Cermi Diskusi Pitch Deck-BD301-Market Reserach-Kelompok Dill Wings

🌻🌻Selamat Datang di Cermi Sanda^^ 🌻🌻

 

🌻Hasil Diskusi🌻

 

Nama Kelompok:

  • Maulana abbas
  • Zaki
  • Nida
  • Sabin
  • Sanda

1. Judul:“Dill Wings: sensasi rempah di setiap gigitan”

2. PERMASALAHAN YANG MENJADI ALASAN PERUSAAN TERSEBUT HADIR:

  • Keterbatasan Varian RasaBanyak restoran ayam goreng atau chicken wings hanya menawarkan varian rasa terbatas yang kurang inovatif. Dill Wings hadir dengan varian rasa unik dan saus khas untuk memenuhi selera pelanggan yang beragam.
  • Pengalaman Kuliner yang Biasa SajaRestoran atau bisnis serupa cenderung menyajikan produk standar tanpa pengalaman kuliner yang menarik. Dill Wings memberikan pengalaman makan yang berbeda melalui presentasi kreatif.
  • Kesulitan Akses Menu Chicken Wings BerkualitasBanyak pelanggan kesulitan menemukan chicken wings lezat dengan layanan praktis, Dill wing memberikan layanan online dan delivery yang cepat dan mudah.
  • Tren Kuliner yang Berkembang PesatPermintaan akan makanan kekinian yang dapat dinikmati secara individual maupun beramai-ramai semakin meningkat. Dill Wings memenuhi tren ini dengan menu yang cocok untuk sharing dan acara kumpul keluarga/teman.
  • Pasar Makanan Cepat Saji yang Kurang SehatSebagian besar produk makanan cepat saji dianggap tidak sehat. Dill Wings menawarkan chicken wings dengan bahan baku segar, minim minyak berlebih, dan opsi lebih sehat.

3. NILAI LEBIH YABG DI TAWARKAN PERUSAHAAN:

  • Varian Rasa Unik dan BeragamMenawarkan berbagai pilihan saus dan bumbu yang inovatif, termasuk kombinasi rasa lokal dan internasional (misalnya: honey garlic, spicy dill, butter lime, atau bumbu khas nusantara).
  • Konsep Makanan yang Praktis dan ModernMenghadirkan kemasan yang ramah lingkungan, praktis, dan menarik, sehingga cocok untuk dine-in, takeout, maupun layanan delivery
  • Opsi Menu SehatMenawarkan pilihan menu lebih sehat seperti grilled wings atau varian low-fat, yang sesuai dengan tren gaya hidup sehat tanpa mengurangi kenikmatan rasa.
  • Pengalaman Kuliner MenarikMenyediakan konsep restoran yang modern dan nyaman, atau pengalaman makan yang interaktif seperti build-your-own wings, di mana pelanggan bisa memilih saus, tingkat kepedasan, dan tambahan topping.
  • Layanan Cepat dan MudahMengutamakan layanan cepat dengan sistem pemesanan digital, aplikasi khusus untuk pemesanan online, dan pengiriman yang efisien.
  • Harga KompetitifMenawarkan produk dengan harga terjangkau tetapi tetap berkualitas tinggi, menjangkau berbagai segmen pasar.
  • Cocok untuk Semua Segmen PasarMenyediakan menu bundle untuk keluarga, pilihan menu individu untuk pekerja atau mahasiswa, serta paket catering untuk acara khusus.
  • Inovasi dalam Marketing dan BrandingMemanfaatkan media sosial dan kampanye digital yang kreatif, seperti promosi limited edition flavors, kolaborasi dengan influencer, atau tantangan makan wings (spicy challenge).
  • Responsif terhadap Tren PasarSelalu berinovasi berdasarkan tren terbaru dalam dunia kuliner, seperti eksplorasi rasa baru, kemasan eco-friendly, atau kolaborasi produk spesial musiman.

4. BESARAN MARKET:

  • Pasar Kuliner UMKM:
    – Menyumbang 41% dari total 65 juta UMKM* di Indonesia (~26,6 juta bisnis).
  • Pertumbuhan Industri:
    – Pasar ayam goreng tumbuh *7–8% per tahun* didorong oleh permintaan anak muda dan keluarga muda.
  • Target Segmen:
    – *Anak muda (18–35 tahun), keluarga muda, dan pasar *online delivery.
  • Estimasi Potensi Pasar:
    – Jika Dill Wings menargetkan *0,1% pasar kuliner UMKM* (~26.600 pelanggan):
    – *Pendapatan awal*: Rp 1,33 miliar (dengan rata-rata transaksi Rp 50.000).
  • Pendukung Tren:
    – Pertumbuhan layanan food delivery dan permintaan makanan praktis inovatif.Kesimpulan:
    Dill Wings memiliki potensi besar di pasar UMKM kuliner dengan target segmen yang jelas dan dukungan tren konsumsi yang positif.

5. MODEL BISNIS YANG DI JALANKAN:

  • Model Bisnis Dine-In (Restoran Cepat Saji)
    Konsep: Membuka gerai fisik dengan konsep modern dan kasual untuk menyasar pelanggan yang ingin menikmati chicken wings langsung di tempat.
    Nilai Tambah: Suasana restoran nyaman, menu variatif, dan layanan cepat.
    Target Pasar: Anak muda, pekerja kantoran, dan keluarga.
  • Model Bisnis Takeaway & Delivery
    Konsep: Fokus pada penjualan melalui takeaway dan layanan antar (delivery) bekerja sama dengan platform seperti GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood.
    Nilai Tambah: Akses mudah, layanan cepat, dan kemasan praktis.
    Target Pasar: Pelanggan sibuk yang membutuhkan makanan cepat saji berkualitas.

6. .Berikut adalah rencana pemasaran singkat dan jelas dalam bentuk poin-poin:

  • Tujuan Pemasaran
    Meningkatkan penjualan produk sebesar 20% dalam 6 bulan.
    Meningkatkan brand awareness di pasar lokal.
  • Analisis Pasar
    Segmen Pasar: Usia 25-40 tahun, pekerja profesional, berpendidikan tinggi.
    Pesaing Utama: Pesaing langsung dengan produk serupa.
    Tren Pasar: Meningkatnya permintaan produk berbasis teknologi dan ramah lingkungan.
  • Strategi Pemasaran
    Produk: Fokus pada kualitas produk yang unggul dan inovasi fitur baru.
    Harga: Strategi harga kompetitif dengan diskon menarik untuk pembelian pertama.
    Promosi:
    Kampanye media sosial melalui Instagram, Facebook, dan TikTok.
    Kolaborasi dengan influencer terkait produk.
    Penawaran paket bundling dengan produk terkait.
    Tempat: Menyasar pasar online dan offline (toko fisik dan platform e-commerce).
  • Taktik
    Media Sosial: Posting konten informatif dan interaktif 3 kali seminggu.
    Mengadakan giveaway dan kontes untuk meningkatkan engagement.
    Email Marketing: Kirim newsletter mingguan dengan informasi produk dan penawaran spesial.
    SEO & Iklan Berbayar: Gunakan iklan di Google dan media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
  • Anggaran Pemasaran
    Alokasi anggaran:
    40% untuk iklan berbayar (Google Ads, Facebook Ads).
    30% untuk kolaborasi influencer.
    20% untuk promosi dan diskon.
    10% untuk biaya pembuatan konten (video, foto).
  • Indikator Kinerja (KPI)
    Jumlah pengunjung website dan interaksi media sosial.
    Penjualan mingguan dan bulanan.
    Tingkat konversi dari iklan berbayar dan influencer.
  • Evaluasi dan Penyesuaian
    Evaluasi hasil setiap bulan untuk melihat pencapaian KPI.
    Penyesuaian strategi jika diperlukan berdasarkan umpan balik pasar dan tren terbaru.

7. Berikut adalah contoh analisis terhadap kompetisi bisnis yang dijalankan:

  • Identifikasi Pesaing Utama
    Pesaing Langsung: Perusahaan yang menawarkan produk atau layanan serupa dengan harga dan kualitas yang hampir sama.
    Pesaing Tidak Langsung: Perusahaan yang menawarkan solusi alternatif yang dapat menggantikan produk Anda, meskipun tidak serupa.
  • Analisis Kekuatan dan Kelemahan Pesaing
    Kekuatan Pesaing:
    Brand yang Terkenal: Pesaing utama mungkin sudah memiliki brand awareness yang kuat.
    Kualitas Produk yang Terjamin: Pesaing bisa memiliki reputasi dalam hal kualitas yang sudah teruji.
    Jaringan Distribusi yang Luas: Pesaing mungkin memiliki akses ke lebih banyak titik distribusi atau pasar.
    Harga Bersaing: Mereka mungkin menawarkan harga yang lebih rendah karena skala ekonomi yang lebih besar.
    Kelemahan Pesaing:
    Kurangnya Inovasi: Pesaing mungkin kurang berinovasi dalam mengembangkan produk atau layanan.
    Layanan Pelanggan yang Kurang Memadai: Mungkin pesaing memiliki masalah dalam hal dukungan pelanggan atau purna jual.
    Keterbatasan dalam Segmen Pasar Tertentu: Pesaing mungkin hanya melayani segmen pasar tertentu, meninggalkan peluang untuk mengeksplorasi pasar lain.
  • Strategi Pesaing
    Strategi Harga: Pesaing dapat menggunakan harga sebagai strategi utama untuk menarik pelanggan, dengan memberikan diskon besar atau promosi.
    Strategi Diferensiasi: Pesaing mungkin menekankan keunggulan produk yang unik, seperti fitur premium atau inovasi teknologi.
    Pemasaran dan Iklan: Pesaing menggunakan iklan agresif di media sosial, televisi, dan online untuk meningkatkan visibilitas brand mereka.
  • Peluang Pasar
    Pasar yang Belum Tergarap: Terdapat segmen pasar yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh pesaing, seperti pasar lokal atau segmen usia tertentu.
    Kebutuhan Baru: Adanya permintaan produk atau layanan baru yang tidak sepenuhnya dipenuhi oleh pesaing, misalnya produk ramah lingkungan atau berbasis teknologi.
    Tren Pasar yang Berkembang: Pesaing mungkin tidak mengikuti tren terbaru, seperti digitalisasi, yang memberikan peluang bagi Anda untuk mengambil keuntungan.
  • Ancaman dari Pesaing
    Pesaing dengan Sumber Daya Lebih Banyak: Pesaing besar mungkin memiliki anggaran pemasaran lebih besar atau lebih banyak sumber daya untuk inovasi.
    Meningkatnya Persaingan: Persaingan yang semakin ketat di pasar dapat menurunkan margin keuntungan dan meningkatkan kebutuhan untuk diferensiasi.
    Perubahan Regulasi: Perubahan dalam peraturan atau kebijakan pemerintah bisa memengaruhi kemampuan pesaing dalam beroperasi, namun juga memengaruhi bisnis Anda jika tidak siap.
  • Keunggulan Kompetitif
    Inovasi Produk: Anda dapat menawarkan produk dengan fitur atau kualitas yang lebih inovatif yang membedakan dari pesaing.
    Layanan Pelanggan yang Lebih Baik: Memberikan pengalaman pelanggan yang superior dengan layanan purna jual dan dukungan pelanggan yang lebih baik.
    Segmentasi Pasar yang Lebih Tepat: Menyasar pasar yang lebih spesifik atau belum tergarap dengan baik oleh pesaing.
  • Tindakan untuk Menghadapi Kompetisi
    Diferensiasi Produk: Fokus pada nilai tambah yang tidak dimiliki pesaing, seperti kualitas lebih baik, desain menarik, atau fitur unik.
    Strategi Pemasaran Agresif: Tingkatkan kehadiran online melalui media sosial, SEO, dan iklan digital untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang.
    Perbaikan Layanan Pelanggan: Berikan layanan pelanggan yang luar biasa dengan sistem respons yang cepat dan dukungan yang memadai.

8. Berikut adalah struktur Tim Manajemen secara singkat dan jelas dalam bentuk poin-poin:

  • CEO (Chief Executive Officer)
    Tugas Utama: Memimpin perusahaan secara keseluruhan, membuat keputusan strategis jangka panjang, dan memastikan perusahaan berjalan sesuai visi dan misi.
    Tanggung Jawab:
    Menetapkan arah dan tujuan perusahaan.
    Berinteraksi dengan pemegang saham dan investor.
    Mengawasi kinerja tim manajemen lainnya.
  • COO (Chief Operating Officer)
    Tugas Utama: Mengelola operasional harian perusahaan dan memastikan semua departemen berfungsi dengan efisien.
    Tanggung Jawab:
    Mengawasi kegiatan produksi, distribusi, dan layanan pelanggan.
    Mengelola sumber daya dan alur kerja.
    Memastikan implementasi rencana operasional yang efisien.
  • CFO (Chief Financial Officer)
    Tugas Utama: Mengelola keuangan perusahaan, termasuk perencanaan, pengelolaan anggaran, dan laporan keuangan.
    Tanggung Jawab:
    Menyusun laporan keuangan dan analisis anggaran.
    Memantau arus kas dan alokasi dana.
    Mengelola risiko keuangan dan investasi perusahaan.
  • CMO (Chief Marketing Officer)
    Tugas Utama: Mengelola semua aktivitas pemasaran untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan produk.
    Tanggung Jawab:
    Merancang strategi pemasaran dan promosi.
    Memimpin tim pemasaran dalam pelaksanaan kampanye iklan.
    Menyusun analisis pasar dan segmentasi konsumen.
  • CTO (Chief Technology Officer)
    Tugas Utama: Mengawasi dan mengelola aspek teknologi dalam perusahaan, termasuk pengembangan produk berbasis teknologi.
    Tanggung Jawab:
    Mengelola sistem TI dan infrastruktur teknologi perusahaan.
    Memimpin pengembangan produk baru yang berbasis teknologi.
    Mengidentifikasi dan menerapkan inovasi teknologi untuk efisiensi operasional.
  • HRD (Human Resources Director)
    Tugas Utama: Mengelola sumber daya manusia dan pengembangan tim.
    Tanggung Jawab:
    Merekrut, melatih, dan mengembangkan karyawan.
    Menyusun kebijakan pengelolaan karyawan dan kesejahteraan.
    Meningkatkan budaya perusahaan dan kepuasan kerja.
  • Legal & Compliance Officer
    Tugas Utama: Mengawasi aspek hukum dan memastikan perusahaan mematuhi peraturan yang berlaku.
    Tanggung Jawab:
    Menyusun kontrak dan dokumentasi hukum.
    Menangani masalah hukum perusahaan.
    Memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan hukum yang berlaku.

9. Berikut adalah Proyeksi Keuangan secara singkat dan jelas dalam bentuk poin-poin:

  • Pendapatan
    Sumber Pendapatan: Penjualan produk, layanan, dan mungkin pendapatan iklan atau kemitraan.
    Proyeksi Tahun Pertama: Estimasi pendapatan berdasarkan harga produk, volume penjualan, dan pertumbuhan pasar.
    Proyeksi Pertumbuhan: Target pertumbuhan pendapatan (misalnya 15% per tahun) dengan strategi pemasaran dan ekspansi pasar.
  • Biaya Operasional
    Biaya Tetap:
    Gaji karyawan tetap.
    Sewa kantor atau fasilitas.
    Pembayaran untuk lisensi perangkat lunak atau langganan.
    Biaya Variabel:
    Biaya bahan baku atau produksi.
    Biaya distribusi dan pengiriman.
    Pengeluaran pemasaran (iklan, promosi).
    Proyeksi Biaya: Estimasi biaya bulanan dan tahunan dengan mempertimbangkan inflasi dan skala operasi.
  • Laba Kotor
    Pendapatan – Biaya Variabel: Menghitung laba kotor dari penjualan setelah dikurangi biaya langsung.
    Margin Laba Kotor: Persentase laba kotor terhadap pendapatan. Idealnya 30%-50% untuk bisnis yang sehat.
  • Laba Bersih
    Laba Kotor – Biaya Tetap: Menghitung laba bersih setelah biaya tetap dan variabel.
    Proyeksi Laba Bersih: Estimasi laba bersih yang diperoleh setelah semua pengeluaran.
    Target Laba: Tentukan target laba bersih untuk tahun pertama dan seterusnya (misalnya, 10% dari pendapatan).
  • Arus Kas
    Arus Kas Masuk: Pendapatan yang diterima dari penjualan atau sumber lain.
    Arus Kas Keluar: Pembayaran biaya operasional, gaji, dan lainnya.
    Proyeksi Arus Kas: Memastikan bisnis memiliki arus kas positif, terutama di awal periode operasional. Jika perlu, pertimbangkan kebutuhan pembiayaan atau pinjaman.
  • Investasi dan Pembiayaan
    Investasi yang Dibutuhkan: Alokasi dana untuk pengembangan produk, pemasaran, dan ekspansi.
    Sumber Pembiayaan: Modal awal dari investor, pinjaman, atau modal pribadi.
    Proyeksi Pengembalian Investasi (ROI): Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas (break-even) dan mulai memperoleh keuntungan.
  • Proyeksi Keuangan 3-5 Tahun
    Pendapatan dan Laba: Estimasi pendapatan dan laba selama 3-5 tahun ke depan dengan asumsi pertumbuhan bisnis yang stabil.
    Ekspansi dan Diversifikasi: Proyeksi dampak ekspansi pasar atau penambahan produk baru terhadap keuangan perusahaan.
    Titik Impas: Tentukan kapan bisnis diharapkan mencapai titik impas (break-even point), yakni saat pendapatan mencakup semua biaya tetap dan variabel.

10. .Apa yang Akan Dilakukan Jika Mendapatkan Pendanaan: Skalakan Operasional:

  • Peningkatan Kapasitas Produksi: Menginvestasikan dana untuk memperbesar kapasitas produksi dan meningkatkan efisiensi.
    Penyempurnaan Sistem Teknologi: Mengembangkan infrastruktur teknologi untuk mendukung operasional yang lebih besar.
    Ekspansi Tim:Rekrutmen: Menambah tim di bagian pemasaran, penjualan, dan pengembangan produk untuk mendukung ekspansi.
    Pelatihan: Memberikan pelatihan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas tim.
    Pemasaran dan Brand Awareness:

    Kampanye Iklan: Melakukan iklan lebih agresif di media sosial, Google Ads, dan kolaborasi dengan influencer.
    Ekspansi ke Pasar Baru: Menargetkan pasar lebih luas baik secara geografis maupun demografis.
    Pengembangan Konten: Membuat konten promosi yang lebih menarik untuk memperkuat brand dan edukasi pasar.
    Diversifikasi Produk:

    Pengembangan Produk Baru: Menggunakan dana untuk riset dan pengembangan produk baru atau varian yang lebih menarik untuk konsumen.
    Peningkatan Kualitas: Memperbaiki kualitas produk dan fitur tambahan untuk memenuhi permintaan pasar.
    Meningkatkan Layanan Pelanggan:

    Pusat Layanan Pelanggan: Membangun pusat layanan pelanggan yang lebih profesional dan responsif.
    Platform Purna Jual: Menyediakan platform purna jual yang memudahkan pelanggan dalam melakukan klaim atau pengembalian produk.
    Ekspansi Keuangan:

    Pengelolaan Arus Kas: Menyusun sistem pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur untuk mendukung ekspansi.
    Investasi dalam Infrastruktur: Mengalokasikan dana untuk pengembangan infrastruktur fisik dan digital yang lebih baik.
    Dengan pendanaan, perusahaan dapat mempercepat pertumbuhannya, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk serta layanan yang ditawarkan kepada pelanggan.

 

🌻🌻Dokumentasi 🌻🌻

   

 

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment