Departure for Putrajaya and Melaka Tour (Day 4)

 Visit To Malaka (Day 4)

  • Departure for Putrajaya and Melaka Tour

Destinasi hari ini adalah Putrajaya, kota modern yang dirancang apik, dan Melaka, kota bersejarah yang menyimpan ribuan cerita.

Di dalam bus, kami disambut oleh pemandu wisata yang ramah, yang dengan antusias membagikan informasi seputar Malaysia dan tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Perjalanan ke Putrajaya terasa singkat berkat cerita-cerita menarik yang diselingi lelucon. Akhirnya, kami tiba di Putrajaya, sebuah kota yang membuat saya terkagum-kagum. Kota ini sangat teratur, dengan bangunan-bangunan megah yang memadukan arsitektur Islam dan modern, serta danau buatan yang membentang luas. Kami berfoto di depan Masjid Putra yang megah dan mencicipi suasana di sekitar Jembatan Seri Wawasan. Di sini, saya menyadari betapa sebuah negara bisa memadukan kemajuan dengan warisan budaya secara harmonis.

Setelah puas menjelajahi Putrajaya, perjalanan dilanjutkan ke Melaka. Sepanjang jalan, pemandangan berubah dari kota modern menjadi pedesaan yang asri, seolah-olah membawa kami mundur ke masa lalu. Tiba di Melaka, suasananya langsung terasa berbeda. Bangunan-bangunan tua berwarna merah, sisa-sisa peninggalan Belanda, menyambut kami.

Petualangan kami berawal dari Stadthuys, bangunan merah marun yang berdiri anggun. Lebih dari sekadar gedung tua, Stadthuys adalah saksi bisu berbagai peradaban yang pernah singgah. Dari sana, kami berjalan kaki menyusuri Jonker Street, sebuah lorong yang terasa seperti mesin waktu. Setiap langkah di sana adalah penemuan baru. Penjelasan ini Mampu membangun, mengelola, menggunakan dan mengamankan database dengan alat dan teknik dalam sistem basis data yang akan menghasilkan model relasional (CPL 02)

 

Melaka, sebuah nama yang selalu membangkitkan imajinasi akan rempah, perdagangan, dan kisah lampau. Setelah perjalanan dari Putrajaya, udara Melaka menyambut kami dengan kehangatan khasnya. Begitu turun dari bus, kami langsung merasakan denyut sejarah yang begitu kuat. 

Jajanan lokal yang aromanya menggoda, mulai dari cendol gula Melaka yang manis legit hingga es krim durian yang pekat, seolah mengajak lidah kami dalam sebuah perayaan rasa. Suasana yang ramai, tawa riang, dan aroma rempah berpadu sempurna, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Penjelasan ini Mampu menerapkan metodologi pengembangan sistem informasi beserta alat pemodelannya meliputi pengembangan sistem berorientasi objek, system development life cycle (SDLC) (CPL 03).

Perjalanan ini lebih dari sekadar melihat bangunan dan mencicipi makanan. Ini tentang merasakan denyut nadi sebuah kota yang tak pernah lelah bercerita. Melaka bukan hanya destinasi wisata, melainkan sebuah pelajaran sejarah yang disajikan dengan indah, di mana setiap sudutnya menyimpan kenangan dan keajaiban.

 

Puncak perjalanan di Melaka bagi saya adalah mengunjungi Benteng A Famosa. Meskipun hanya tersisa gerbangnya, benteng ini tetap menyimpan aura sejarah yang kuat. Berdiri di sana, saya bisa membayangkan betapa pentingnya benteng ini di masa lalu. 

Sebelum kembali, kami menyempatkan diri untuk beribadah di Masjid Selat Melaka. Masjid yang didirikan di atas panggung di atas laut ini menawarkan pemandangan yang sangat indah. Momen salat di sana terasa begitu khusyuk, dengan semilir angin laut yang menyejukkan.

 

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment