assignment 11- Danang Surya Budi- BD308- 2481499996

Pertanyaan:

  • What is the main difference between symmetric and asymmetric encryption?
  • Explain what “data in transit” and “data at rest” mean, and why both need to be encrypted.
  • Why should a business store hashed versions of user passwords instead of the passwords themselves?

STATUS : 100%

KETERANGAN : Saya telah mengerjakan tugas ini dengan baik dan benar

BUKTI :

1. Perbedaan utama antara enkripsi simetris dan enkripsi asimetris adalah jumlah kunci yang digunakan untuk mengenkripsi dan mendekripsi data. Enkripsi simetris menggunakan satu kunci yang sama untuk proses enkripsi dan dekripsi, sehingga pengirim dan penerima harus memiliki kunci yang sama terlebih dahulu. Metode ini biasanya lebih cepat tetapi memiliki risiko jika kunci tersebut bocor. Sementara itu, enkripsi asimetris menggunakan dua kunci yang berbeda, yaitu kunci publik untuk mengenkripsi data dan kunci privat untuk mendekripsinya. Pendekatan ini lebih aman dalam proses pertukaran data karena kunci privat tidak perlu dibagikan kepada pihak lain.

2. Data in transit adalah data yang sedang dikirim dari satu sistem ke sistem lain melalui jaringan, misalnya ketika pengguna mengirim informasi melalui internet. Sedangkan data at rest adalah data yang disimpan di perangkat atau server, seperti database, hard drive, atau layanan penyimpanan cloud. Kedua jenis data ini perlu dienkripsi karena masing-masing memiliki risiko keamanan. Data in transit dapat disadap oleh pihak yang tidak berwenang selama proses pengiriman, sedangkan data at rest dapat dicuri jika perangkat penyimpanan diretas atau diakses tanpa izin. Dengan enkripsi, data akan diubah menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca tanpa kunci yang tepat sehingga informasi tetap aman.

3. Bisnis sebaiknya menyimpan password pengguna dalam bentuk hash karena hashing mengubah password menjadi nilai terenkripsi yang sulit untuk dikembalikan ke bentuk aslinya. Jika database diretas dan password disimpan dalam bentuk teks biasa, penyerang dapat langsung melihat dan menggunakan password tersebut. Namun jika password disimpan sebagai hash menggunakan algoritma seperti SHA-256 atau bcrypt, penyerang akan jauh lebih sulit mengetahui password asli pengguna. Cara ini membantu melindungi akun pengguna dan mengurangi risiko penyalahgunaan data jika terjadi kebocoran database.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment