1. Jelaskan mengapa hashing saja tidak cukup untuk melindungi data identitas pasien, terutama jika data tersebut dapat dicocokkan dengan sumber eksternal. Gunakan contoh logika sederhana yang kamu buat sendiri untuk menjelaskan.
Hashing bersifat satu arah saja, data yang sudah di hash tidak dapat di dekskripsi atau dibuka kembali seperti dalam enkripsi. Sedangkan untuk kebutuhan dengan sumber eksternal seperti lembaga kesehatan yang lain tentunya data akan diproses sebagai identitas pasien dan dicocokkan,dimana jika menggunakan metode hash,kemungkinan lembaga kesehatan lain tersebut tidak dapat mencocokkannya karena sifat satu arah dari hash atau karena menggunakan jenis hash yang berbeda. Dalam hal ini membutuhkan enkripsi sebagai bantuan kerahasiaan identitas pasien dan hash bisa digunakan untuk verifikasi.
2. Berikan dua skenario nyata (boleh fiktif namun masuk akal):
- A: Situasi di mana hash lebih tepat digunakan daripada enkripsi
Ketika membutuhkan melakukan verifikasi identitas pasien, penggabungan hash dan fingerprint pasien dapat mempermudah dan mempercepat layanan kesehatan. Hal ini sudah diterapkan pada layanan BPJS - B: Situasi di mana enkripsi lebih tepat digunakan daripada hash
Karena bisa dibuka kembali dengan dekskripsi namun tetap dapat menjaga kerahasiaan data, dengan begitu pihak rumah sakit tetap dapat mengaksesnya dan identititas pasien tetap terlindungi. Oleh karena itu proses enkripsi lebih cocok untuk data-data pasien,seperti contohnya riwayat penyakit,golongan darah pasien, dan lainnya.
Sertakan alasan teknis singkat yang kamu pahami sendiri, bukan sekadar teori.
3. Buat contoh data buatan kamu (3 sampai 5 baris teks saja, tidak perlu menghitung hash asli) untuk menunjukkan bagaimana penyerang dapat menebak identitas pasien melalui pola atau kesesuaian informasi, misalnya dari usia, tanggal kunjungan, atau jenis pemeriksaan.
Misalnya terjadi kecelakaan kerja pada tangga 11 Januari 2023, seorang anak yang keracunan makanan pada 13 Februari 2023 dan seorang pasien yang melakukan kontrol rutin pada 23 Februari 2023. sedangkan pada data suatu rumah sakit X akan membentuk ini:
| Pasien | Hash(Sebagai contoh) | Umur | Tanggal | Laporan |
| A | H1387 | 27 | 11 Januari 2023 | Patah tulang kaki |
| B | H1464 | 11 | 13 Februari 2023 | Muntaber |
| C | H7352 | 19 | 23 Februari 2023 | Kontrol rutin |
Kemudian,dua dari pasien yaitu A dan B melakukan update status pada sosial media mereka pada tanggal yang bersamaan saat mereka ke rumah sakit X. Hal tersebut bisa berpotensi untuk dicocokkan datanya oleh penyerang untuk meretas data rumah sakit.
4. Usulkan pendekatan defense-in-depth untuk sistem tersebut dalam bentuk paragraf, tidak bullet point. Bahasan kamu harus mencakup minimal empat elemen berikut: penggunaan salt/pepper, pseudonymization, pembatasan akses internal, audit dan logging, dan prinsip data minimization. Jelaskan sebagai strategi yang kamu rancang sendiri.
Untuk memperkuat keamanan data dan mencegah adanya peretasan data pasien,rumah sakit dapat melakukan beberapa hal berikut.Pertama adalah Salt and papper. Salt dalam hal ini adalah dengan menaruh bumbu yaitu huruf atau kata acak unik pada hash yang sudah ada sehingga peretas akan lebih sulit untuk menebak data yang sebenarnya. Misalnya H1464 ditambahkan dengan Y7 dan menjadi H1464Y7.Sedangkan pada Pepper bumbu tambahan ini digunakan untuk semua data namun akan disimpan secara terpisah. Kemudian pseudonymization, yaitu mengganti identitas dengan nama atau istilah samaran.Contohnya mengganti jenis kelamin perempuan dengan kata Paris atau mengganti nama pasien dengan nomor atau kode. Melakukan Pembatasan akses internal juga hal yang sangat penting agar tidak sembarangan orang bisa mengakses data pasien,tetapi hanya yang benar-benar memerlukannya untuk keberlangsungan pengobatan pasien. Audit dan Logging berarti melakukan pencatatan dan evaluasi segala aktivitas dalam sistem data rumah sakit khususnya pasien.Rumah sakit perlu memastikan hanya orang yang berkepentingan saja yang bisa mengakses sistem ini, dengan begitu jika ada pola mencurigakan atau anomali bisa segera diselidiki dan diatasi. Terakhir Data minimization. Dalam hal ini data minimization bermaksud untuk meminimalkan mengumpulkan data pasien secara berlebihan,dan hanya digunakan saat diperlukan saja agar data pribadi atau sensitif yang bisa dicuri peretas juga semakin sedikit/minimal
5. Jelaskan dengan opini pribadi kamu mengapa kebocoran hash data kesehatan lebih berbahaya dibanding kebocoran hash password biasa. Sertakan sudut pandang etika, dampak sosial, dan reputasi pasien. Gunakan argumen kamu sendiri.
Karena data kesehatan pasien umumnya sangat luas,tidak hanya berupa riwayat kesehatan saja,data kesehata juga berupa,identitas pasien,riwayat pengobatan,data administratif, diagnosa medis dan berbagai lainnya yang jika bocor tentunya dapat digunakan untuk membuat identitas palsu yang lebih detail. Regulasi tentang hal ini juga telah ada pada Permenkes pasal 29 dan hanya memberikan akses informasi kepada tenaga kesehatan seperti pada pasal 30. Dalam sisi etika, privasi menjadi hak setiap pasien.Hal ini karena dalam beberapa hal,riwayat penyakit atau medis pasien dapat berpotensi membuat pasien merasa malu bahkan mendapatkan diskriminasi dan stigma buruk tentang pasien yang menderita penyakit yang sama.Seperti pada penyakit menular yang sudah memiliki pandangan buruk,sehingga pasien akan dilabel orang yang mesum dan bukan orang yang baik.
