Assignment 2 – Nadine Hasibuan- Bisnis Etik

Pertanyaan:

 

1. Apa yang dimaksud dengan “Immoral Manajemen” dalam konteks etika bisnis?

2. Apa perbedaan antara “Amoral Manajemen” dan “Moral Manajemen”?

3. Apa saja langkah-langkah yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan etis menurut model sistem etika optimal?

4. Apa yang dimaksud dengan “Walk the Talk” dalam konteks etika bisnis?

5. Bagaimana cara mengidentifikasi dan menilai dampak dari tindakan yang diusulkan dalam keputusan etis?

6. Apa yang dimaksud dengan “Psychological Leadership” dalam konteks bisnis startup?

7. Sebutkan tiga karakteristik penting dari kepemimpinan psikologis yang mendukung inovasi dalam bisnis startup!

8. Apa saja kompetensi yang harus dimiliki seorang pemimpin psikologis untuk mendorong inovasi dalam bisnis rintisan?

9. Bagaimana peran mentor dalam pengembangan bisnis startup menurut presentasi ini?

10. Mengapa startup bisnis membutuhkan “Trust” dan “Inovation” sebagai bagian dari kesuksesannya?

 

Status:

 

100% Selesai

 

Keterangan:

 

Saya telah mengerjakan tugas ini dengan baik dan benar

 

Bukti:

 

1. Apa yang dimaksud dengan “Immoral Manajemen” dalam konteks etika bisnis?

Immoral management adalah tingkatan terendah dari model management dalam menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis

 

2. Apa perbedaan antara “Amoral Manajemen” dan “Moral Manajemen”?

Amoral Management adalah konsep management modern yang menghindari penerapan pengambilan keputusan etis dalam suatu organisasi

Moral Management adalah tindakan management untuk melakukan hal yang benar dan tidak berkaita dengan keuntungan atau nilai

3. Apa saja langkah-langkah yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan etis menurut model sistem etika optimal?

Langkah langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Identifikasi

 

b. Membuat peringkat

 

c. Menilai dampak dari tindakan yang diusulkan

 

4. Apa yang dimaksud dengan “Walk the Talk” dalam konteks etika bisnis?

“Walk the talk” dalam etika bisnis berarti bahwa individu atau organisasi harus tidak hanya berbicara tentang nilai dan prinsip etika yang mereka anut, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan sehari-hari. Istilah ini menekankan pentingnya konsistensi antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan. “walk the talk” menekankan bahwa etika bisnis harus diintegrasikan ke dalam setiap aspek operasi perusahaan, tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.

 

5. Bagaimana cara mengidentifikasi dan menilai dampak dari tindakan yang diusulkan dalam keputusan etis?

Untuk mengidentifikasi dan menilai dampak dari tindakan yang diusulkan dalam keputusan etis, lakukan langkah-langkah berikut:

 

Analisis Situasi: Kumpulkan informasi dan identifikasi pihak yang terpengaruh.

Evaluasi Opsi: Buat daftar pilihan tindakan dan pikirkan dampak masing-masing.

Gunakan Prinsip Etika: Pertimbangkan prinsip etika dan nilai-nilai perusahaan.

Konsultasi: Diskusikan opsi dengan pemangku kepentingan dan minta masukan.

Penilaian Risiko: Identifikasi risiko yang mungkin muncul.

Ambil Keputusan: Pilih tindakan yang paling etis dan rencanakan implementasinya.

Evaluasi Hasil: Tinjau dampak tindakan setelah diambil dan pelajari dari pengalaman.

 

6. Apa yang dimaksud dengan “Psychological Leadership” dalam konteks bisnis startup?

Seorang yang memiliki kepemimpinan psikologis (psychological leadership) memiliki skill atau mampu mendorong (driving) inovasi pelaku bisnis rintisan (startup businesses).

 

7. Sebutkan tiga karakteristik penting dari kepemimpinan psikologis yang mendukung inovasi dalam bisnis startup!

Kepemimpinan psikologis (psychological leadership) memiliki karakteristik diantaranya:

mampu atau terampil dalam menstrasformasikan: pengetahuan, emosi, konasi, dan skills, serta attitudenya kpd para pelaku bisnis rintisan.

mampu dan terampil dalam mengelola dan mengembangkan proses mental pelaku bisnis rintisan.

 

8. Apa saja kompetensi yang harus dimiliki seorang pemimpin psikologis untuk mendorong inovasi dalam bisnis rintisan?

Beberapa kompetensi yang perlu dimiliki oleh Kepemimpinan Psikologis untuk mendorong Inovasi dalam Startup Businnesses adalah:

Knowledge (hard skill); memahami dan menguasai suatu bisnis yang dirintis dalam bidang yang menjadi potensi, passion, dan minatnya.

Skills (soft skill): leadership, problem solving, decision making, teamwork, networking, dan prediction dan forecast.

Attitude atau values seperti integrity, honesty, commitment,effort, goal, high need for achivement, instrumentality(reward-punishment), the learner, dan growth.

Experience Jika memang ada sesuai dengan yang pernah dialami dan memiliki progress report yang bagus.

 

9. Bagaimana peran mentor dalam pengembangan bisnis startup menurut presentasi ini?

Berikut adalah tiga poin penting tentang peran mentor dalam pengembangan bisnis startup:

Berbagi Pengalaman: Mentor memberikan wawasan dan pengalaman berharga untuk membantu pendiri menghindari kesalahan umum.

Dukungan dan Jaringan: Mereka memberikan dukungan emosional dan koneksi ke jaringan yang bisa membantu startup menemukan mitra dan investor.

Umpan Balik dan Strategi: Mentor memberikan umpan balik konstruktif dan saran tentang strategi bisnis, membantu pendiri merumuskan rencana yang lebih baik.

 

10. Mengapa startup bisnis membutuhkan “Trust” dan “Inovation” sebagai bagian dari kesuksesannya?

– Trust (Kepercayaan)

Membangun Hubungan: Kepercayaan memperkuat hubungan dengan pelanggan dan investor.

Menjaga Loyalitas: Pelanggan yang percaya lebih cenderung menjadi setia.

Mengurangi Risiko: Kepercayaan mengurangi ketidakpastian dalam transaksi bisnis.

– Innovation (Inovasi)

Keunggulan Kompetitif: Inovasi membedakan produk dan layanan dari pesaing.

Responsif terhadap Perubahan: Memungkinkan startup menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang berubah.

Mendorong Pertumbuhan: Inovasi membuka peluang baru dan meningkatkan efisiensi.

Kombinasi kepercayaan dan inovasi membantu startup membangun fondasi yang kuat untuk keberhasilan jangka panjang.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment