SOAL UTS – Hash, Privasi Data Medis, dan Keamanan Informasi
Sebuah platform kesehatan digital menyimpan data pasien dengan metode sebagai berikut:
-
Nomor identitas → hash
-
Email → hash
-
Data medis → enkripsi
Terjadi insiden keamanan di mana pihak luar dapat melakukan re-identification attack dengan mencocokkan hash, pola data kunjungan, dan informasi publik.
Tugas kamu adalah menjawab pertanyaan berikut dengan bahasa kamu sendiri, bukan definisi textbook atau salinan teori umum. Gunakan pemikiran pribadi, contoh buatan sendiri, dan logika kamu. Jawaban generik atau terindikasi bantuan otomatis tidak akan dinilai.
-
Jelaskan mengapa hashing saja tidak cukup untuk melindungi data identitas pasien, terutama jika data tersebut dapat dicocokkan dengan sumber eksternal. Gunakan contoh logika sederhana yang kamu buat sendiri untuk menjelaskan.
-
Berikan dua skenario nyata (boleh fiktif namun masuk akal):
-
A: Situasi di mana hash lebih tepat digunakan daripada enkripsi
-
B: Situasi di mana enkripsi lebih tepat digunakan daripada hash
Sertakan alasan teknis singkat yang kamu pahami sendiri, bukan sekadar teori.
-
-
Buat contoh data buatan kamu (3 sampai 5 baris teks saja, tidak perlu menghitung hash asli) untuk menunjukkan bagaimana penyerang dapat menebak identitas pasien melalui pola atau kesesuaian informasi, misalnya dari usia, tanggal kunjungan, atau jenis pemeriksaan.
-
Usulkan pendekatan defense-in-depth untuk sistem tersebut dalam bentuk paragraf, tidak bullet point. Bahasan kamu harus mencakup minimal empat elemen berikut: penggunaan salt/pepper, pseudonymization, pembatasan akses internal, audit dan logging, dan prinsip data minimization. Jelaskan sebagai strategi yang kamu rancang sendiri.
-
Jelaskan dengan opini pribadi kamu mengapa kebocoran hash data kesehatan lebih berbahaya dibanding kebocoran hash password biasa. Sertakan sudut pandang etika, dampak sosial, dan reputasi pasien. Gunakan argumen kamu sendiri.
Format Pengumpulan
-
Jawaban ditulis dalam bentuk Cermi pada situs: https://bisnisdigital.raharja.ac.id
-
Setelah dipublikasikan, buat shortlink menggunakan https://bysl.pw
-
Cantumkan shortlink tersebut sebagai bagian akhir jawaban
Ketentuan
-
Tidak diperbolehkan menyalin jawaban dari internet, AI, atau sumber lain
-
Harus menggunakan contoh buatan sendiri
STATUS: 100% tercapai
KETERANGAN: SAYA SUDAH MENGERJAKAN TUGAS INI DENGAN BAIK DAN BENAR
BUKTI:
1.Jelaskan mengapa hashing saja tidak cukup untuk melindungi data identitas pasien?
Karena hasil hash masih bisa di cocokin sama hasil pencarian data antar sumber, apa lagi kalau ada data pembading eskternal yang polanya sama .
Contoh logikanya: klinik ingin melindungi data pasien dengan meng-hash tanggal lahir pasien supaya tidak keliatan data aslinya tanggal lahir pasien 12-08-1999 tapi ada sumber lain (misalnya data media sosial yang bocor) yang isinya tanggal lahir pasien tadi, nah si pihak peneliti atau penyerang menjadi lebih gampang membuat daftar yang kemungkinan tanggal lahir terus hitung hash satu persatu untuk di cocokin jadi kesimpulannya ya walaupun hash mengubur data yang di hash tetap aja ga kuat karena data yang bocor dimedia mana aja bisa jadi jalan utama untuk penyerang tau lebih banyak informasi aslinya
2. Berikan dua skenario nyata (boleh fiktif namun masuk akal):
-
-
A: Situasi di mana hash lebih tepat digunakan daripada enkripsi
-
- Hash lebih tepat digunakan kalau data sudah tidak perlu di buka kembali, contohnya kayak simpan kata sandi. kalau secara teknis hash bersifat satu arah jadi walaupun database bocor kata sandi yang aslinya susah buat di tebak dan dengan tambahan salt unik, hasil hash berbeda untuk setiap pengguna da mencoba pencegahan pencocokan antar data
-
B: Situasi di mana enkripsi lebih tepat digunakan daripada hash
Sertakan alasan teknis singkat yang kamu pahami sendiri, bukan sekadar teori.
-
Hash tepat digunakan untuk data yang sudah siap untuk di buka ulang, contohnya pengiriman rekam medis antar rumah sakit, enkripsi bersifat dua arah, data bisa di kunci dan di buka lagi dengan kunci tertentu, sehingga bisa menjadi kerahasiaan data, tapi tetap ada kemungkinan pihak berwenang mengakses data aslinya
3. Buat contoh data buatan kamu (3 sampai 5 baris teks saja, tidak perlu menghitung hash asli) untuk menunjukkan bagaimana penyerang dapat menebak identitas pasien melalui pola atau kesesuaian informasi, misalnya dari usia, tanggal kunjungan, atau jenis pemeriksaan.
| ID Hash | Umur | Tanggal Kunjungan | Kota | Pemeriksaan |
| HASH_1 | 42 | 2024-11-05 | Surabaya | MRI kepala |
| HASH_2 | 29 | 2025-02-14 | Bandung | Tes HIV |
| HASH_3 | 86 | 2024-12-01 | Malang | Kardiologi |
| HASH_4 | 17 | 2025-06-20 | Surabaya | Konsultasi kehamilan |
