Saat semua pekerjaan dirasa makin tidak menyenangkan, ingatlah akan cicilan.

Hi sai! Kembali lagi di CerMi Christmas Market at Episode Hotel Day 4!
Hari keempat Bazaar Christmas Market tiba dengan suasana yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Meskipun kemeriahan dan keceriaan masih terasa di sekitar, namun terasa sepi dari kerumunan pengunjung yang biasanya memenuhi area bazaar. Cuaca yang dingin dan angin yang kencang mungkin menjadi faktor utama yang membuat beberapa pengunjung memilih untuk tetap di dalam rumah atau memilih destinasi indoor lainnya.
Pedagang yang biasanya sibuk mengurus pelanggan sekarang duduk di kursi mereka dengan pandangan kosong. Suara derap langkah pengunjung yang berlalu-lalang yang biasanya membuat bising sekarang hanya terdengar seperti gema sepi. Stal-stal yang semula dipenuhi oleh berbagai barang dagangan kini tampak berjarak satu sama lain, memperlihatkan jarak kosong yang mencerminkan kehampaan pasar.
Pengunjung yang datang tampaknya hanya sedikit, dan banyak dari mereka berjalan tanpa tujuan yang jelas. Beberapa melihat-lihat barang dagangan, tetapi atmosfer yang sepi membuat semangat berbelanja menjadi redup. Tawa dan cerita-cerita yang biasanya mengisi udara sekarang digantikan oleh suara langkah kaki yang kaku dan desis angin.
Pedagang mencoba menciptakan semangat dengan memainkan musik melankolis dari radio kecil mereka, tetapi lagu-lagu itu hanya menambah kesan kesepian. Wajah-wajah pedagang yang semula ceria kini mencerminkan kekecewaan dan ketidakpastian. Mereka bertukar pandang, mencoba mencari tahu apa yang membuat bazaar yang biasanya ramai menjadi sepi seperti ini.
Beberapa pedagang berusaha menawarkan diskon khusus dan promosi menarik, namun tampaknya tidak cukup untuk menghidupkan kembali semangat belanja. Penjual makanan yang biasanya ramai dengan pembeli kini menyimpan dagangannya yang tak terjual, dan bau makanan yang menggoda kini hanyalah kenangan yang tersisa.
Meskipun keadaan bazaar begitu sepi, masih ada harapan di udara. Para pedagang tetap berusaha menjaga semangat mereka dan berharap agar kunjungan meningkat seiring berjalannya waktu. Suasana sepi ini mungkin hanya sementara, dan mereka berharap untuk melihat keramaian dan kegembiraan kembali memenuhi bazaar seperti biasanya.
Pada akhirnya, hari keempat Bazaar Christmas Market yang sepi pengunjung membuktikan bahwa Natal tidak hanya tentang keramaian dan kehebohan, tetapi juga tentang kedamaian dan kehangatan di antara mereka yang tetap berada di sana untuk merayakannya, meskipun dengan jumlah yang lebih sedikit.
Umur muda wajah tua
Jomponya kayak ema-ema
Jangan sedih jangan dilema
Kita hanya berpisah untuk sementara.
Sampai jumpa di hari ke 5!

