Berikut Jawaban dari pertanyaan Essay UAS:
1. Kebocoran terjadi karena adanya kelemahan logika pada sistem permintaan data. Meskipun data dienkripsi saat disimpan, API berfungsi untuk membuka enkripsi tersebut bagi pengguna. Jika API tidak memvalidasi apakah peminta data adalah pemilik sahnya, maka penyerang bisa meminta data orang lain dan sistem akan memberikan data tersebut dalam bentuk yang sudah tidak terenkripsi.
2. Enkripsi hanya melindungi data saat disimpan atau dikirim. Namun, jika sistem gagal memverifikasi identitas (otorisasi), sistem akan menganggap penyerang sebagai pemilik sah dan secara otomatis memberikan data yang sudah didekripsi.
3. Pencegahan dapat dilakukan dengan ketiga langkah ini. Pertama, dengan menerapkan validasi identitas untuk memastikan peminta data adalah pemilik sahnya. Lalu yang kedua, dengan menggunakan token akses (seperti JWT) sebagai bukti izin resmi yang sulit dipalsukan. serta yang ketiga, dengan memberlakukan pembatasan akses (rate limit) guna menutup celah pengambilan data dalam jumlah besar secara otomatis. Ketiga langkah ini memastikan bahwa hanya orang yang tepat, dengan kunci yang benar, dan dalam batas kewajaran yang bisa mengakses data.
4. Langkah pertama adalah Isolasi Jalur, yaitu segera mematikan atau menonaktifkan endpoint API yang teridentifikasi bocor untuk menghentikan aliran data keluar. Selanjutnya dilakukan Pencabutan Akses dengan membatalkan semua token aktif atau API keys yang terkompromi agar penyerang tidak bisa masuk kembali menggunakan identitas yang sama. Setelah akses terkunci, lakukan Audit Log untuk memetakan sejauh mana kebocoran terjadi, jenis data yang diambil, dan siapa saja pengguna yang terdampak. Terakhir, lakukan Perbaikan Logika pada kode sistem otorisasi untuk menambal celah tersebut sebelum layanan diaktifkan kembali secara normal.
