Keterlibatan Nasional Dosen BisDiUR menjadi salah satu bukti nyata bahwa Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja (BisDiUR) tidak hanya fokus pada kualitas pembelajaran internal, tetapi juga mendorong kontribusi aktif dosennya di level nasional. Salah satu sosok yang mencerminkan semangat ini adalah Assoc. Prof. Dr. Po Abas Sunarya, M.Si. kerap disapa Pa Abas, yang telah berkiprah secara konsisten dalam 7 organisasi strategis di luar program studi.
Berdasarkan data terbaru, Pa Abas tidak hanya terlibat secara simbolis, melainkan memegang peran penting. Semua peran ini berada di level nasional, sebagaimana tertuang dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang menekankan pentingnya kontribusi dosen dalam organisasi profesi dan komunitas ilmiah di luar program studi.
Mengacu pada SN Dikti, dosen diwajibkan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tridharma yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Namun, apa yang dicapai oleh Pa Abas justru melampaui standar minimum yang ditetapkan. Keterlibatannya secara simultan dalam 7 organisasi nasional menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap pengembangan ilmu dan jejaring profesional di bidang pendidikan tinggi, bisnis digital, dan kebijakan teknologi informasi.
Berikut adalah daftar peran yang diemban oleh Pa Abas:
-
Pengurus ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) Cabang Jakarta sebagai Penasehat.
-
Ketua APTISI Banten.
-
Dewan Penasehat Asosiasi Dosen Indonesia (DPW-ADI) Banten.
-
Penasehat KKI Provinsi Banten.
-
Dewan Penasehat APTIKOM Banten.
-
Penasehat CORIS (Cooperation Research Inter University).
-
Ketua APTISI Wilayah IV-B/Banten.
Keaktifannya tidak hanya berdampak terhadap pengembangan kurikulum dan kebijakan internal kampus, namun juga memberikan pengaruh strategis di tingkat nasional, terutama dalam advokasi kebijakan pendidikan tinggi dan inovasi digital.
Keterlibatan ini sejalan dan mendukung penuh Visi Prodi Bisnis Digital Universitas Raharja, yakni:
“Pendidikan Berkelanjutan yang Menghasilkan Startupreneur Ahli di Bidang Bisnis Digital.”
Bahkan lebih dari itu, kontribusi lintas organisasi ini memperkaya pengalaman pembelajaran, memperluas jejaring Learning Factory, dan mendukung penuh program-program unggulan seperti:
- iLearning: Terintegrasi dengan kebijakan nasional yang dibentuk melalui APTISI dan APTIKOM.
- REP–MBKM: Relasi antar universitas dan organisasi memperluas peluang kolaborasi praktikum dan magang mahasiswa.
- Discovery and Mastery Research (Damar): Keterlibatan pada CORIS mendukung sinergi riset antar universitas.
- Startupreneur Community Service: Posisi strategis di KKI dan APTISI memfasilitasi pengabdian masyarakat berbasis startup digital.
Dari perspektif akreditasi, keaktifan Pa Abas sangat mendukung luaran dan capaian Tridharma, khususnya pada indikator “Keterlibatan dosen dalam organisasi profesi di luar PS” yang mengacu pada SN Dikti. Tidak hanya memenuhi, namun capaian ini jelas melampaui ekspektasi standar nasional, dan memberi nilai tambah dalam pemenuhan kriteria penilaian akreditasi.
Lebih jauh, melalui bukti-bukti dokumentatif yang tersedia, hal ini dapat diajukan sebagai bukti luaran unggul dalam laporan LED dan LKPS. Kegiatan dosen ini juga dapat digunakan untuk mendukung capaian IKU (Indikator Kinerja Utama) perguruan tinggi, terutama pada poin:
- Dosen berkegiatan di luar kampus
- Dosen berkegiatan di dunia industri dan komunitas
- Dosen yang berkontribusi pada peningkatan reputasi institusi.
