ASSIGMENT ARTIFICAL INTELLIGENCE ISALORA

Nama : Isalora Simanjuntak
Nim : 2681498454
ASSIGMENT ARTIFFICAL INTELLEGENCE WEEK 1!

Pertanyaan Chekclist!

1. Bagaimana Anda menjelaskan perbedaan antara AI khusus dan AI umum kepada seseorang yang tidak memiliki latar belakang teknis?
Jawab :
AI khusus, atau disebut juga Narrow AI, adalah jenis AI yang dirancang untuk melakukan satu tugas tertentu dan hanya memiliki kemampuan yang terbatas pada tugas itu saja. Contohnya seperti Google Translate, sarana rekomendasi TikTok, atau chatbot layanan pelanggan. AI umum (General AI) adalah jenis AI yang diharapkan mampu berpikir dan belajar seperti manusia, sehingga bisa melakukan berbagai tugas berbeda, bukan hanya fokus pada satu bidang tertentu.

2. Bagaimana kamu menjelaskan perbedaan antara AI sempit (Narrow AI) dan AI umum (General AI) kepada seseorang yang tidak memiliki latar belakang teknis? 
Jawab :
AI sempit adalah jenis AI yang dibuat untuk menjalankan pekerjaan atau tugas tertentu saja. AI ini sangat hebat dalam bidangnya, tetapi tidak bisa dengan mudah mengerjakan tugas lain dengan kemampuannya. Contohnya adalah Google Translate yang berfokus pada penerjemahan bahasa, serta sistem rekomendasi di media sosial yang mempelajari minat pengguna.
Sementara itu, AI umum adalah jenis AI yang mampu belajar dan memahami berbagai macam tugas seperti cara manusia melakukannya. Artinya, AI bukan hanya bisa melakukan tugas satu kali, tetapi juga bisa menyesuaikan diri, menyelesaikan masalah, dan belajar hal baru di berbagai macam bidang.
Menurut saya, perbedaan utamanya adalah pada sejauh mana kemampuan itu mencakup. AI khusus memiliki kemampuan yang spesifik dan terbatas, sedangkan AI umum memiliki kemampuan yang lebih luas dan lebih fleksibel. Saat ini, AI yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari masih berupa AI khusus, sedangkan AI umum masih dalam tahap pengembangan terus-menerus.

3. Apa pentingnya Dartmouth Workshop yang diadakan pada tahun 1956?
Jawab :
Workshop Dartmouth tahun 1956 penting karena dianggap sebagai salah satu titik awal munculnya bidang ilmu Artificial Intelligence (AI) sebagai disiplin ilmu yang terpisah. Dalam workshop tersebut, para ilmuwan mulai membahas dengan serius ide bahwa mungkin bisa dibuat mesin yang mampu meniru kemampuan manusia, seperti belajar, berpikir, menyelesaikan masalah, dan menggunakan bahasa.
Menurut saya, hal terpenting dari workshop ini bukan hanya sekadar pertemuan, tapi adanya pemahaman bahwa kecerdasan manusia bisa dipelajari dan digunakan pada mesin. Dari pemikiran itu, perkembangan penelitian AI terus berlangsung hingga menghasilkan berbagai teknologi yang kita gunakan sampai saat ini.
Sehingga, Dartmouth Workshop bisa dianggap sebagai salah satu awal yang mendorong perkembangan AI menjadi lebih terarah dan sistematis.

4. Menurut pendapatmu, apakah Turing Test masih menjadi ukuran yang valid untuk mengukur kecerdasan mesin? Jelaskan alasanmu.
Jawab :
Menurut saya, uji Turing masih penting, tetapi tidak cukup jika digunakan sendirian sebagai cara mengukur tingkat kecerdasan mesin. Turing Test mengevaluasi apakah sebuah mesin bisa berbicara dengan manusia hingga manusia kesulitan mengetahui apakah lawan bicaranya itu manusia atau mesin. Ini berguna untuk mengetahui seberapa baik AI memahami bahasa dan memberi jawaban yang terasa alami.
Namun, kemampuan mesin dalam berkomunikasi seperti manusia tidak selalu berarti mesin benar-benar mengerti atau berpikir seperti manusia. AI dapat memberikan jawaban yang terlihat meyakinkan karena diajarkan dari banyak informasi, tetapi belum pasti benar-benar memahami, sadar, atau mampu berpikir seperti manusia.
Jadi, menurut saya, uji Turing tetap penting sebagai salah satu cara untuk mengukur kemampuan AI dalam berkomunikasi, tetapi perlu juga diimbangi dengan tes lain, seperti kemampuan menyelesaikan masalah, belajar dari pengalaman, berpikir logis, dan beradaptasi. Dengan begitu, penilaian terhadap kemampuan mesin menjadi lebih lengkap.

5. Apa yang dimaksud dengan “AI effect”, dan bisakah kamu memberikan contoh modernnya?
Jawab :
Efek AI adalah fenomena di mana suatu teknologi tidak lagi dianggap sebagai kecerdasan buatan setelah manusia mulai terbiasa dengan kemampuan teknologi tersebut. Pertama-tama, teknologi itu dianggap sangat canggih dan menunjukkan kemampuan mesin yang cerdas. Namun, setelah teknologi itu berkembang dan digunakan setiap hari, orang-orang mulai memandangnya sebagai sesuatu yang biasa saja.
Contoh yang modern adalah chatbot berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT. Dulunya, kemampuan mesin untuk menjawab pertanyaan, menulis, dan membantu menyelesaikan tugas dianggap sebagai kemajuan teknologi yang sangat hebat. Namun, sekarang banyak orang sudah terbiasa menggunakan AI untuk belajar dan bekerja, jadi kemampuan itu mulai dianggap sebagai hal yang sudah biasa.
Jadi, efek AI menunjukkan bahwa cara manusia menilai kecerdasan buatan terus berubah seiring kemajuan teknologi. Beberapa hal yang dulu dianggap sangat cerdas bisa terasa biasa saja ketika teknologi itu sudah biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Previous Post Previous Post

Leave a comment