Sebagai mahasiswa di Universitas Raharja, menurut aku kegiatan Raharja Career (Raharja Career Center) itu bukan cuma sekadar acara formal kampus yang datang, duduk, dengerin materi, terus pulang. Lebih dari itu, kegiatan ini ngebuka pandangan aku soal dunia kerja yang ternyata nggak sesimpel yang dibayangin.
Waktu ikut Raharja Career, aku jadi sadar kalau persiapan masuk dunia kerja itu nggak bisa dadakan. Dari mulai cara bikin CV yang proper, cara jawab pertanyaan interview, sampai gimana caranya kita “jual diri” tapi tetap realistis. Kadang kita ngerasa IPK udah cukup, ternyata perusahaan nggak cuma lihat angka, tapi juga attitude, pengalaman, dan cara komunikasi kita.
Menurut aku yang paling dapet itu pas sesi sharing dari praktisi atau alumni. Mereka cerita pengalaman real, mulai dari struggle cari kerja, ditolak berkali-kali, sampai akhirnya dapet posisi yang sesuai. Dari situ aku belajar kalau proses itu memang nggak instan, dan gagal itu wajar banget.
Kegiatan ini juga bikin aku mikir ulang soal skill yang aku punya sekarang. Ternyata masih banyak yang harus di-upgrade, terutama soft skill kayak public speaking, kerja tim, dan problem solving. Jadi bukan cuma fokus ke nilai, tapi juga pengembangan diri.
Intinya, Raharja Career buat aku jadi semacam “tamparan halus” biar nggak terlalu santai jadi mahasiswa. Dunia kerja udah nunggu di depan, dan mau nggak mau kita harus siap. Daripada panik pas udah lulus, mending dari sekarang mulai nyicil persiapan.

