haloooo semuanyaaa😖😖😖
jadi di cermi kali ini aku mau ceritain nih kegiatan aku saat Menyaksikan Teach Talk 48 ADI pada tanggal 31 MEI 2025 melalui zoom meeting
Pada hari Sabtu pagi, saya mengikuti Teach Talks Session ke-48 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) bersama Diaspora Network – United. Topik yang diangkat kali ini sangat menarik, yaitu “How Kindergarten Shapes Work and Family Roles” yang disampaikan oleh Dyah Pritadrajati, peneliti diaspora Indonesia yang sedang menempuh pendidikan doktoral di Australian National University.Materi ini membahas bagaimana keberadaan layanan penitipan anak formal seperti TK (Taman Kanak-Kanak) dapat memengaruhi peran dan partisipasi kerja orang tua, khususnya ibu.
Materi yang disampaikan bersumber dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2001–2023. Adapun kelompok sampel utama dalam riset ini adalah:
-
Ibu berusia 18–45 tahun dengan anak usia 36–59 bulan.
-
Ayah atau pasangan dari ibu yang disampel.
-
Anggota rumah tangga lain usia 15–64 tahun yang tidak sedang sekolah.
Beberapa hasil utama (key takeaways) yang saya catat:
-
Efeknya signifikan walaupun durasi program singkat
→ Akses terbatas terhadap penitipan anak formal tetap membantu ibu untuk terlibat dalam dunia kerja. -
Penitipan anak formal memperkuat kapasitas rumah tangga dalam mendukung ibu bekerja
→ Dampaknya tetap terasa meskipun ada anggota keluarga dewasa lain di rumah, artinya TK bisa melengkapi sistem pengasuhan yang sudah ada. -
Namun, tetap ada trade-off (pertukaran)
→ Peningkatan partisipasi kerja ibu justru diiringi dengan penurunan pekerjaan formal dan pendapatan, kemungkinan karena keterbatasan waktu atau beralih ke pekerjaan informal.
Saya merasa materi ini sangat relevan dengan isu gender, ekonomi keluarga, dan kebijakan publik di Indonesia. Hal ini membuka wawasan saya bahwa pendidikan usia dini bukan hanya penting dari sisi tumbuh kembang anak, tetapi juga berperan dalam dinamika ekonomi rumah tangga, terutama dalam mendorong pemberdayaan perempuan.
Sebagai mahasiswa di jurusan Bisnis Digital, wawasan dari sesi ini dapat saya kaitkan dengan:
-
Pengembangan inovasi layanan berbasis data untuk pendidikan anak usia dini.
-
Menganalisis bagaimana peningkatan akses terhadap layanan TK bisa menjadi peluang bisnis sosial sekaligus berdampak pada keseimbangan kerja-keluarga.
-
Menyadari pentingnya kebijakan berbasis data dalam membangun sistem pendukung ekonomi keluarga.
Mengikuti sesi ini membuat saya semakin sadar bahwa solusi terhadap tantangan ekonomi dan gender di Indonesia memerlukan pendekatan interdisipliner. Terima kasih kepada ADI dan Diaspora Network atas kesempatan luar biasa ini!
Nahh itu cermi aku, Saat aku Menyaksikan Teach Talk 48 ADI yang keren dan seru banget, jadi segitu aja cermi dari aku sampai ketemu di cermi selanjutnya
dadahh 👋🏻
See u on top guys!! ^^
