Mahasiswa BisDi berkontribusi sebagai Panitia Conference International

Milea salah satu mahasiswa dari Program Studi Bisnis Digital (BisDi) Universitas Raharja kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional dengan berpartisipasi aktif sebagai panitia dalam kegiatan Conference Internasional yang diselenggarakan di IIUM Malaysia. Kegiatan ini menjadi salah satu ajang bergengsi yang diikuti oleh para akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara untuk saling berbagi pengetahuan dan hasil penelitian terkini di bidang teknologi, bisnis, dan pendidikan.

Peran mahasiswa BisDi dalam acara ini tidak hanya terbatas pada kehadiran sebagai peserta, tetapi mereka juga turut andil secara langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan sebagai bagian dari kepanitiaan resmi. Beberapa di antara mereka dipercaya untuk mendampingi tamu internasional, ada pula yang bertugas di bidang dokumentasi, publikasi acara, serta bagian administrasi dan registrasi peserta. Keterlibatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa, karena mereka tidak hanya belajar teori di bangku perkuliahan, tetapi juga mempraktikkannya dalam lingkungan profesional bertaraf internasional. Mereka belajar berkomunikasi dalam bahasa Inggris, membangun jaringan dengan tokoh-tokoh penting di bidangnya, serta mengasah soft skill seperti kepemimpinan, kerja tim, dan problem solving secara langsung di lapangan. Keikutsertaan mahasiswa BisDi dalam konferensi ini juga mencerminkan dukungan penuh dari Universitas Raharja terhadap pengembangan potensi mahasiswanya, khususnya dalam mewujudkan profil lulusan yang unggul, global-minded, dan siap bersaing di era digital.

Partisipasi aktif mahasiswa dalam forum internasional seperti ini merupakan wujud nyata dari implementasi Visi Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja, yaitu Pendidikan berkelanjutan yang menghasilkan Startupreneur ahli di bidang Bisnis Digital.” Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya tampil sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai representasi dari wajah baru generasi digital Indonesia—yang cakap teknologi, mampu bersinergi dalam lingkup internasional, serta memiliki jiwa enterpreneurship yang terbuka terhadap peluang kolaborasi lintas negara.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi misi prodi dalam menciptakan Startupreneur yang unggul melalui pendidikan berkelanjutan berbasis teknologi dan kolaborasi. Konsep pembelajaran iLearning, yang menekankan pada kelas tanpa batas serta diskusi terbuka antara dosen dan mahasiswa, tercermin kuat dalam aktivitas lintas budaya ini. Mahasiswa terlibat aktif dalam forum internasional, menyampaikan ide, berdiskusi dengan rekan-rekan dari luar negeri, dan mempresentasikan kekayaan budaya Indonesia secara kreatif. Metode Standup Study (SUS) juga tampak dalam keberanian mereka tampil sebagai pembicara, panitia, dan duta budaya, yang secara langsung mengasah keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta kolaborasi lintas negara yang sangat relevan di era digital.

Lebih jauh, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari Learning Factory, di mana mahasiswa belajar langsung dari pengalaman nyata dalam mengelola acara berskala internasional. Mereka terlibat dalam perencanaan, operasional, hingga evaluasi kegiatan, serta menjalin hubungan profesional dengan peserta dan institusi luar negeri seperti IIUM Malaysia. Hal ini memberikan pemahaman praktik manajemen event dan teknologi digital dalam dunia nyata, sejalan dengan tujuan pembelajaran yang aplikatif. Kegiatan ini pun menjadi bagian dari Raharja Enrichment Program (REP) dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memperluas ruang belajar mahasiswa hingga ke ranah internasional dan memberikan pengalaman profesional yang tidak diperoleh di dalam kelas saja.

Di sisi lain, melalui interaksi akademik dalam konferensi ilmiah yang diadakan bersamaan, mahasiswa turut terdorong untuk mengembangkan diri melalui Discovery and Mastery (Damar) Research. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga pelaku aktif dalam diskusi dan penggalian isu-isu teknologi dan bisnis digital, membuka wawasan terhadap tren global serta membina minat dalam publikasi ilmiah. Semangat Startupreneur Community Service juga hadir dalam kegiatan ini, saat mahasiswa mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal melalui pertukaran budaya, serta berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan digital dan kewirausahaan sosial.

Dengan demikian, kegiatan pertukaran budaya ini selaras dan memperkuat seluruh pilar Misi Program Studi Bisnis Digital Universitas Raharja, serta menjadi bukti komitmen kampus dalam mendidik mahasiswa yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing serta berkontribusi di tingkat global.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment