Assigment Hash – Nia Amalia Putri – 2581484776 – BD303

Jawaban

1. Karena Portal Pemerintah mengumpulkan data sensitif para warga, lalu Blockchain Publik membuat data tersebut permanen dan publik sehingga data tersebut tidak dapat di hapus dan dapat diakses siapa saja. Kemudian, GenAI dapat membuat catatan ringkas tentang identitas dari pemilik data tersebut serta dapat menampilkan informasi data tersebut. hal ini dapat memicu risiko kebocoran informasi data terhadap privasi dan keamanan data warga, sehingga data tersebut dapat di manfaatkan oleh orang jahat (peretas) dan tentu dapat merugikan warga tersebut.

2. Skenario A: penggunaan hasing

sekolah ingin membuat file ijazah pdf para siswa. lalu melakukan hashing pada file tersebut. Setelah itu, mempublikasikan hasil hash tersebut ke portal sekolah.

alasannya: hashing digunakan untuk memverifikasi bahwa ijazah siswa tersebut 100% asli.

 

skenario B: penggunaan enkripsi

Sekolah ingin mengirimkan transkip nilai para siswa. sebelum dikirim, transkip nilai tersebut harus di kunci (enkripsi).

Alasannya: enkripsi digunakan agar hanya siswa tersebut yang bisa membuka dan melihat isi nilainya.

3. Contoh Data fiktif:

TxID_User_016

– waktu: 10 : 03 – Lokasi: beli kopi kenangan

TxID_User_016

– waktu: 11: 30 – Lokasi: Masuk ke sekolah smansa

TxID_User_016

– waktu: 16:50 – Lokasi: keluar dari sekolah smansa

Penjelasan:

penyerang bisa melihat data aktivitas user_016 seperti membeli kopi kenangan serta dapat mengetahui masuk dan keluarnya user_016 ke sekolah.

Lalu, penyerang dapat membuka medsos seperti ig untuk mencari tau siapa saja yang sering memposting kegiatan di kopi kenangan dan juga mencantumkan sekolah user_016 tersebut. Kemudian penyerang mencocokkan pola ini, sehingga penyerang dapat mengetahui siapa pemilik data tersebut.

4. Serangan Pilihan: Penipuan (Social Engineering) Menggunakan AI.

Ini seperti phishing (email penipuan), tapi AI membuat penipuan tersebut sulit dideteksi.

  • Bagaimana Serangan Terjadi:
    AI mengumpulkan informasi tentang seorang guru dari medsos, misalnya Bu Nia. AI lalu membuat email palsu, seakan akan email tersebut dari Kepala Sekolah. isi dari email itu di buat sepenting mungkin. Karena emailnya sangat meyakinkan, Bu Ani login di website palsu dan password-nya tercuri.
  • Tujuan Penyerang:
    Tujuannya adalah mencuri password guru sekolah tersebut.
  • Dampak yang Ditimbulkan:
    1. Penyerang bisa masuk ke server sekolah.
    2. Penyerang bisa mengubah nilai raport siswa.
    3. Data pribadi semua siswa dan orang tua bisa dicuri.
  • Cara Pencegahannya:
    Langkah Teknis:
    Wajibkan MFA(Kode OTP): Guru harus login pakai password dan kode verifikasi dari HP.
    Pasang Filter Email: Pakai anti-spam untuk memblokir email aneh.

5. Sebagai penanggung jawab keamanan, strategi utama saya adalah “defense-in-depth“. Pertama, saya mulai dengan menerapkan data minimization yaitu  hanya mengambil data warga yang mutlak diperlukan saja. Lalu, Data sensitif yang saya simpan seperti NIK di samarkan menggunakan pseudonymization agar di database hanya terlihat sebagai ID acak. Untuk melindungi akses internal, password staf di hash dan di  tambahkan salt/pepper agar tidak dapat ditebak. Di dalam sistem, kami menerapkan pembatasan akses internal yang sangat ketat, jadi staf Dinas Kependudukan tidak bisa melihat data pajak, dan sebaliknya. Terakhir, semua aktivitas di dalam sistem dicatat secara rinci melalui audit dan logging, sehingga jika ada yang mencurigakan, kami bisa melacaknya dengan cepat.

6. Menurut saya, kebocoran password masih bisa untuk di atasi dengan mengganti password yang baru. Sedangkan, kebocoran data publik dari sistem pemerintah lebih membahayakan karena data ini mencangkup seluruh data pribadi saya. jika hal ini sampai terjadi, maka ini akan sangat merugikan diri saya sendiri dari berbagai aspek.

Kebocoran ini dapat berakibat merusak reputasi saya. misalnya, saya memiliki data riwayat kesehatan mental, status saya sebagai pasien bipolar. jika data ini sampai bocor, maka masyarakat akan mengucilkan saya di karenakan penyakit bipolar ini.

Kejadian ini menghancurkan kepercayaan saya terhadap pemerintah karena tidak dapat melindungi data pribadi saya, sehingga saya bisa mengalami hal seperti ini. bukan hanya saya, Masyarakat yang mengalami hal serupa pun akan berpikir seperti ini.

dengan kejadian ini, saya berharap lembaga pengelola data dapat bertanggung jawab sesuai kerugian yang telah saya alami dari kejadian ini dan kepada masyarakat yang mengalami hal serupa.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment