Cermi 2

Sesi dibuka oleh Prof. Dr. (HC) Ir. Mohammed Ali Berawi, Ketua Umum ADI. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa AI bukan hanya sekadar tren, tetapi kekuatan baru dalam proses pengembangan produk yang akan mengubah lanskap industri dan pendidikan. “AI akan menjadi mitra kolaboratif, bukan pengganti manusia,” ucap beliau dengan penuh keyakinan.

Sorotan utama jatuh pada Mohammad Naufal Nafian, seorang peneliti muda dari College of Engineering, Carnegie Mellon University. Dengan gaya santai tapi sarat wawasan, ia menjelaskan bagaimana kecerdasan buatan diterapkan secara nyata dalam siklus pengembangan produk—dari desain hingga pemantauan performa produk di lapangan.

Ia memperlihatkan contoh konkret penggunaan AI dalam pengembangan perangkat wearable untuk kesehatan dan efisiensi sistem manufaktur. “AI bukan lagi eksperimen, tapi solusi nyata yang mempercepat iterasi dan personalisasi produk,” katanya sambil memperlihatkan visual interaktif yang memukau.

Diskusi semakin seru dengan kehadiran Dr. Rachmadian Wulandana sebagai moderator. Dengan gaya dialogis, ia menghubungkan pertanyaan-pertanyaan dari peserta kepada sang pembicara—membahas tantangan etika, integrasi AI dalam UMKM, hingga kolaborasi riset lintas negara.

Webinar berlangsung hingga siang hari. Di akhir sesi, ratusan peserta merasa terinspirasi dan mendapatkan e-sertifikat. Namun yang lebih berharga dari itu adalah wawasan baru yang mereka bawa pulang—tentang bagaimana teknologi bisa menjadi alat yang memberdayakan, bukan menakutkan.

Hari itu, dari ruang virtual yang sederhana, lahirlah ide-ide besar untuk masa depan inovasi Indonesia.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment