IEEE CONFERENCE ICCIT 2022 : Kolaborasi Hibah Penelitian Bisnis Digital Dorong Prestasi Akreditasi Unggul Di Universitas Raharja
Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi. Melalui keikutsertaan dalam ajang bergengsi IEEE Conference on Creative Communication and Innovative Technology (ICCIT) 2022, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital berhasil terlibat dalam penelitian hibah yang mendapatkan pendanaan langsung dari mitra industri strategis.

Dukungan sumber pendanaan eksternal dari mitra industri ini menjadi capaian penting yang tidak hanya berdampak pada penguatan portofolio penelitian mahasiswa, tetapi juga mendukung pencapaian standar akreditasi Program Studi Bisnis Digital. Sesuai dengan Pasal 6 dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI) mengenai pendanaan pendidikan tinggi, program studi wajib memiliki sumber pendanaan yang berasal dari berbagai sumber, baik internal, pemerintah, maupun pihak industri yang relevan.
Dalam hal ini, Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja telah melampaui indikator yang ditetapkan, dengan berhasil menggalang pendanaan penelitian dari mitra industri yang mendukung visi, misi, tujuan, dan strategi program studi. Keberhasilan ini merupakan bentuk konkret implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam aspek penelitian yang berorientasi pada kolaborasi industri dan penyelesaian permasalahan nyata di dunia bisnis digital.
Sebagai mahasiswa yang terlibat langsung dalam penelitian ini, saya merasakan secara nyata bagaimana dukungan pendanaan dari mitra membawa dampak signifikan bagi pengalaman belajar kami. Tidak hanya sekadar dana, hibah ini membuka ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri yang menjadi mitra kami. Diskusi, mentoring, hingga kunjungan lapangan menjadi bagian dari proses penelitian yang semakin memperkaya wawasan dan keterampilan kami dalam memecahkan permasalahan nyata di lapangan.
Melalui kegiatan ini, saya pribadi belajar bahwa penelitian bukan hanya sebatas menulis laporan ilmiah, melainkan bagian dari proses penciptaan solusi yang berdampak bagi dunia usaha dan masyarakat. Pengalaman mendapatkan hibah ini mengasah kemampuan kami dalam berkomunikasi, bernegosiasi, hingga menyusun proposal yang menarik dan relevan di mata mitra industri.
Partisipasi kami dalam ICCIT 2022 menjadi ruang pembuktian bahwa hasil penelitian kolaboratif yang kami lakukan memiliki standar akademik yang diakui secara internasional. Presentasi yang kami lakukan di hadapan akademisi, praktisi, hingga investor internasional menambah keyakinan bahwa Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja mampu mencetak mahasiswa yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap berkarya di panggung global.
Tidak hanya itu, melalui pendanaan hibah dari mitra, kami juga diberikan akses lebih luas untuk melakukan pengembangan riset, termasuk publikasi di jurnal terindeks dan menghadiri konferensi internasional lainnya. Hal ini menjadi nilai tambah yang sangat berharga bagi mahasiswa seperti kami yang tengah mempersiapkan diri menjadi technopreneur masa depan.
Dukungan pendanaan yang kami terima dari mitra ini juga semakin menguatkan posisi Program Studi Bisnis Digital dalam memenuhi standar SN DIKTI, khususnya dalam hal pendanaan eksternal yang relevan dan mendukung visi, misi, tujuan, dan strategi program studi. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 6 SN DIKTI, Program Studi wajib memiliki sumber pendanaan dari berbagai pihak untuk memastikan kesinambungan program pendidikan yang berkualitas. Dalam hal ini, Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja telah melampaui indikator, dengan berhasil menggandeng mitra industri yang bukan hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri.
Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi saya sebagai mahasiswa Bisnis Digital. Saya menyadari bahwa keberhasilan sebuah penelitian tidak hanya diukur dari output akademik semata, tetapi juga dari sejauh mana penelitian tersebut mampu menjawab tantangan riil di industri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan semangat Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja yang mengusung Learning Factory sebagai ekosistem pembelajaran yang menyatukan unsur kampus, industri, dan masyarakat.
Kolaborasi ini juga berdampak positif terhadap peningkatan indikator Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Salah satu IKU yang terpenuhi melalui hibah penelitian ini adalah peningkatan kerjasama antara program studi dengan mitra industri dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas.
Sebagai mahasiswa yang menjadi bagian dari proses ini, saya bangga bisa berkontribusi sekaligus menjadi bagian dari pencapaian penting bagi Program Studi Bisnis Digital. Kolaborasi ini telah membuka mata saya tentang pentingnya menjalin relasi yang kuat dengan dunia industri, memperluas jejaring profesional, dan mengasah softskill serta hardskill yang diperlukan untuk sukses di era digital.
Saya berharap pengalaman yang saya dapatkan dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mahasiswa lain untuk tidak ragu menjajaki peluang riset kolaboratif dengan mitra industri. Karena dari pengalaman ini, saya belajar bahwa dengan kolaborasi yang baik, mahasiswa bisa menciptakan karya inovatif yang berdampak dan membawa nama baik kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Ke depan, Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja terus mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam menjalin kolaborasi dengan mitra strategis, baik melalui program hibah, penelitian, maupun program inovasi lainnya. Dengan semangat tersebut, saya yakin Program Studi Bisnis Digital akan terus menjadi pionir dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi nyata di dunia industri digital global.
