Cermi LF REY-Kelompok 3

Pertanyaan:

Tugas Praktek

Tujuan: Memperkenalkan konsep energi surya dan PLTS, mengenal komponen utama, serta memahami dasar instalasi dan keselamatan dalam pemasangan sistem PLTS sederhana,

Durasi Tugas: 1 Minggu

Instruksi:

1. Pengenalan Energi Surya:

Buatlah sebuah poster atau infografis sederhana yang menjelaskan apa itu energi surya, manfaatnya, serta fungsinya dalam PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

* Poster/infografis harus mencakup penjelasan singkat tentang cara kerja PLTS dan mengapa energi surya ramah lingkungan.

2. Identifikasi Komponen Dasar PLTS:

* Kenali dan jelaskan komponen utama dari sistem PLTS, yaitu panel surya, inverter, dan baterai.

* Buat sketsa atau gambar yang menunjukkan bentuk dan fungsi dari masing-masing komponen. Jelaskan juga fungsi dasar setiap komponen dalam sistem.

3. Keselamatan dalam Instalasi:

* Gunakan peralatan keselamatan seperti sarung tangan dan kacamata

pelindung selama proses instalasi. • Buat catatan langkah-langkah keselamatan yang harus diikuti selama instalasi dasar ini.

4. Dokumentasi Proses Instalasi:

* Ambil foto atau buat video pendek (1-2 menit) yang mendokumentasikan

proses pemasangan kabel DC dan AC, serta penggunaan alat keselamatan. • Tulis laporan singkat yang menjelaskan langkah-langkah instalasi yang telah dilakukan, disertai dengan foto atau link video sebagai bukti.

Pengumpulan:

Poster/infografis dalam bentuk digital (PDF/JPEG).

Laporan singkat (2-3 halaman) dalam bentuk Cermi yang berisi: Sketsa komponen PLTS beserta fungsi setiap komponen.

Penjelasan langkah-langkah instalasi kabel DC dan AC.

* Langkah-langkah keselamatan yang diterapkan selama instalasi. Foto atau link ke video dokumentasi proses instalasi.

Status: 

100% selesai

Keterangan: 

Saya telah mengerjakan tugas dengan baik dan benar

Bukti:

1. Poster 

Link disini

2.  -Sketsa Komponen PLTS beserta fungsi setiap komponen 

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terdiri dari komponen utama berikut:

1. Panel Surya : Mengubah sinar matahari menjadi listrik arus searah (DC).
2. Inverter : Mengubah listrik DC menjadi arus bolak-balik (AC) untuk digunakan oleh perangkat listrik.
3. Baterai (opsional): Menyimpan energi untuk digunakan saat matahari tidak bersinar.
4. Charge Controller : Mengatur pengisian daya ke baterai agar tidak berlebih.
5. Rangkaian Pemutus : Melindungi sistem dari arus berlebih.
6. Meteran Energi : Mengukur energi yang dihasilkan dan digunakan.
7. Mounting System : Menopang panel untuk menerima sinar matahari optimal.
8. Jaringan Listrik (Grid) : Cadangan listrik dan tempat menyalurkan kelebihan energi (untuk sistem on-grid).

Ini adalah skema dasar sistem PLTS.

-Instalasi kabel DC dan AC.

  1. Berikut langkah singkat instalasi kabel DC dan AC pada PLTS:

1.Instalasi Kabel DC :

-Hubungkan Panel Surya ke Charge Controller: Sambungkan kutub positif dan negatif.

-Hubungkan Charge Controller ke Baterai: Jika ada baterai, pastikan sambungan aman.

-Hubungkan Baterai ke Inverter: Sambungkan output baterai ke input inverter.

-Grounding: Pasang kabel grounding untuk keamanan.

-Pemeriksaan: Pastikan sambungan benar dan aman.

2. Instalasi Kabel AC:

– Hubungkan Inverter ke Panel Distribusi: Sambungkan output inverter ke panel listrik.

– Hubungkan ke Beban Listrik: Sambungkan panel ke perangkat listrik.

– Jika On-Grid, Hubungkan ke Jaringan Listrik (Grid): Gunakan meteran dua arah.

-Grounding: Pastikan pemasangan Grounding pada kabel AC.

– Pemeriksaan: Cek koneksi dan proteksi MCB.

Ini memastikan instalasi aman dan berfungsi dengan baik.

-Langkah-langkah keselamatan singkat selama instalasi sistem PLTS 

Berikut adalah langkah-langkah keselamatan singkat selama instalasi sistem PLTS:

1.Matikan Semua Peralatan: Pastikan seluruh perangkat (panel surya, inverter, baterai) dalam keadaan mati sebelum memulai instalasi.
2.Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Kenakan sarung tangan isolasi, kacamata pelindung, dan sepatu anti-listrik.
3.Periksa Kabel dan Komponen: Pastikan kabel dan komponen dalam kondisi baik, tidak rusak atau cacat.
4.Grounding yang Baik: Pasang sistem Grounding  dengan benar untuk mencegah sengatan listrik.
5.Hindari Instalasi di Cuaca Buruk: Jangan bekerja saat hujan atau kondisi basah untuk menghindari risiko tersengat listrik.
6.Gunakan Alat Pengukur: Periksa tegangan dan arus listrik sebelum dan sesudah pemasangan untuk memastikan kondisi aman.
7.Pasang Proteksi: Gunakan MCB atau sekering untuk mencegah arus berlebih atau korsleting.

Dengan langkah ini, instalasi dapat dilakukan dengan aman.

3.video dokumentasi proses instalasi 

https://drive.google.com/drive/folders/13WP38JrDxeJxMRJOULOboW2sQywRQ91q?usp=drive_link

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment