A Journey of Growth and Grace – Sausan Raihana Putri Junaedi

🤍Langkah Awal di Dunia Baru🤍

Hari pertama ospek, saya datang membawa banyak rasa gugup dan satu pertanyaan dalam kepala: “Apa saya bisa menemukan tempat saya di sini?” Saya belum mengenal siapa pun, sampai akhirnya keramahan orang-orang di sekitar membuat suasana terasa lebih bersahabat. Salah satu sosok yang masih saya ingat adalah Ka Nindya. Dari interaksi sederhana dengannya, saya mulai melihat bahwa kampus bukan sekadar tempat untuk kuliah, tetapi ruang untuk menemukan potensi diri.

Namun, memasuki semester pertama, saya belum menjadi mahasiswa yang aktif atau menonjol. Saya masih mahasiswa kupu-kupu datang untuk kuliah, lalu pulang. Dunia digital marketing, startup, dan user experience design pun masih terasa asing bagi saya. Saat itu, saya belum tahu akan menjadi seperti apa diri saya beberapa tahun ke depan.

Meski begitu, saya percaya bahwa tidak semua perjalanan besar harus dimulai dengan langkah yang luar biasa. Ada kalanya seseorang perlu berjalan pelan, mengenali dirinya sendiri, dan mengumpulkan keberanian sebelum akhirnya berani mencoba lebih banyak hal.

Saat itu, saya hanya seorang mahasiswa yang sedang mencari arah. Saya belum tahu bahwa kampus yang awalnya terasa asing ini kelak akan menjadi saksi dari banyak hal yang berani saya perjuangkan.

🤍Menemukan Cahaya di Tengah Langkah yang Ragu🤍

Setelah melewati semester pertama yang lebih banyak kuhabiskan dengan kuliah dan pulang, perlahan muncul keinginan untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Aku mulai menyadari bahwa dunia kampus bukan hanya tentang duduk di kelas dan menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang kesempatan untuk mengenal diri sendiri dan menemukan potensi yang selama ini belum kusadari. Meski masih dipenuhi keraguan, kali ini aku ingin melangkah lebih jauh. “Sudah cukup aku bersembunyi. Sekarang saatnya mencoba.”

Langkah pertamaku dimulai ketika aku diajak bergabung dalam proyek kampus SABDA Journal. Dunia jurnal ilmiah masih terasa asing bagiku, tetapi aku memilih menerima kesempatan itu hingga akhirnya dipercaya menjadi Co-PIC. Tanggung jawab tersebut sempat membuatku ragu, sampai aku bertemu Kmil, sosok yang banyak membantuku belajar dari nol, mulai dari desain, penyusunan layout naskah, hingga proses publikasi jurnal. Dari pengalaman itu, aku belajar bahwa kemampuan tidak harus dimiliki sejak awal, melainkan dapat dibangun melalui keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus belajar.

Perjalananku juga berlanjut di Kabinet Kreatif, tempat aku menjalankan berbagai tugas di balik layar, mulai dari menyiapkan perlengkapan kegiatan hingga mengurus surat-menyurat. Meskipun peranku tidak selalu terlihat, pengalaman tersebut mengajarkanku tentang ketelitian, tanggung jawab, dan pentingnya menjadi seseorang yang bisa diandalkan. Tanpa kusadari, pengalaman-pengalaman kecil itu mulai mengubah diriku, dari seseorang yang hanya ingin mencoba menjadi seseorang yang berani mengambil kesempatan lebih besar.

Memasuki semester empat, aku mulai melangkah ke ruang yang lebih luas dengan mengikuti Business Plan Competition dalam ajang internasional IICRO 2024. Awalnya, mendengar kata internasional saja sudah cukup membuatku gugup, tetapi aku tidak ingin terus bertanya-tanya tentang kemampuanku sendiri tanpa pernah mencoba membuktikannya. Bersama tim, aku menyusun ide bisnis dari nol, melewati diskusi panjang, revisi, dan berbagai perbedaan pendapat. Semua proses itu mengajarkanku arti kerja sama dan keteguhan hingga akhirnya perjuangan kami membuahkan hasil: Juara 1 Business Plan IICRO 2024. Pencapaian itu menjadi salah satu momen yang membuatku semakin percaya bahwa keberanian untuk mencoba dapat membawaku lebih jauh dari yang pernah kubayangkan.

Di tahun yang sama, aku kembali dipercaya menjadi Co-Session Chair dalam IICRO 2024. Aku harus memandu jalannya sesi presentasi ilmiah, berkomunikasi dengan pemateri, dan memastikan diskusi berlangsung dengan baik. Rasa gugup tentu masih ada, tetapi aku belajar menghadapinya dengan persiapan dan tanggung jawab. Selain itu, aku juga menjalani peran sebagai Asisten Dosen, yang mengajarkanku bahwa berbagi ilmu bukan sekadar menjelaskan materi, melainkan juga tentang kesabaran dan membantu orang lain memahami sesuatu. Dari berbagai pengalaman tersebut, aku mulai memahami bahwa pencapaian bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang proses yang membentuk kepercayaan diri dan kemampuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

cover

Jika semester empat mengajarkanku bagaimana rasanya berdiri di atas panggung, semester lima mengajarkanku bagaimana bertahan ketika tanggung jawab mulai terasa lebih besar. Aku beralih dari SABDA Journal dan dipercaya menjadi PIC ADI Journal on Recent Innovation (AJRI), sebuah peran yang menuntutku untuk lebih berani mengarahkan pekerjaan, mengambil keputusan, dan memastikan tanggung jawab berjalan dengan baik. Di balik kepercayaan itu, keraguan kembali muncul: “Bagaimana jika aku salah mengambil keputusan? Bagaimana jika aku tidak mampu memenuhi harapan orang lain?” Namun, aku menyadari bahwa aku tidak harus menjadi sempurna untuk mulai belajar menjadi pemimpin.

🤍A Story Worth Telling🤍

Empat tahun kuliah ternyata bukan cuma soal mengejar gelar, mengerjakan tugas, lalu menunggu wisuda. Buat Sausan, ini tentang berani mengambil kesempatan, membawa ide ke kompetisi, dan mencoba hal-hal yang awalnya terasa di luar kemampuan.

Tahun 2023, langkah itu membawaku meraih Harapan 1 Corisindo.

Setahun kemudian, aku mendapat kesempatan menjadi Co-Session Chair IICRO 2024. Bukan cuma menambah pengalaman, tahun itu juga menjadi momen ketika aku berhasil meraih Juara 1 Business Plan di ajang yang sama.

Di balik semua itu, ada proses lain yang terus berjalan. Dari belajar, bekerja sama, hingga terlibat dalam penulisan karya ilmiah, perjalanan kuliahku menghasilkan 14 publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional terakreditasi SINTA serta terindeks Scopus.

Bagiku, setiap pencapaian punya ceritanya sendiri. Ada keberanian untuk memulai, tantangan yang harus dilewati, dan pelajaran yang nggak selalu bisa ditemukan di ruang kelas.

Jadi, kalau ada yang bertanya apa yang kudapat selama empat tahun kuliah, jawabannya bukan cuma angka di transkrip atau gelar di belakang nama.

Aku pulang membawa pengalaman, karya, dan versi diriku yang jauh lebih berani daripada saat pertama kali datang.

Karena ini bukan sekadar perjalanan menjadi sarjana. Ini perjalanan menjadi Sausan.

My journey, my growth, my story.

🤍One Chapter Closes🤍

Hari itu menjadi salah satu momen paling berharga dalam perjalanan Ocan. Setelah melewati empat tahun perkuliahan dengan berbagai cerita, tantangan, dan pengalaman yang mendewasakan, akhirnya Ocan berhasil menyelesaikan Sidang Akhir Komprehensif di Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja. Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, satu perjalanan panjang yang penuh perjuangan akhirnya sampai pada titik yang selama ini ingin Ocan capai.

Bagi Ocan, pencapaian ini bukan sekadar akhir dari masa perkuliahan, melainkan bukti bahwa setiap proses memiliki maknanya sendiri. Ada banyak hal yang dipelajari, banyak langkah yang harus diperjuangkan, dan banyak momen yang membentuk Ocan menjadi pribadi yang lebih kuat dan berani untuk terus melangkah. Hari ini menjadi pengingat bahwa setiap usaha yang disertai doa dan kesabaran akan membawa kita menuju waktunya masing-masing.

Untuk Mama, Papa, Raihan, Salsa, Kendil, Nisa dan Nan

Terima kasih sudah menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Terima kasih untuk setiap doa, dukungan, semangat, dan perhatian yang selalu hadir, bahkan ketika Ocan sendiri merasa lelah atau ragu. Terima kasih sudah menjadi tempat bercerita, tempat pulang, dan orang-orang yang selalu memberikan kekuatan untuk terus melangkah.

Pencapaian ini bukan hanya tentang Ocan, tetapi juga tentang kalian yang ikut membersamai setiap prosesnya. Semoga keberhasilan ini menjadi kebahagiaan yang bisa kita rayakan bersama dan menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik. Semoga Allah SWT selalu membalas setiap kebaikan kalian dengan kebahagiaan dan keberkahan yang berlimpah.

Satu perjalanan telah Ocan selesaikan, tetapi masih banyak cerita yang menunggu untuk diperjuangkan. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan Ocan sampai sejauh ini. 🤍✨

 

 

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

6 Comments

Leave a comment