1.mengindentifikasi ancaman dan kerentanan siber umum yang di hadapi bisnis digital
jawaban:
Dalam bisnis digital terdapat beberapa ancaman siber yang sering terjadi, di antaranya:
- Phishing → Penipuan melalui email atau pesan palsu untuk mencuri data seperti password dan OTP.
- Malware → Program berbahaya yang dapat merusak sistem atau mencuri data.
- Ransomware → Virus yang mengunci data dan meminta tebusan agar data bisa diakses kembali.
- Hacking → Akses ilegal ke dalam sistem atau akun bisnis.
Selain ancaman, terdapat juga kerentanan (kelemahan sistem), seperti:
- Penggunaan password yang lemah
- Tidak menggunakan sistem keamanan tambahan
- Tidak melakukan update sistem secara rutin
Hal tersebut dapat menyebabkan kebocoran data pelanggan dan kerugian finansial bagi bisnis.
2. mengevaluasi dan menerapkan kontrol kemanan mendasar untuk jaringan aplikasi dan data
jawaban
Untuk mencegah ancaman siber, bisnis digital perlu menerapkan beberapa kontrol keamanan dasar, antara lain:
- Two-Factor Authentication (2FA) → Sistem keamanan dua langkah (password + kode OTP).
- Firewall → Sistem pelindung jaringan yang menyaring akses mencurigakan.
- Enkripsi (Encryption) → Proses mengacak data agar tidak mudah dibaca pihak tidak berwenang.
- Backup Data → Menyimpan salinan data agar tidak hilang jika terjadi serangan.
Penerapan kontrol ini sangat penting untuk menjaga keamanan data pelanggan dan keberlangsungan bisnis.
3.mengenalisis implikasi keamanan dan teknologi yang muncul sepertj komputasi awan,IoT
jawaban:
Perkembangan teknologi seperti Cloud Computing dan IoT memberikan kemudahan dalam bisnis digital, namun juga memiliki risiko keamanan.
- Cloud Computing → Penyimpanan data melalui internet (contoh: Google Drive).
Risiko: Jika akun diretas, data dapat bocor. - IoT (Internet of Things) → Perangkat yang terhubung internet seperti CCTV online dan smart home.
Risiko: Jika sistem keamanannya lemah, perangkat dapat diretas dan disalahgunakan.
Oleh karena itu, diperlukan sistem keamanan yang baik dan kesadaran pengguna dalam menjaga data.
