Assignment 9-BD303-Salman Hakiki 2481410985

Tugas

1. Analisis Logika (25%)

Jelaskan dengan bahasa kamu sendiri mengapa kombinasi blockchain publik, GenAI, dan portal pemerintah dapat menimbulkan risiko baru terhadap privasi dan keamanan data warga. Gunakan logika dan contoh yang kamu buat sendiri, bukan teori hafalan.
Contoh arah jawaban: bagaimana pola transaksi atau ringkasan AI dapat secara tidak sengaja mengungkap identitas seseorang.

2. Dua Skenario (20%)

Buat dua cerita singkat:

  • A: Situasi di mana hashing lebih tepat digunakan daripada enkripsi, dan jelaskan alasannya.

  • B: Situasi di mana enkripsi lebih aman dan hashing tidak cukup, sertakan juga alasan teknisnya.

Gunakan contoh buatan sendiri yang masih berkaitan dengan konteks blockchain, website, atau sistem AI.

3. Contoh Data Buatan (15%)

Tulis tiga sampai lima baris data contoh fiktif untuk menunjukkan bagaimana penyerang dapat menebak identitas seseorang.
Gunakan format sederhana seperti contoh berikut (boleh disesuaikan):

TxID001 – waktu: 2025-10-12 09:30 – dokumen: izin usaha – validator: Dinas A – ringkasan AI: “Pemilik baru: Rina”
TxID002 – waktu: 2025-10-12 09:32 – dokumen: akta kelahiran – validator: Disdukcapil B – ringkasan AI: “Anak dari pegawai BUMN”

Setelah itu, jelaskan dengan dua sampai tiga kalimat bagaimana penyerang dapat menebak siapa orang yang dimaksud.

4. Serangan ke Website Pemerintah (20%)

Pilih satu jenis serangan yang mungkin terjadi, seperti DDoS, SQL Injection, atau penyalahgunaan AI untuk social engineering.
Jelaskan secara berurutan:

  • Bagaimana serangan bisa terjadi

  • Tujuan penyerang

  • Dampak yang ditimbulkan

  • Cara pencegahannya (minimal dua langkah teknis dan dua langkah kebijakan atau prosedur kerja)

Gunakan gaya penjelasan seperti sedang menjelaskan kepada tim keamanan kampus.

5. Strategi Pertahanan (10%)

Tuliskan satu paragraf strategi keamanan yang mencakup lima hal berikut: salt/pepperpseudonymizationpembatasan akses internalaudit dan logging, serta data minimization.
Tulis seolah kamu adalah penanggung jawab keamanan di sistem pemerintahan, dan jelaskan dengan bahasa yang sederhana tetapi menunjukkan pemahaman teknis.

6. Refleksi Etika dan Dampak Sosial (10%)

Tuliskan pendapat pribadi kamu tentang mengapa kebocoran data publik dari sistem seperti ini bisa lebih berbahaya daripada kebocoran password biasa.
Bahas dari sisi:

  • Dampak terhadap reputasi seseorang

  • Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah

  • Tanggung jawab etis lembaga pengelola data

 

Status: 100%

keterangan: Saya sudah mengerjakan dengan baik dan benar

bukti :

 

1. Analisis Logika (25%)

Kombinasi blockchain  publik, gen Ai, dan portal pemerintah dapat menimbulkan risiko baru karena ketiganya saling memperkuat sifat transparan dan otomatis yang justru dapat membocorkan informasi sensitif tanpa disengaja.
Misalnya, blockchain publik menyimpan transaksi secara permanen dan dapat diakses siapa pun. Jika portal pemerintah mengirim transaksi seperti “penerbitan surat izin usaha”, pola transaksi yang terhubung ke alamat tertentu bisa menunjukkan aktivitas seseorang. Ketika GenAI di portal pemerintah secara otomatis membuat ringkasan untuk memudahkan pencarian

2. Dua Skenario (20%)

A. Hasing lebih cepat

Untuk memverifikasi login administrator portal blockchain, sistem hanya butuh memastikan password cocok tanpa harus membaca password asli. Hashing cocok karena satu arah dan aman jika database bocor.

B. Enkripsi lebih aman

Dokumen pengaduan masyarakat yang perlu dibaca petugas harus tetap bisa dibuka kembali. Hashing tidak bisa mengembalikan data asli, sehingga enkripsi lebih aman karena data bisa didekripsi oleh pihak berwenang.

3.Contoh data buatan (15%)

TxID101 – waktu: 2025-11-03 14:12 – dokumen: kartu anggota komunitas – validator: Sekretariat Komunitas X – ringkasan AI: “Domisili di Kelurahan Maju Jaya”

TxID102 – waktu: 2025-11-03 14:15 – dokumen: bukti pembayaran sekolah – validator: Yayasan Pendidikan Z – ringkasan AI: “Orangtua murid kelas 7”

TxID103 – waktu: 2025-11-03 14:18 – dokumen: sertifikat lomba – validator: Panitia Lomba Daerah – ringkasan AI: “Pemenang kategori penulisan remaja”

 

4.Serangan ke website pemerintah (20%)

Berikut versi singkat dengan contoh serangan SQL Injection:

1. Bagaimana serangan terjadi
Penyerang memasukkan perintah SQL berbahaya ke kolom input aplikasi kampus yang tidak divalidasi. Server menjalankan perintah tersebut sehingga data bisa diakses atau dimodifikasi tanpa izin.

2. Tujuan penyerang
Mencuri data mahasiswa/dosen, mengambil alih akun admin, atau merusak database.

3. Dampak
Kebocoran data, gangguan operasional kampus, kerusakan reputasi, dan biaya pemulihan tinggi.

4. Pencegahan
Teknis:

  • Gunakan parameterized queries.
  • Pasang WAF dan monitoring anomali.

Kebijakan/Prosedur:

  • Audit kode dan pengujian keamanan berkala.
  • Pelatihan keamanan untuk developer dan admin.

5.Strategi pertahanan (10%)

Saya menerapkan salt/pepper untuk memperkuat hash, pseudonymization agar identitas asli tidak langsung terlihat, serta pembatasan akses internal dengan prinsip least privilege. Semua aktivitas dicatat melalui audit dan logging, dan nilai data diminimalkan agar hanya informasi penting yang disimpan sehingga risiko kebocoran berkurang.

6. Refleksi Etika dan Dampak Sosial (10%)

Kebocoran data publik lebih berbahaya dari kebocoran password karena menyangkut identitas, reputasi, dan kondisi pribadi yang sulit “diganti”. Ketika data warga bocor, kepercayaan masyarakat pada pemerintah menurun. Secara etis, lembaga pengelola wajib menjaga data karena warga tidak punya pilihan selain menyerahkannya.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment