Assigment 1 – BD308 – Yansha Juliano Putrasetia – 2281476086

Silahkan ikuti intruksi dibawah ini :
1. Silahkan Buat CerMi tentang point dibawah ini

  • Mengidentifikasi ancaman dan kerentanan siber umum yang dihadapi bisnis digital.
  • Mengevaluasi dan menerapkan kontrol keamanan mendasar untuk jaringan, aplikasi, dan data.
  • Menganalisis implikasi keamanan dari teknologi yang muncul seperti komputasi awan dan IoT.

2. Jawaban dibuat sesuai dengan 4 Standarisasi iDu yang terdiri dari Pertanyaan, Status, Keterangan, Bukti (berupa link iMe BisDi)

Status : 100%
Keterangan : saya sudah mengerjakan tugas ini dengan baik dan benar

Bukti :

1. Identifikasi Ancaman dan Kerentanan Siber pada Bisnis Digital
Bisnis digital menghadapi berbagai ancaman siber seperti malware, phishing, serangan DDoS, kebocoran data, dan eksploitasi celah keamanan aplikasi. Ancaman tersebut sering diperparah oleh kerentanan internal, antara lain penggunaan password lemah, sistem yang tidak diperbarui, konfigurasi jaringan yang keliru, serta rendahnya kesadaran keamanan pengguna. Di Indonesia, kasus kebocoran data Tokopedia pada tahun 2020 yang melibatkan lebih dari 90 juta data pengguna menunjukkan bagaimana lemahnya perlindungan data dapat berdampak besar terhadap reputasi dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, identifikasi ancaman dan kerentanan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam strategi keamanan siber bisnis digital.

2. Evaluasi dan Penerapan Kontrol Keamanan Dasar
Penerapan kontrol keamanan harus mencakup tiga aspek utama, yaitu jaringan, aplikasi, dan data. Pada keamanan jaringan, penggunaan firewall, sistem deteksi intrusi, serta monitoring trafik merupakan langkah dasar yang wajib diterapkan. Pada keamanan aplikasi, diperlukan autentikasi yang kuat, pembaruan sistem secara berkala, serta pengujian keamanan untuk mencegah serangan seperti SQL Injection dan Cross Site Scripting. Sementara itu, pada keamanan data, perusahaan harus menerapkan enkripsi, manajemen hak akses, dan mekanisme backup yang teratur. Evaluasi terhadap kontrol keamanan ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem mampu melindungi informasi penting secara efektif. Contoh penerapan nyata di Indonesia terlihat pada sektor perbankan digital yang kini mewajibkan penggunaan autentikasi multi-faktor untuk mengurangi risiko pembobolan akun nasabah.

3. Implikasi Keamanan Teknologi Cloud Computing dan IoT
Perkembangan teknologi seperti komputasi awan dan Internet of Things (IoT) memberikan efisiensi bagi bisnis, namun juga menghadirkan tantangan keamanan baru. Pada layanan cloud, risiko utama meliputi kesalahan konfigurasi, kebocoran data, dan ketergantungan pada pihak ketiga. Kasus kebocoran data e-HAC Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2021 menjadi contoh nyata bagaimana kesalahan konfigurasi sistem berbasis cloud dapat mengekspos jutaan data sensitif pengguna. Sementara itu, perangkat IoT sering memiliki keamanan yang lemah, seperti penggunaan password default dan minimnya pembaruan perangkat lunak, sehingga rentan diretas dan dimanfaatkan sebagai pintu masuk ke jaringan perusahaan. Oleh karena itu, penerapan enkripsi, pengaturan akses yang ketat, serta pemisahan jaringan IoT menjadi langkah penting dalam memitigasi risiko keamanan dari teknologi baru.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment