- Provide a real-world business example for a failure in Confidentiality, Integrity, and Availability?
Terdapat beberapa kasus kegagalan pada confidentiality (Kerahasiaan), integrity (Integritas), dan availability (Ketersediaan) di Indonesia maupun dunia bisnis terkait keamanan siber. Seperti pada e-commerce, Tokopedia yang mengalami pencurian 19 juta data pengguna hingga dijual di dark web. Data yang bocor meliputi nama, email, dan nomor HP, meskipun password dipastikan terenkripsi. Sedangkan pada X, sudah beberapa kali mengalami server ‘down’, misalnya pada Maret dan November 2025. Ribuan pengguna dari berbagai negara melaporkan kesulitan mengakses layanan, mengirim pesan, dan mempertahankan koneksi yang stabil selama gangguan. Pada bidang transportasi online, regulator Belanda menjatuhkan denda kepada Uber sebesar €290 juta, atau sekitar 5 triliun rupiah, karena melanggar General Data Protection Regulation (GDPR) yang berlaku di Uni Eropa. - How might an e-commerce website prioritize one aspect of the CIA triad over the others for its product pages versus its payment processing system?
Pada halaman produk yang menampilkan katalog beserta informasi produk, aspek terpenting adalah ketersediaan, agar informasi yang dapat mendukung keputusan pembelian dapat selalu dilihat oleh pengguna. Mengingat tujuan utamanya adalah menampilkan produk sebagai konsumsi publik, tingkat kerahasiaannya menjadi lebih rendah. Namun ketersediaan produk yang lengkap,jelas dan terkini menjadi yang utama untuk dikuatkan. Sebaliknya, pada sistem pembayaran, kerahasiaan menjadi yang diprioritaskan. Hal ini karena dalam proses pembayaran terdapat banyak data sensitif baik dari pihak pembeli maupun penjual, seperti nama, alamat, nomor kartu kredit, hingga informasi akun bank.Jika data ini jatuh ke tangan yang salah, dapat mengakibatkan pencurian identitas, penipuan finansial, dan kerugian lainnya bagi pelanggan - Explain the principle of “least privilege” and how it supports confidentiality?
Prinsip ini menyatakan bahwa setiap user atau sistem hanya menerima hak akses minimum yang benar-benar dibutuhkan untuk menjalankan tugas tertentu.Dengan kata lain, hak akses tidak diberikan yang lebih dari yang dibutuhkan. Jika seorang user hanya membutuhkan akses membaca laporan, maka hak edit atau hapus tidak perlu diberikan. Dengan menerapkan prinsip least privilege, organisasi dapat mengurangi risiko kesalahan manusia, mencegah penyalahgunaan izin, serta meminimalkan ancaman serangan siber baik dari dalam maupun luar organisasi yang berpotensi membocorkan data sensitif.
