Assignment week 2 – Cyber Security – BD308 – Suci Yulia Ningsih – 2581488809

Pertanyaan:

  1. ​Berikan contoh bisnis di dunia nyata untuk kegagalan dalam Confidentiality, Integrity, dan Availability?
  2. ​Bagaimana sebuah situs e-commerce memprioritaskan satu aspek dari CIA Triad dibandingkan yang lain untuk halaman produk versus sistem pemrosesan pembayaran?
  3. ​Jelaskan prinsip “least privilege” dan bagaimana hal tersebut mendukung confidentiality?

Jawaban:

1. Contoh Kegagalan CIA Triad di Dunia Nyata

​Setiap elemen dalam CIA Triad memiliki peran krusial. Kegagalan pada salah satu aspek dapat meruntuhkan kepercayaan pelanggan:

  • Kegagalan Confidentiality (Kerahasiaan): Kasus Equifax (2017) Terjadi ketika data sensitif seperti nomor jaminan sosial dan data pribadi jutaan orang bocor ke pihak yang tidak berwenang akibat celah pada aplikasi web mereka.
  • Kegagalan Integrity (Integritas): Kasus Stuxnet (2010) Serangan ini memanipulasi data perintah pada sistem kontrol industri. Operator melihat indikator normal pada layar mereka, padahal data asli telah diubah untuk merusak mesin secara fisik.
  • Kegagalan Availability (Ketersediaan): Serangan DDoS pada Dyn (2016) Serangan ini membanjiri server DNS dengan lalu lintas palsu, menyebabkan layanan populer seperti Twitter dan Netflix tidak dapat diakses oleh pengguna selama berjam-jam.

2. Prioritas CIA pada Situs E-Commerce

​Sebuah situs e-commerce mengelola jenis data yang berbeda, sehingga prioritas keamanannya pun berbeda:

  • Halaman Produk (Memprioritaskan Availability) Tujuan utama halaman produk adalah agar calon pembeli dapat melihat barang kapan saja. Informasi produk seperti deskripsi dan harga bersifat publik, sehingga kerahasiaan (confidentiality) tidak terlalu kritis. Namun, jika situs down (masalah availability), perusahaan akan langsung kehilangan potensi penjualan.
  • Sistem Pemrosesan Pembayaran (Memprioritaskan Confidentiality) Pada bagian ini, melindungi data kartu kredit dan informasi identitas pengguna adalah harga mati. Perusahaan lebih memilih proses transaksi sedikit lebih lambat (mengorbankan sedikit availability) demi memastikan enkripsi dan keamanan data yang sangat ketat agar tidak terjadi kebocoran data finansial.

​3. Prinsip Least Privilege dan Dukungannya terhadap Confidentiality

Prinsip Least Privilege (PoLP) adalah praktik memberikan hak akses kepada pengguna atau sistem hanya sebatas apa yang benar-benar mereka butuhkan untuk menjalankan tugasnya, tidak lebih.

Bagaimana PoLP Mendukung Confidentiality?

Prinsip ini sangat mendukung aspek kerahasiaan karena membatasi jumlah orang yang memiliki akses ke data sensitif. Jika seorang karyawan di bagian gudang hanya memiliki akses ke data stok barang dan tidak memiliki akses ke database gaji karyawan, maka kerahasiaan data gaji tetap terjaga.

​Selain itu, jika akun pengguna tersebut diretas, penyerang hanya memiliki ruang gerak yang sangat terbatas sesuai dengan izin akun tersebut. Hal ini mencegah terjadinya kebocoran data besar-besaran karena akses masuk ke area sensitif lainnya tetap tertutup.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment