Module Question 1 – BD301 – Steven Harazaki Lase – 2381477560

PERTANYAAN

  1. What are the key differences between traditional and digital market research?
  2. Identify at least three benefits of using digital methods for market research.
  3. What is the difference between qualitative and quantitative research in a digital context?

STATUS : 100%

KETERANGAN : Sudah Mengerjakan Dengan Baik Dan Benar

BUKTI :

1. Perbedaan Utama antara Riset Pasar Tradisional dan Riset Pasar Digital

Riset pasar tradisional umumnya dilakukan secara langsung dan manual, seperti wawancara tatap muka, survei via telepon, penyebaran kuesioner kertas, serta focus group discussion secara luring. Proses ini biasanya memerlukan waktu yang lama, biaya besar, dan cakupan responden yang terbatas karena faktor geografis dan logistik.

Sebaliknya, riset pasar digital memanfaatkan teknologi dan platform online seperti survei daring, media sosial, website analytics, aplikasi mobile, dan data digital lainnya. Pengumpulan data dapat dilakukan secara cepat, bahkan real time, dengan biaya yang lebih efisien dan jangkauan responden yang jauh lebih luas. Selain itu, riset digital memungkinkan pengumpulan data perilaku konsumen secara langsung, bukan hanya berdasarkan jawaban responden.

2. Manfaat Menggunakan Metode Digital dalam Riset Pasar

Pertama, riset pasar digital memberikan kecepatan dalam pengumpulan dan analisis data. Perusahaan dapat memperoleh insight pasar dalam waktu singkat sehingga keputusan bisnis dapat diambil lebih cepat.

Kedua, efisiensi biaya menjadi keunggulan utama. Tanpa kebutuhan tenaga lapangan, pencetakan kuesioner, maupun perjalanan, biaya riset dapat ditekan secara signifikan.

Ketiga, riset digital memiliki jangkauan dan skala yang luas. Responden dapat berasal dari berbagai wilayah, bahkan lintas negara, tanpa menambah kompleksitas riset.

Keempat, riset digital memungkinkan pengumpulan data perilaku konsumen secara nyata, seperti klik, durasi kunjungan, atau interaksi di media sosial, sehingga hasil riset lebih objektif dibandingkan data yang hanya bersifat persepsi.

3. Perbedaan Riset Kualitatif dan Kuantitatif dalam Konteks Digital

Riset kualitatif dalam konteks digital bertujuan untuk memahami alasan, motivasi, persepsi, dan emosi konsumen. Data yang dihasilkan biasanya berupa teks, audio, atau video. Contoh penerapannya adalah wawancara online, diskusi kelompok virtual, analisis komentar media sosial, dan analisis sentimen. Hasil riset ini memberikan pemahaman mendalam tentang “mengapa” konsumen berperilaku tertentu.

Sementara itu, riset kuantitatif digital berfokus pada pengukuran dan penghitungan data numerik untuk melihat pola, tren, dan hubungan statistik. Data yang dikumpulkan berupa angka, seperti jumlah responden, persentase, rating, atau tingkat konversi. Contohnya adalah survei online berskala besar, A/B testing, dan analisis traffic website. Riset ini menjawab pertanyaan “berapa banyak”, “seberapa sering”, dan “seberapa besar dampaknya”.

Secara singkat, riset kualitatif digital memberikan kedalaman insight, sedangkan riset kuantitatif digital memberikan kekuatan data dan validitas statistik. Keduanya saling melengkapi dalam pengambilan keputusan bisnis berbasis data.

Previous Post Previous Post
Newer Post Newer Post

Leave a comment