
CerMi – BD105
Haloo~ Aldita disini, saya akan bercerita mengenai pelajaran pada hari Senin kemarin dan juga hobby saya!
Pada Senin kemarin, tentu saja kita masih belajar mengenai Matematika Bisnis, dua minggu yang lalu atau tingga minggu ya? Pak Richard mengajarkan mengenai cara mencari titik maksimum untung di dalam bisnis menggunakan grafik! Sejujurnya, math isn’t my strongest forte so I worry a lot about it… Anyways!! Pada Senin ini, pelajaran yang diajarkan masih memiliki korelasi yang erat, yaitu cara membaca grafik dan juga mencari fungsi. Sejujurnya, pelajaran fungsi kemarin mudah dipahami, mungkin karna pengerjaannya masih bersifat subtitusi…? But it was easy nevertheless!
Oh ya! Tentang hobby… Hmm~ saya biasanya jawab bahwa menggambar adalah hobby-ku walaupun sebenernya aku paling suka tidur… Drawing used to be my passion though! That flame just die, maybe one day I manage to rekindle it? Who knows, right? Mungkin alasan saya menjawab menggambar sebagai hobby karna… Terdengar tidak terlalu buruk bukan? Aside from drawing, I actually really really really like watching an analysis video! Analisis video ataupun video mengenai filosofi sangat menyenangkan untuk ditoton, cuman entah kenapa membicarakannya… It just sounds self-righteous? Mungkin karna orang-orang yang biasanya membaca atau suka mengenai hal tersebut… Sangat perlu ditanyakan.
Mungkin ini saatnya saya membicarakan apa hubungan hobby saya dengan bisnis digital ya? Salah satu analisis video yang pernah saya tonton adalah mengenai Planned Obsolescence. Strategi itu sangat menarik bagi saya, bagaimana seoran yang memiliki bisnis, ketika sukses, seringkali mengurangi kualitas produk mereka agar dapat terus menerus diperbarui. Nyatanya, kasus tupperware bangkrut mengingatkan saya lagi mengenai hal tersebut. Ah… Well, if only they do a lot of collabs or partnership, it won’t ended up like this. Just look at crocs for an example.
Balik ke topik sebelumnya, hal tersebut yang membuat saya tertarik mengenai perihal bisnis. Tapi selain itu, saya selalu berpikir bahwa bisnis digital bisa saja membuat sebuah korelasi terhadap seni digital, dan dari situ saya berpikir, mungkin ini bisa saja menjadi sebuah batu pijakan untuk menemukan apa yang saya sukai lagi 😀
