
Kuliah umum kemarin pada tanggal 8 Juni 2026 diajarkan oleh Prof. Dr. Ir. Hamdani S.t,m M.Cs., IPM. yang merupakan guru besar di Universitas Mulawarman.Kuliah umum hari ini fokus pada sistem cerdas,yaitu sistem/robot yang dapat berpikir seperti manusia dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan.Lalu ia juga memperkenalkan Society 5.0 yaitu pengintegrasian sistem cerdas untuk membantu aktivitas sehari-hari,misalnya dalam video yang memberikan contoh sistem pengantaran paket menggunakan drone yang bisa melakukan face tracking pada penerima paket atau kulkas yang mampu menyiapkan makanana/minuman sesuai denan kebiasaan pemilik. Society 5.0 ini sebenarnya sudah cukup umum di Indonesia lewat pembayaran QRIS dan E-Wallet. Kecerdasan Buatan sebearnya sudah sangat lama,namun baru “booming” di Indonesia tahun 2020-an.
Dalam kuliah umum ini juga menjelaskan riset-riset yang dilakukan Prof. Dr. Ir. Hamdani S.t,m M.Cs., IPM dimana ia lebih fokus pada sistem cerdas pertanian,khususnya tanaman sawit. Menurutnya sawit menjadi topik yang ia pilih karena jelas pemanfaatannya dan berdampak di masyarakat. Selain sawit,riset-riset diluar pertanian seperti sektor transportasi yang dilakukan oleh mahasiswanya juga dijelaskan, bahkan riset mahasiswanya tersebut dibawa ke konferensi internasional di Doha. Riset tentang pertanian juga tidak hanya sawit saja, ia dan mahasiswanya melakukan riset pengguaan sistem cerdas untuk membedakan daun atau batang tanaman yang sehat dan tidak lalu juga sistem pengenal kualitas beras dan lainnya.
Kuliah umum ini menarik dan menambah wawasan saya, saya memang selalu tertarik pada kecerdasan buatan.Mengingat Indonesia adalah negara agraris, saya senang bahwa riset AI pada bidang pertanian juga berkembang di Indonesia. Saya harap suatu hari nanti implementasi AI pada pertanian indonesia bisa dilakukan secara massal dengan kerjasama peneliti dan pemerintah Indonesia untuk memajukan sektor pertania Indonesia yang memiliki potensi besar
Di sisi lain sebagai mahasiswa Bisnis Digital,sistem cerdas dan konsep Society 5.0 memiliki potensi besar untuk diterapkan pada bisnis digital. Saya juga beberapa kali membaca riset ataupun model AI yang difokuskan pada bidang bisnis dimana integrasi ini menghasilkan positif. Misalnya diterapkan pada rantai pasok bisnis atau sebagai asisten bisnis. Namun dilingkungan saya saat ini penggunaan AI pada bisnis masih terbatas dengan ChatGPT atau Gemini untuk membantu keputusan dan operasional keuangan bisnis.Seperti diparagraf sebelumnya, saya harap kedepannya potensi ini bisa dikembangkan untuk mendukung ekonomi,terutama UMKM Indonesia
