Kiprah Dosen BisDi UR dalam Organisasi Internasional dan Nasional
Assoc. Prof. Qurotul Aini, S.Kom., M.T.I
Dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan yang menghasilkan startupreneur ahli di bidang bisnis digital, Program Studi Bisnis Digital (BisDi) Universitas Raharja terus menorehkan prestasi, tidak hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam keterlibatan aktif dosennya di berbagai organisasi profesional di luar institusi.
Salah satu dosen andalan Prodi BisDi, Assoc. Prof. Qurotul Aini, S.Kom., M.T.I kerap disapa Mamoi, menjadi contoh nyata keberhasilan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kontribusi luar biasa dalam organisasi nasional dan internasional. Berdasarkan data terbaru, beliau aktif menjabat di tujuh posisi strategis di berbagai lembaga profesional. Tidak sekadar menjadi anggota, posisi yang diemban menunjukkan peran kepemimpinan dan pengaruh kuat dalam pengembangan keilmuan serta jejaring kolaboratif.
Adapun peran penting yang dipegang oleh beliau antara lain:
-
Ketua Bidang Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Asosiasi Dosen Indonesia
-
Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan ISEI
-
Anggota IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)
-
Koordinator SEMNASTIK APTIKOM
-
Koordinator Alphabet Incubator
-
Ketua Bidang Penerbitan Jurnal Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM)
-
Counselor IEEE Universitas Raharja Student Branch >> https://edu.ieee.org/id-raharja/about-us/
Keterlibatan ini mendukung berbagai misi strategis Prodi BisDi, seperti pelaksanaan Learning Factory, program Raharja Enrichment Program (REP) sebagai bagian dari MBKM, dan penguatan Discovery and Mastery (Damar) Research yang menekankan penelitian inovatif. Lebih dari itu, pengabdian yang dijalankan melalui komunitas Startupreneur juga turut didukung dengan akses dan relasi yang dibangun dari jaringan organisasi tempat beliau aktif.
Kegiatan tersebut memiliki dampak luas, tidak hanya bagi pengembangan profesional dosen, tetapi juga terhadap mahasiswa dan institusi. Beberapa hasil konkret dari keterlibatan ini meliputi:
- Kolaborasi riset lintas kampus dan instansi
- Publikasi jurnal bereputasi nasional dan internasional
- Pembentukan dan pembinaan komunitas inovatif di level mahasiswa
- Perluasan akses ke konferensi dan simposium ilmiah tingkat dunia
Merujuk pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), dosen memang dianjurkan untuk aktif dalam organisasi keilmuan sebagai bentuk pengembangan kompetensi. Namun, SN Dikti tidak mensyaratkan peran struktural yang tinggi atau keterlibatan lintas organisasi dalam jumlah signifikan.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan aktif Mamoi. secara nyata telah melampaui capaian minimal yang ditetapkan oleh SN Dikti. Keikutsertaan beliau tidak hanya bersifat administratif, tetapi berada di level strategis sebagai ketua bidang dan koordinator nasional.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa dosen Prodi BisDi tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi justru melampaui ekspektasi dengan berperan sebagai agen perubahan di berbagai lingkup organisasi keilmuan,” terang Kepala Prodi BisDi saat diwawancarai tim akreditasi.
Fakta ini menjadi kekuatan utama dalam mendukung akreditasi unggul, terutama pada aspek luaran dan capaian Tridharma, serta keterlibatan dosen di luar prodi. Koneksi dan jejaring organisasi yang dibangun oleh dosen seperti Mamoi secara signifikan memperkuat pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar, memperluas peluang mahasiswa dalam magang, studi independen, hingga kompetisi inovasi digital tingkat nasional dan global.
Keterlibatan ini sangat relevan dengan Visi Prodi BisDi, yaitu menciptakan startupreneur ahli di bidang bisnis digital melalui pendidikan berkelanjutan. Adapun melalui misi seperti Learning Factory dan Raharja Enrichment Program (REP), mahasiswa tidak hanya belajar dari dalam kelas, tetapi juga menyerap pengalaman nyata dari jejaring yang dibentuk oleh dosen-dosen unggulan.
Keterlibatan dosen dalam organisasi luar kampus adalah tolok ukur penting dalam akreditasi program studi. Namun di Prodi BisDi Universitas Raharja, hal tersebut tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kewajiban, tetapi telah menjadi bagian dari budaya akademik dan profesional.
Apa yang dilakukan oleh Mamoi. bukan hanya bukti komitmen pribadi, melainkan juga cerminan pencapaian luar biasa Prodi BisDi dalam mencetak SDM unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
