakukan setelah promo selesai atau dilakukan bertahap.
-
-
Transportasi (produk yang terhubung dengan harga BBM & mobilitas)
-
Alasan: Sangat tergantung kebijakan pemerintah. Harga bisa naik cepat, tapi juga bisa stabil atau turun kembali. Jika markup dilakukan secara kasar, berisiko kehilangan volume ketika harga BBM turun lagi.
-
Pertimbangan operasional: Lead time suplai pendek, tapi harga transport sangat terlihat publik. Jadi, lebih aman menyesuaikan harga setelah pemerintah resmi umumkan perubahan BBM.
-
Jadi, makanan dan transportasi sebaiknya diberi pengecualian. Kategori lain (perumahan/utilitas, dsb.) lebih aman mengikuti baseline.
3) Jika ada penyesuaian harga BBM bulan depan, bagaimana menyikapinya
-
Jangan langsung ubah formula dasar.
-
Tetap gunakan baseline linear (drift jangka panjang dari headline inflasi).
-
Tambahkan faktor penyesuaian sementara khusus untuk kategori transportasi:
Baseline_Adjustedt=α+β⋅t+γ⋅ShocktBaseline\_Adjusted_t = \alpha + \beta \cdot t + \gamma \cdot Shock_t
Dengan:
-
γ\gamma = perkiraan dampak kenaikan BBM ke harga transport.
-
ShocktShock_t = variabel dummy (1 pada bulan terdampak, 0 pada bulan lain).
Operasional:
-
Tandai SKU transportasi untuk markup selektif sesuai kenaikan BBM.
-
Kategori lain tetap ikut baseline (tidak ikut naik).
-
Evaluasi lagi di review 90 hari: kalau harga BBM stabil tinggi, masukkan ke slope baru; kalau normal kembali, hapus faktor shock.
Jadi manajer punya narasi jelas: “Harga umum mengikuti tren inflasi jangka panjang; transport kita sesuaikan karena kebijakan BBM.”
