Pada pagi hari tanggal 31 Mei 2025 saya mengikuti acara Teach Talk 48 melalui zoom….
Berikut adalah simpulan materi yang disampaikan:
Riset ini membahas bagaimana penyidikan anak usia dini, khususnya taman kanak-kanak (TK), mempengaruhi pola kerja dan dinamika keluarga di Indonesia. Fokus utama studi ini adalah dampak akses terhadap TK terhadap partisipasi angkatan kerja perempuan, yang menjadi isu penting dalam kebijakan ketenagakerjaan dan kesetaraan gender. Dalam konteks stagnasi partisipasi kerja perempuan yang berada di sekitar 50%, penelitian ini mengeksplorasi apakah layanan pengasuhan formal seperti TK dapat meningkatkan keterlibatan perempuan dalam dunia kerja.
Data menunjukkan bahwa partisipasi kerja perempuan cenderung menurun setelah mereka menjadi ibu, terutama dengan anak balita, sementara partisipasi kerja laki-laki tidak terpengaruh secara signifikan oleh status sebagai ayah. Penelitian ini menemukan bahwa ibu yang anaknya terdaftar di TK memiliki partisipasi kerja yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Meskipun perbedaan ini marginal, ada potensi kebijakan yang signifikan.
Studi ini juga mengkaji bagaimana TK berinteraksi dengan struktur keluarga dan pengasuhan informal dalam mengalokasikan kerja di dalam rumah tangga. TK di Indonesia melayani anak usia 4 hingga 6 tahun dan meskipun enrollment meningkat, akses terhadap TK masih tidak merata, dengan disparitas yang terlihat antar wilayah. Penelitian ini menggunakan data dari Susenas dan PODES untuk menganalisis dampak kebijakan secara kausal, dengan pendekatan instrumental variable untuk mengidentifikasi efek enrollment di TK terhadap partisipasi kerja ibu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa enrollment di TK meningkatkan partisipasi angkatan kerja ibu sebesar 13 poin persentase, meskipun ada penurunan dalam probabilitas pekerjaan formal dan penghasilan bulanan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun lebih banyak ibu yang bekerja, banyak yang beralih ke pekerjaan informal dengan upah lebih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TK tidak hanya menggantikan pengasuhan informal, tetapi juga melengkapi kapasitas pengasuhan yang ada, dan menyoroti pentingnya mempertimbangkan kualitas pekerjaan dalam merancang kebijakan pengasuhan anak. Ke depan, penelitian ini akan mengeksplorasi lebih lanjut tentang penyediaan layanan TK dan aksesibilitasnya di seluruh Indonesia.


